
Now Loading...
Pagi harinya mereka pergi ke bandara untuk menaiki pesawat menuju ke negara Jepang. Mereka akan mengikuti turnamen Dotha 2 World Champions. Dari mulai awal perjalanan Rio lebih banyak diam.
"Lo kenapa bro?" tanya Mikel saat mereka sedang berada di mobil.
"Kepala gue cuman agak pusing," jawab Rio beralasan.
"Kalau lo sakit, mending lo tiduran aja dulu…" saran Yoda pada Rio.
"Gak apa-apa kok, mungkin karena gue lupa makan kali tadi pagi," ucap Rio sambil melihat keluar jendela.
Erwin sebenarnya sangat ingin menceritakan semua ini ke Mikel, tapi dia sudah berjanji ke Rio untuk diam. Mobil mereka berjalan dengan mulus hingga ke bandara. Disana banyak fans yang menemui mereka untuk melepas keberangkatan mereka. Diantaranya ada yang mengajak mereka foto selfie.
Singkat cerita mereka sudah sampai di Jepang. Rio kali ini memilih kamar bareng Erwin. Sedangkan Mikel mendapat kamar dengan Yoda. Disinilah waktu Erwin bisa mengajak Rio ngobrol.
"Lo kenapa Bro?" tanya Erwin saat dia mengeluarkan pakaian dari tasnya.
"Gue khawatir dengan keadaan bokap gue saat gue di jepang," jawab Rio dengan jujur.
"Lo gak perlu khawatir, lagian kita di jepang gak bakalan lama banget kok," ucap Erwin mencoba menenangkan Rio. "Sekarang lo fokus ke turnamen dulu aja," Erwin lalu menepuk pundak sahabatnya itu.
Mendengar ucapan Erwin membuat Rio lebih semangat untuk memberi yang terbaik buat tim. Di hari itu juga Rio mengumpulkan data tim yang akan mereka hadapi. Dia mengurung diri di kamar seharian untuk melihat rekaman pertandingan dari beberapa tim. Kadang dia mencatat apa yang perlu dicatat.
Malam harinya dia sudah siap menyerahkan semua data yang dia dapat ke pelatih mereka. Pelatih setuju dengan META permainan yang dibuat oleh Rio. Mereka segera melatih META itu setelah diintropsikan oleh pelatih. META "Most Effective Tactics Available", merupakan istilah yang sering dipakai di dunia game, terutama game yang memiliki elemen kompetitif, di mana seorang pemain menggunakan strategi terbaik untuk menang
Akhirnya mereka berhasil dengan mudah memenangkan setiap match. Itu semua berkat hasil kerja keras Rio yang siap begadang untuk mencari data dari musuh mereka. Teman setim Rio di Thunderstorm tidak ada seorangpun yang mengganggu Rio, mereka memilih untuk membiarkannya sendirian di kamar. Mereka percaya semua yang dilakukan Rio untuk tim.
__ADS_1
Mereka selalu menerima apapun yang direncanakan oleh Rio. Tidak ada yang menentang ide dari Rio termasuk pelatih dan Mikel. Mereka siap menyesuaikan tim mereka dengan rencana dari Rio.
Hingga mereka masuklah pada semifinal turnamen ini. Rio sudah siapkan beberapa META andalannya. Mereka semua berpencar untuk menghadapi Minion untuk menaikan Level. Setelah Levelnya naik dia memakai Item untuk memperlambat darahnya berkurang. Kemudian heronya dikejar oleh hero musuh, Rio kemudian berlari ke towernya. Saat musuh berhenti mengejarnya, dengan sengaja dia menarik musuh ke tower. Disaat itu juga Hero milik Mikel dan milik Erwin datang buat membantu Rio menghajar hero musuhnya yang terjebak.
Itu hanya sebagian dari moment mereka berhasil mengalahkan musuh sampai menang. Akhirnya mereka berhasil melaju ke babak final di turnamen Dotha 2 World Champions. Mereka sangat senang dengan pencapaian mereka saat ini.
Saat Rio baru saja masuk ke kamar hotelnya, dia merasa ada yang tidak beres. Dia kemudian menyalakan handphonenya. Dia terkejut karena di handphonenya ada 50 notifikasi. Dia langsung membuka isi notifikasi itu, ternyata Itu semua adalah panggilan dari Yulia yaitu adiknya.
Tanpa pikir panjang Rio langsung menelepon Yulia. Teleponnya hanya menyambungkan, tapi tidak terhubung. Kembali dia mencoba menelpon adiknya, tetap masih tidak terhubung.
Pikiran Rio sangat kacau kali ini, sebab dia khawatir telah terjadi sesuatu pada ayahnya. Dia sudah tidak bisa lagi memikirkan turnamen yang dia jalani. Dia terus berpikir bagaimana caranya dia untuk pulang. Akhirnya dia memutuskan untuk menghubungi Mirhan.
Rio dengan harap-harap cemas menelepon Mirhan. Dia sangat berharap temannya itu saat ini sedang tidak sibuk. Dia tetap menunggu dengan sabar hingga teleponnya diangkat oleh Mirhan.
"Halo bro…" Rio sangat senang ketika teleponnya diangkat oleh Mirhan.
"Eng...ga...sih…ada apa emang?" Mirhan bertanya balik.
"Syukurlah...gue bisa gak minta bantuan lo?" tanya Rio buru-buru.
"Minta bantuan apa Yo?..." tanya Mirhan mulai khawatir, sebab tidak biasanya Rio seperti ini.
Lama Rio tidak menjawab pertanyaan Mirhan. "Gue pengen pulang ke Jakarta," jawab Rio kemudian.
"Lo serius pengen pulang, bukannya saat ini tim esport lo sudah masuk final?" tanya Mirhan kemudian. "Lo kenapa sih?...lo ada masalah sama tim Thunderstorm?" tanya Mirhan terdengar khawatir sekali.
"Tadi adik gue menelpon gue sampai lima puluh panggilan, gue khawatir terjadi apa-apa pada bokap gue," jawab Rio dengan serius. Terlihat sekali saat ini pikiran Rio kacau.
__ADS_1
"Oke gue akan memesankan tiket buat lo balik ke Jakarta, lo masih ada uang kan buat keperluan lo di perjalanan?" tanya Mirhan kelihatan mengerti situasinya saat ini.
"Gue masih ada kok buat keperluan di perjalanan," jawab Rio sambil tersenyum. "Terima kasih banyak bro…" ucap Rio sebelum menutup telepon.
"Iya sama-sama…" jawab Mirhan lalu menutup teleponnya.
Erwin ternyata mendengarkan apa yang Rio bicarakan dengan Mirhan. Dia lalu berjalan menghampiri Rio yang sedang bersiap memasukan barang-barangnya ke tas. Dia lalu duduk di kasur tempat tidur Rio.
"Lo yakin pengen pulang duluan ke Jakarta?" tanya Erwin sambil melihat sahabatnya.
"Gue gak ada pilihan lain lagi bro," jawab Rio sambil membereskan barangnya termasuk konsol NineTenDo miliknya.
"Kita sudah masuk final lho, masa lo gak bisa menemani tim ini paling gak sampai match Final selesai," Erwin berusaha membujuk Rio.
"Saat ini pikiran gue sudah gak ada lagi di turnamen ini, kalau gue paksain, itu bakal menghambat permainan kita nanti di final," Rio berusaha menjelaskan semuanya pada Erwin. "Dipikiran gue saat ini hanya satu, gue khawatir dengan keadaan bokap gue," tambah Rio lagi sambil menutup menutup tasnya.
Tidak lama kemudian masuklah pesan dari Mirhan. Di dalamnya berisi, "ini kode booking tiket keberangkatan lo hari ini, gue juga sudah ngirimin lo uang ke Rekening lo, gue harap itu cukup buat biaya lo selama di perjalanan dari Jepang ke Jakarta."
Rio lalu membalas pesan Mirhan, "Terima kasih banyak bro...gue berhutang banyak ke lo…" Rio kemudian berbicara pada Erwin, "Please…lo jangan ngalangin gue buat pergi," pinta Rio dengan tatapan memohon ke Erwin.
"Ah...sial…" hardik Erwin karena kesal. "Kalau yang lain nanyain lo ke gue gimana?" tanyanya kemudian.
"Lo bilang aja, lo gak tau apa-apa…" jawab Rio dengan santai.
Rio meninggalkan hotel saat Erwin memastikan keadaan tenang dan tidak ada anggota tim mereka disana. Rio menyamar mengenakan jaket, topi, dan masker. Dia berangkat dari hotel ke bandara menggunakan taksi.
Rio tidak pernah berhubungan lagi dengan Erwin dan tim Thunderstorm. Dia memilih menjadi Pro Player Solo untuk mengikuti turnamen game Battle dan Racing. Hingga sekarang dia memutuskan untuk mengikuti turnamen Dotha 2 lagi.
__ADS_1
Bersambung…