Game Lover

Game Lover
Bab. 7 Bertanding Melawan Hanna Sebelum Foto Shoot


__ADS_3

Now Loading...


Saat ini keadaan di kantor Megawave sangat sibuk sekali. Rio menunggu di ruang tunggu bersebelahan dengan cewek yang belakangan ini membuatnya kesal. Dia adalah Atena21 yang ingin sekali Rio kalahkan. 


Mereka duduk bersebelahan tapi tidak saling bicara satu sama lain. Mereka hanya membuka handphone untuk memainkan sebuah game. Rio kalau berurusan dengan game tak akan bisa diganggu sampai game yang dimainkan selesai. Sedangkan Atena21 atau lebih baik kita memanggilnya dengan sebutan Hanna lebih fokus untuk mencari info game atau konsol yang terbaru. 


"Ah...sial..." ucap Rio setelah karakternya terbunuh. Dia kalau sedang santai seperti ini sering memainkan game retro di handphonenya. 


"Kalau noob, main game apa aja pasti kalah mulu," ucap Hanna menyindir Rio. 


"Maksud lo apa hah?..." tanya Rio tidak terima dibilang noob oleh Hanna. 


"Selagi masih ada waktu, kalau lo pengen nyerah mengakui kekalahan lo silahkan aja," jawab Hanna sambil tersenyum merendahkan Rio. 


"Yang kemarin itu baru pemanasan, kita lihat siapa yang akan menelan kekalahan di battle nanti," ucap Rio menanggapi ejekan Hanna. 


"Ya...elah...lo berdua bisa gak sih sekali-kali baikan gitu?" ucap Mirhan yang masuk ke ruang tunggu membawakan PZ 4. Dia lalu memasangkan ke televisi LED yang ada disana.


"Gak bisa!..." jawab Rio dan Hanna berbarengan dengan muka saling membelakangi satu sama lain. 


"Yaudah...ini gue bawain PZ empat buat lo berdua mainin," ucap Mirhan sambil menyalakan PZ 4 yang terhubung ke televisi. 


Awalnya Rio tidak memperdulikan itu, tapi karena dia penasaran dengan game Animal Team Racing Remake yang dimainkan Mirhan. Dia awalnya hanya melihat game itu sambil memainkan handphonenya. Setelah semakin lama dia lalu mendekat ke arah Mirhan yang lagi asyik memainkannya. 


"Ini game remake (game yang dibuat ulang dengan menambahkan kualitas gambar dan sistem controller baru) dari PZ satu kan?" tanya Rio penasaran sambil mendekat ke arah Mirhan. 

__ADS_1


"Wah...jadi ini game remake dari game ATR?" ucap Hanna juga ikut bergabung dengan mereka. 


Animal Team Racing atau yang disingkat ATR adalah game yang dulu dimainkan di era keemasan PZ 1. Seluruh anak yang suka bermain game saat itu pasti sangat mengenal game ini. Sebab di era itu PZ 1 sering sekali di rentalkan di beberapa kota di seluruh Indonesia. Game yang wajib ada di setiap rental ialah game ATR ini. 


"Lo pada mau coba mainin?" tanya Mirhan melihat kedua orang yang sedang bermusuhan itu. 


"Apa boleh buat, dari pada nunggu foto shoot lama banget," ucap Rio lalu mengambil salah satu stick. 


Ternyata bukan hanya Rio yang tertarik memainkan game itu, Hanna juga ikut memainkannya. Mirhan hanya tersenyum melihat mereka berdua seperti anak kecil yang akur gara-gara game. Orang-orang kantor yang tiba-tiba lewat di sana menyempatkan untuk berhenti, hanya untuk menonton battle dadakan antara King melawan Queen. 


Lama-kelamaan penonton mereka berdua semakin banyak. Diantaranya ada yang merekam termasuk Mirhan dan ada yang hanya menonton saja. Semua pegawai di perusahaan itu adalah gamer, itulah kenapa battle dadakan seperti ini tak akan mereka lewatkan. 


Rio memakai karakter seperti serigala bernama Kreash. Sedangkan Hanna memakai karakter bernama Dr. Crazy. Mereka memilih lintasan yang menunjukan balapan di atas awan. 


Game ini bukan game balapan pada umumnya. Di game ini player di beri kebebasan untuk menembaki dan mengganggu lawannya. Kunci dari game ini adalah skill dan keberuntungan. Sebab tidak ada seorang player pun tau dia akan mendapatkan senjata apa untuk mengganggu lawannya. 


"Duluan ya bu?" ucap Rio sambil mengontrol sticknya. 


"Oh...gak semudah itu bro," jawab Hanna lalu menembakkan senjata sejenis listrik yang berjalan otomatis mengejar semua karakter yang ada di depannya. 


"Apaan ini?..." ucap Rio saat dia melihat karakternya menunjukan tanda target. "Sial!..." teriaknya setelah terkena tembakan listrik dari Hanna. 


"Ha ha ha...ada apa nih?" tanya Hanna seolah tidak bersalah. 


Sementara semua penonton yang disana bersemangat sekali menonton mereka berdua bertanding. Kadang penonton itu ikut menertawakan kejadian-kejadian lucu. Seperti Rio yang terkena tembakan atau dia tiba-tiba jatuh dari lintasan. 

__ADS_1


"Sial...Dewi Fortuna ada masalah apa sama gue?" ucap Rio yang sebenarnya marah, tapi terdengar lucu oleh penonton mereka. 


"Ha ha ha...gue lagi main time racing(berlumba sendirian untuk menghitung kecepatan mobil dalam satu race) ya?" tanya Hanna meremehkan Rio. "Aaakkk..." teriak Hanna saat mobil karakternya terjatuh dari lintasan. Semua penonton tertawa melihat kejadian itu. 


"Mampus...mampus...mampus..." ucap Rio sangat bahagia. 


Dia lalu berusaha mendahului Hanna dengan cepat. Akhirnya dia berhasil memperoleh posisi pertama. Dia mengambil kotak untuk mendapatkan senjata, tapi sayangnya dia hanya mendapatkan senjata ramuan yang fungsinya untuk jebakan musuh yang berada di belakangnya. 


"Rio...sorry ya?" ucal Hanna lalu menembakan sebuah roket ke mobil karakter milik Rio. 


"Sorry kenapa?" tanya Rio dengan bingung. "Kiiieeeaaakk..." teriak Rio saat karakternya terkena roket yang ditembakan Hanna. "Apaan dah ini game?" tanya Rio membuat penonton kembali tertawa. "Ini pasti yang membuat game ini cewek..." ucap Rio ngomong asal. "Gue baru aja di depan udah kena roket...jir..." tambahnya lagi dengan sangat kesel. 


"Kayaknya disana ada yang lagi bahagia tuh?..." tanya Hanna sambil tertawa puas. 


"Oh...bahagia banget gue," jawab Rio dengan kesal. 


Penonton menyaksikan pertandingan dadakan itu dengan sangat bahagia. Sampai-sampai mereka lupa apa yang harus mereka kerjakan saat ini. Sedangkan Ayahnya Mirhan tidak memarahi mereka, karena beliau pikir sekali-kali menonton pertandingan Rio dan Hanna bermain game tidak ada salahnya. Itu terbukti setelah pertandingan dadakan itu selesai mereka bekerja lebih semangat lagi. 


Hanna dan Rio menjalani foto shoot tidak seperti tadi kurang bersemangat. Kali ini mereka lebih gampang diarahkan oleh juru foto. Hasil dari foto shoot inilah yang nantinya akan dipasang menjadi iklan promosi. 


Meskipun setelah ini pun Rio dan Hanna masih bermusuhan. Itu cukup membuat Mirhan memiliki ide buat mendekatkan mereka berdua. Dia memiliki rencana yang sama sekali tidak diketahui oleh Rio dan Hanna. Ayahnya Mirhan juga menyetujui permintaan anaknya itu. 


Dia juga meminta izin agar beberapa hari ini menginap di rumah Rio. Ini dikarenakan Rio belakangan ini jadwalnya padat sekali. Dia pengen mengawasi kegiatan Rio setiap harinya. 


Sikap Mirhan saat ini sangat berbeda dengan sikapnya saat masih SMA. Saat SMA dia lebih banyak membuang uang orang tuanya karena dia anak orang kaya. Sedangkan sekarang dia lebih perhitungan kalau urusan uang yang dikeluarkan. Dia juga lebih tanggung jawab soal urusan pekerjaan. 

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2