Game Lover

Game Lover
Bab. 37 Kemenangan Perdana Tim Shark Station


__ADS_3

Now Loading… 


Akhirnya battle antara tim Shark Station melawan tim Dragon Squad dimulai. Materi Player yang dibawa oleh tim Dragon Squad adalah Maya, Joe, Muslim, Okta, dan Adam. Sementara tim Shark Station membawa Rio, Hanna, Mirhan, Heri, dan Arif. 


Para penonton dengan riuh menanti battle tim Shark Station. Mereka adalah fans baru dan fans lama dari tim Shark Station. Fans dari tim Dragon Squad juga tidak mau kalah mendukung tim kesayangan mereka. Mereka bersorak untuk tim kebanggaan mereka. 


Kedua kapten tim bersalaman sebelum memulai battle. Rio yang menjadi ketua tim Shark Station bersalaman dengan Okta ketua tim dari Dragon Squad. "Selamat bersenang-senang…" ucap Rio sambil tersenyum ramah. 


"Begitu juga lo Yo…" ucap Okta menyalami Rio. 


Kemudian mereka berdua kembali ke tempat mereka masing-masing. Rio dengan santai duduk di depan komputernya. Dia sempat memberi arahan pada anggota timnya. Heri, Mirhan, Hanna, dan Arif sudah memasang earphone mereka. Rio juga memasang earphonenya lalu mengecek mic dan suara. 


"Oke teman-teman...ini adalah battle yang sudah kali tunggu…antara tim Shark Station melawan tim Dragon Squad," ucap seorang caster cewek yang dijuluki sebagai Hime. 


"Maju terus Rio!…" seru riuh dari penonton. 


Mereka sudah mempersiapkan hero andalan mereka. Sedangkan Rio dan Hanna terlihat sangat serius menunggu battle dimulai. Mereka semua menargetkan kemenangan di battle kali ini. 


"Tiga…dua… satu…mulai…" ucap Hime bersemangat. "Rio ternyata sudah mulai maju bersama Hanna," ucap Hime bersemangat. 


Rio dan Hanna berjalan di tengah mereka langsung disambut oleh minion. Mereka berdua langsung bertarung melawan minion. Dengan sabar mereka membunuh beberapa minion yang menghadang. 


Tiba-tiba Maya dan Joe datang menghampiri mereka. Dengan cepat Joe menghantam Rio yang berdiri di depan. Rio berusaha mengelak dan berlari ke arah towernya, tapi dia sempat menarik Maya menuju tower. Hanna lalu melempar spell agar darah Rio kembali bertambah. 


"Wow...itu tadi hampir saja teman-teman…" ucap Hime bersemangat. "Apakah Rio dan Hanna bisa mengalahkan Maya?" Hime terdengar bersemangat. "Ah…dia gagal untuk menarik Maya…" terdengar kekecewaan darinya. 


"Sial!..." maki Rio karena kesal. 


"Oke…" lain kali kita coba lagi…" ucap Hanna menenangkan Rio. 


"Yaudah kita balik ke base…" ucap Rio lalu kembali ke base mengisi darahnya. Hanna juga mengikutinya kembali kembali ke base. 

__ADS_1


Sementara itu Heri memakai hero yang bisa terbang. Dia menembus sendirian di bawah berusaha merobohkan tower pertama. Menyadari Heri yang sendirian, Maya dan Joe langsung mengganti target mereka ke Heri. 


"Mereka datang ke arah gue," ucap Heri yang berjalan sendirian. 


"Santai Her...gue datang…" ucap Mirhan lalu heronya mendatangi Heri yang sudah dikepung. 


Mirhan datang terlambat karena Heri berhasil dibantai oleh Joe dengan mudah. Bukan hanya Heri yang kena kill ternyata Mirhan juga mengalami hal yang sama. Rio kembali memutar otak untuk itu. 


Rio lalu memakai skill invisible untuk menarik Joe menjauh dari Maya. Rio sengaja mengendap di hutan untuk menghampiri Joe. Dia mencari momen agar bisa menarik hero milik Joe. Setelah dia yakin joe sendirian, dia langsung menariknya ke hutan. 


Disana Rio langsung menghajar hero milik Joe, tapi ternyata Maya mengetahui rencana Rio. Akhirnya maya memberi spell ke Joe agar darah Joe tidak cepat berkurang dan bisa memenangkan pertarungannya dengan Rio. Untung saja Hanna langsung bereaksi teleport Rio ke base. 


"Kita harus memisahkan mereka berdua…" ucap Rio pada Hanna. 


"Tapi bagaimana caranya Yo?" tanya Hanna bingung. 


"Gue punya ide…" ucap Rio kemudian bersemangat. 


"Kenapa Yo?" tanya Mirhan bingung. 


"Lo bisa bikin blokade dinding kan?" tanya Rio kemudian. 


"Oh…iya gue ngerti…" jawab Mirhan lalu mengikuti Hero Rio. 


"Na...lo temenin Heri untuk push atas…" perintah Rio pada Hanna. 


"Oke...Yo…" jawab Hanna lalu menyusul hero milik Heri. 


"Ada apa ini?" tanya Hime. "Ternyata Rio mengubah posisi Hanna dan dia bersama Mirhan menghadang Joe dan Maya. 


"Mir…lo siap-siap bikin dinding setelah gue menarik Joe…" ucap Rio pada Mirhan. 

__ADS_1


"Oke...gue ngerti…" Mirhan cepat mengerti maksud Rio. 


Sesuai harapan Rio, Joe dan Maya langsung mencarinya. Rio menghadapi Joe sendirian sedangkan mirhan bersiap-siap. Rio sengaja berlari ke arah towernya, ternyata joe dengan mudah terpancing. Saat Maya mendekati Joe, Rio langsung mendorong hero milik Maya untuk menjauh dari Joe, dan saat hero Maya jauh dari Joe, saat itu juga Mirhan membuat dinding penghalang antara Joe dan Maya. Kesempatan ini tidak Rio sia-siakan. Dia dan Mirhan langsung menghajar hero milik Joe.


"Wah...kerjasama yang sangat bagus antara Mirhan dan Rio," ucap Hime bersemangat. "Itu cukup membuat Joe terdesak teman-teman…" ucap Hime menambahkan. "Akhirnya Joe bisa dengan mudah dikalahkan," Hime mengomentari jalannya battle dengan bersemangat. 


"Yes!…" seru Rio sangat senang. 


Mirhan tertawa puas dengan META yang baru saja dibuat Rio untuk mengalahkan Joe. Melihat hero milik Joe mati, Maya langsung melarikan diri dari Rio dan Mirhan. Namun Rio tidak semudah itu melepaskan Maya, dia langsung mengambil inisiatif untuk menarik Maya. Itu membuat Maya tidak bisa lari dan langsung dibantai oleh Rio dan Mirhan. 


"Tim Shark Station berhasil menyudutkan tim Dragon Squad yang hanya berharap pada Joe dan Maya," ucap Hime berkomentar. 


"Kerja bagus Rio!..." seru penonton bersemangat. Para penonton sangat terhibur melihat battle panas yang Rio tunjukan. 


Setelah itu battle menjadi lebih panas dari sebelumnya. Rio dan Mirhan selalu berhasil mengalahkan hero milik musuhnya. Ini membuat level hero milik tim Dragon Squad tertinggal jauh dari tim Shark Station. Tim Shark Station sudah merasa di atas angin. Meskipun tim Dragon Squad masih bisa melakukan perlawanan pada tim Shark Station, tapi tetap saja mereka bukan tandingan dari META milik Rio dan Mirhan. 


"Akhirnya battle berakhir dengan kemenangan tim Shark Station!..." seru Hime dengan sangat gembira. Semua penonton turut bersorak karena sangat senang. 


"Yes!..." seru Rio berteriak puas. 


Mirhan langsung menepuk pundak Rio karena senang. Sementara Heri dan Arif dengan sangat senang berselebrasi. Hanna langsung menghampiri Rio lalu memeluk tunangannya itu. Seluruh penonton langsung baper melihat kemesraan antara Rio dan Hanna. 


Tim Dragon Squad langsung menghampiri tim Shark Station setelah keluar dari box stage mereka. Okta tersenyum menerima kekalahannya dari tim Rio. Dia bersama timnya menyalami tim Shark Station.


"Kalian memang tim yang luar biasa…" puji Okta pada Rio. 


"Itu tadi adalah battle yang keren…" jawab Rio sambil tersenyum. 


"Jadi yang lolos di babak ini adalah tim Shark Station!..." seru Hime membuat penonton riuh bertepuk tangan. 


Bersambung... 

__ADS_1


__ADS_2