
Now Loading...
Mereka semuanya bersantai di kamar Rio setelah berlatih dengan META yang dibuat oleh Rio dan Hanna. Mereka yakin dengan META itu mereka akan bisa menembus babak final bahkan sampai juara.
"Itu adalah salah satu bug dalam game Dotha dua," ucap Heri mengomentari META milik Rio dan Hanna.
"Selama ini gak ada Player yang memakai META itu di battle," ungkap Mirhan setelah melihat rekaman mereka bermain.
"Itu META OP (Over Power) banget…" ucap Arif ikut berkomentar.
"Setelah ini gue bakalan menyempurnakan Meta ini," ucap Rio sambil melihat rekaman mereka saat battle tadi.
Semuanya memperhatikan dengan sungguh-sungguh proses terjadinya META dadakan antara Hanna dan Rio. Disana terlihat sekali timing Hanna sangat tepat setelah Rio berhasil nge hook musuhnya. Itu membuat Hero Rio kembali ke base, dan hook pada musuhnya masih terikat. Itulah yang membuat musuh mereka tertarik ke base Rio.
"Kalian bakalan pakai terus tuh META?" tanya Heri pada Rio dan Hanna.
"Kadang-kadang saja, sebab kalau kita keseringan memakainya, lawan kita akan mencari cara buat menghadapi META kita…" kali ini Hanna yang menjawab.
"Artinya kita akan melatih META yang lain juga dong?..." tanya Arif menanggapi jawaban Hanna.
"Itu gunanya kita tiap hari berlatih bro…" jawab Rio sambil menyalakan rokoknya. "Mir…" ucap Rio pada Mirhan.
"Apaan?" tanya Mirhan setelah menutup rekaman battle mereka tadi.
"Lo bisa cariin gue rekaman battle tim lain saat turnamen Dotha dua?" pinta Rio pada Mirhan sambil menghisap rokoknya.
"Oh...itu doang…" jawab Mirhan dengan santai. "Gampanglah...entar gue cari…"
"Bro...lo pada laper gak?" tanya Arif pada teman-temannya kemudian.
"Ada apa Rif?" tanya Hanna sambil tersenyum. "Lo mau traktir?" tanyanya lagi.
"Gue mana punya uang buat traktir lo pada…" Arif menjawab pertanyaan Hanna. "Gue cuman pengen ngasih usul, mending kita pesen makanan...soalnya perut gue udah demo nih…" Arif menjelaskan sambil mengusap-usap perutnya.
"Bener juga sih...soalnya dari tadi pagi kita belum makan," ucap Rio menyetujui usul Arit.
"Ya udah…" ucap Mirhan berkomentar dengan singkat.
Mirhan lalu mengambil handphonenya yang ada di meja komputer di kamar Rio. "Lo pada pengen pesan apa?"
"Soto Ayam aja, kayaknya kita lama gak makan…" usul Rio bersemangat.
__ADS_1
"Emang Soto Ayam masuk ojek online?..." tanya Arif tidak percaya.
"Sekarang apa-apa serba online, jadi Soto Ayam doang pasti ada di ojol," Heri menjawab pertanyaan Arif.
"Kalau lo mau pesan apa Na?" tanya Mirhan pada Hanna.
"Samain dengan lo pada aja," jawab Hanna sambil tersenyum.
"Kalau gitu Soto Ayam lima porsi, dan minumnya apa?" tanya Murhan kemudian.
"Gue es teh manis," jawab Arif.
"Gue juga," jawab Heri memesan yang sama dengan Arif.
"Gue cola…" jawab Rio berbeda dengan yang lain.
"Gak apa-apa tuh perut, kebanyakan minum cola?" tanya Arif mengkhawatirkan Rio, sebenarnya agak menyindir sih.
"Lo itu udah ngerokok, minumnya cola mulu, apa gak numpuk tuh penyakit?" Heri memarahi Rio karena pola hidup temannya yang dianggap tidak sehat.
"Sampai sekarang gue masih hidup kan?" Rio menanggapi omelan Heri dengan bercanda.
"Udah-udah...lo kayak gak tau sifat Rio aja Her…" ucap Mirhan menengahi. "Lo Na,
minumnya apa?" tanya Mirhan pada Hanna.
"Gue es jeruk aja…" jawab Hanna singkat.
Mirhan lalu memesan sesuai pesanan teman-temannya. Kemudian dia menuliskan catatan yang berisi lantai brp mereka berada, kamar apartemen nomor berapa, dan penerimanya siapa kalau driver ojol lapor ke resepsionis. Mirhan selalu mengisi selengkap itu kalau dia memesan ojek online. Ini dia lakukan agar driver ojol tidak bingung saat mengantarkan barang atau makanan yang dia beli.
"Oke...dapat driver ojol yang dekat dengan rumah makannya," ucap Mirhan sambil mengecek handphone.
"Coba lo pinta tuh driver mengantar makanannya cepat," ucap Arif sambil mengaduh kelaparan.
"Kalau lo pengen makannya cepat...kenapa gak lo sendiri aja yang beli?" Heri kali ini memarahi Arif.
"Driver ojek online juga manusia, mereka juga harus antri, harus nunggu makanan disiapkan, kalau mereka lama di restoran atau rumah makan, berarti keadaannya di rumah makan atau restoran sedang antri panjang…" ucap Hanna menjelaskan.
"Kirain mereka ada jalur khusus buat mendapat makanan lebih cepat," ucap Arif dengan wajah lugunya.
"Ada sih yang seperti itu, tapi mereka juga harus antri pesanan mereka dengan driver lain kan?" kali ini Rio yang menjelaskan dengan rinci ke Arif.
__ADS_1
"Pertanyaan gue gimana kalau misalkan ada pesanan yang ternyata nipu gimana?...kan kasian mereka sudah nganter...ternyata itu pesanan penipuan…" sekarang Hanna yang bertanya.
"Biasanya mereka mendapat pengembalian uang dari perusahaan tempat mereka bekerja...dan pemesan yang melakukan itu akunnya akan di blokir bahkan sampai dilaporkan ke polisi," jawab Heri menjelaskan. "Makanya kalau kita memesan makanan jangan ngasal di ojek online, sebab itu bakalan nyusahin driver dan nyusahin kita sebagai pemesan," tambahnya lagi.
"Weh cepat juga dia memesankan makanan kita," ucap Mirhan setelah dia melihat notifikasi di handphonenya.
"Berarti di restoran atau rumah makan sekarang gak banyak antrian…" Rio mengambil kesimpulan dari ucapan Mirhan.
"Gimana kalau kita bilang ke dia bahwa kita bakalan ngasih tip buat dia di chat driver," usul Mirhan sembari dia ingin membuka kolom chat driver ojek online.
"Jangan ditulis di chat, dia pasti menolak kalau lo bilang mau ngasih tip di chat," ucap Hanna melarang. "Mending lo ngasih saat pesanan kita sudah sampai aja," usul Hanna lebih masuk akal.
"Yaudah deh…" ucap Mirhan mengurungkan niatnya.
Mereka menunggu makanan mereka sambil bermain NineTenDo. Mereka main game Bomber Robot Battle bergantian. Ini adalah game yang sangat terkenal pada masanya.
Awalnya Mirhan melawan Rio, mereka disini bermain sambil meninggalkan bom. Siapa saja yang mati terkena ledakan maka nyawa poin mereka akan berkurang. Pertandingan pertama dimenangkan oleh Rio dengan mudah.
Setelah itu Arif melawan Heri, mereka bermain dengan sengit. Masing-masing dari mereka tidak mau kalah. Tetap saja Arif yang memenangkan battle ini dengan mudah.
Handphone Mirhan berbunyi saat mereka sedang asik bermain. Ternyata itu adalah telepon dari driver ojek online. Mirhan langsung saja mengangkatnya.
"Halo mas…" ucap driver itu dengan ramah ke Mirhan.
"Iya…mas ada di depan ya?" tanya Mirhan.
"Iya mas…" jawab si driver.
"Mas langsung naik aja, lapor ke resepsionis, bilang ingin ke apartemen milik Rio," ucap Mirhan menjelaskan. "Lantai dan nomor kamar apartemennya sudah tertera di catatan," tambah Mirhan menjelaskan.
"Oke mas…" ucap driver ojek online lalu menutup telepon.
Tidak lama kemudian driver itu datang mengantarkan pesanan mereka. Mirhan memberikan tip pada driver sebesar 50.000 rupiah. Driver itu terlihat sangat senang menerimanya. Setelah driver itu pulang dari apartemen mereka, Mirhan langsung memberikan bintang lima beserta komentar positif pada driver.
Baru saja Mirhan memberikan bungkusan Soto Ayam ke Hanna. Tiba-tiba bel kamar apartemen Rio kembali berbunyi. Kali ini Rio yang membukakan pintu kamar.
Rio terkejut melihat seseorang yang memencet tombol bel kamarnya. "Lama gak bertemu Rio…" sapa orang itu sambil tersenyum ramah.
"Apa kabar Erwin?" tanya Rio sambil tersenyum.
Bersambung...
__ADS_1