
Now Loading…
Saat malam haripun Rio tetap fokus di depan komputernya. Dia tetap fokus mencari informasi mengenai calon lawannya. seminggu lagi mereka akan berhadapan dengan tim Blue Lion. Ini adalah tim esport yang berasal dari Malang. Tim itu terkenal dengan kekompakan tim yang sangat luar biasa.
Rio terus meneliti apa saja yang harus diwaspadai. Di tim itu ada seorang Pro Player bernama Erika memiliki nickname BlueAngle. Erika bisa dikatakan anak dari pemilik tim tersebut. Ayahnya Erika adalah orang terkaya di kota Malang.
"Menarik…" ucap Rio berkomentar saat dia membaca data mengenai Erika.
"Siapa itu bro?" tanya Mirhan yang penasaran dengan data yang Rio baca.
"Dia adalah Erika Salim, ketua dari tim Blue Lion…" jawab Rio dengan santai.
"Cewek yang cantik…" kelihatannya Mirhan tertarik dengan cewek itu. "Dia sudah punya pacar?" tanya Mirhan dengan lugas.
"Kenapa lo gak nanya langsung ke dia?" tanya Rio sambil tersenyum.
"Oke...gue akan meminta anak buah bokap gue untuk mencari kontaknya," jawab Mirhan bersemangat.
"Lebih baik lo cari tahu mengenai tim Blue Lion, sebab itu yang kita butuhkan saat ini…" ucap Rio mengingatkan Mirhan tentang battle mereka.
"Iya...iya…" Mirhan terlihat kesal diomelin oleh Rio.
"Oh ya...lo gak ngajak pengen jalan-jalan?..." tanya Mirhan kemudian.
"Buat apa?" tanya Rio singkat.
"Buat cari makan atau bersantai di taman dekat sungai…" ucap Mirhan sambil tersenyum.
"Lo pengen gue yang nyetir?" tanya Rio sangat mengerti arah tujuan Mirhan mengajaknya jalan.
"Sekali-kali lah bro…" jawab Mirhan sambil nyengir.
"Yaudah...lo tanya tuh si Yoda...dia mau ikut gak?" tanya Rio sambil melirik Yoda yang bermain konsol NineTenDo milik Rio.
__ADS_1
"Gak ah...gue males...lo ajak Heri aja…" jawab Yoda dengan matanya fokus ke layar televisi.
"Lama gak?..." tanya Heri kemudian.
"Ya...tergantung sih…" jawab Mirhan kurang yakin. "Kalau makanan yang kita pesan lama dibikinnya," ucapnya menambahkan.
"Mending lo ajak Gio aja…" ucap Heri juga menolak. "Gue sekarang sedang sibuk…"
Mirhan cukup kecewa dengan teman-temannya yang terlihat sibuk. Sebab sudah lama mereka tidak bersantai buat jalan-jalan. Dia kemudian bersemangat saat melihat Hardi dan Gio sedang bersantai.
"Lo pada mau ikut jalan gak?" tanya Mirhan pada Gio dan Hardi.
"Kemana Mir?..." tanya Gio yang sepertinya tertarik.
"Ke taman dekat sungai sekalian makan di angkringan," jawab Rio sambil tersenyum.
"Wah...asik tuh kak...gue sekalian bawa kamera ya?...buat merekam…" Hardi terlihat sangat bersemangat diajak Mirhan.
"Oke...kebetulan gue juga suntuk disini…" ucap Gio terlihat bersemangat.
"Hedeh...iya…" sementara Rio hanya bisa pasrah.
***
Mirhan terkadang sering sekali melakukan hal yang aneh kalau sedang suntuk. Sama seperti malam ini, Rio terpaksa harus menemani Mirhan pergi ke sebuah tempat. Sementara Hardi dan Gio memang ingin jalan-jalan malam ini.
Rio menyetir mobil menelusuri malamnya ibu kota. Dia sudah biasa menyetir mobil milik Mirhan saat-saat seperti ini. Hardi tidak henti-hentinya mengabadikan perjalanan mereka malam ini.
Tidak lama kemudian Handphone Mirhan berbunyi. Itu adalah suara panggilan telepon dari Heri yang ada di apartemen Rio. Mirhan langsung mengangkat telepon dari teman setimnya itu.
"Iya...ada apa bro?" tanya Mirhan saat teleponnya diangkatnya. Kemudian dia menyalakan pengeras suara agar semuanya bisa mendengarkan apa yang dibicarakan Heri.
"Gue pengen nitip makanan…" ucap Heri dengan lugas.
__ADS_1
"Kenapa lp gak sekalian ikut kita aja tadi?" tanya Mirhan sambil duduk dengan santai sebelah Rio yang menyetir mobil.
"Gue sedang banyak kerjaan…" jawab Heri dengan santai. "Jadi gue pengen nitip Nasi Goreng yang pedas dua...sebab Yoda juga pengen nasi goreng," pintanya pada Mirhan.
"Iya…tapi kami kayaknya bakalan sedikit lama ya?" Mirhan terlihat ingin sedikit menggoda Heri.
"Gak masalah...asal jangan sampai lewat dari jam malam kami aja," jawab Heri tidak terlalu memperdulikan godaan dari Mirhan. "Terima kasih ya?" setelah itu dia langsung mematikan teleponnya.
"Ah...dasar...kebiasaan…" ucap Mirhan setelah menyadari sambungan teleponnya langsung dimatikan oleh Heri. "Jadi kita beli nasi goreng dulu atau gimana nih?" tanya Mirhan pada teman-temannya.
"Entar aja...kalau kita beli nasi goreng dulu sebelum ketaman, bisa-bisa nasi gorengnya jadi dingin karena kelamaan…" jawab Rio yang baru saja memarkirkan mobilnya ke taman yang dekat dengan siring sungai.
Ternyata pengunjung taman di malam itu tidak terlalu banyak, jadi dengan mudah Rio bisa mendapatkan tempat parkir. Mereka langsung keluar dari mobil setelah Rio memarkirkannya. Tempat parkir mobil tepat berada di sebelah menara pandang yang menghadap ke sungai.
Mereka berjalan menyusuri taman yang terlihat indah di malam hari. Di seberang sungai terpasang hiasan lampu-lampu yang indah. Disana juga tertulis banner yang sangat besar bertuliskan turnamen Dotha 2 yang mereka jalani. Hardi antusias merekam suasana di malam itu.
"Sudah lama gue gak jalan-jalan ke daerah ini sejak gue kecelakaan kemarin," ucap Gio teringat saat dia tidak sadarkan diri.
Note:
Buat kalian yang penasaran apa yang terjadi pada Gio saat kecelakaan, kalian bisa baca novel Aku Bukan Diriku. Disana menceritakan mengenai Gio, Adel, dan Anton. Dijamin kalian akan terhibur dengan cerita itu.
"Makanya gue ngajakin lo pada kesini…" ungkap Mirhan sambil tersenyum. "Oh ya...foto bareng yuk?...kan jarang kita jalan-jalan kayak gini…" dia lalu mengeluarkan handphon dari kantong celananya.
Mereka lalu mengambil beberapa foto bersama dengan background sungai. Kemudian mereka melanjutkan perjalanan menuju tempat duduk di samping sungai. Walaupun malam hari masih ada perahu mesin orang menangkap ikan yang lalu lalang disana.
Di tempat ini terkenal dengan wisata menelusuri sungai. Kalau siang hari banyak turis dari luar kota dan luar negeri yang naik kapal kecil bermesin untuk menelusuri pemandangan kota. Bukan hanya untuk berkeliling kota, tapi mereka juga ingin menikmati suasana pasar terapung yang buka mulai pagi hari.
Tidak lama kemudian saat mereka sedang asyik menikmati indahnya sungai, terdengar samar suara teriakan dari seorang cewek. "Tolong!..." suara itu cukup mengejutkan Rio dan teman-temannya.
Mirhan langsung buru-buru berlari menuju arah suara itu datang. Rio, Gio, dan Hardi mengikutinya dari belakang. Di malam hari memang sering terjadi tindak kekerasan di sekitar taman ini. Apalagi saat ini keadaan taman sedang sepi.
Suara itu ternyata berasal dari balik jembatan yang dipakai untuk menyeberang jalan. Disana mereka melihat seorang cewek memakai jaket berwarna putih sedang di cegat tiga orang cowok. Di jaket cewek itu bertuliskan Blue Lion. Cowok-cowok itu berusaha merampas tas yang dipakai cewek itu.
__ADS_1
Bersambung...