
Now Loading...
Rio dan Hanna terkejut melihat video mereka yang berduaan di dermaga ada di Utube channel tim Shark Station. Mereka tidak bisa berbuat apa-apa karena publik sudah terlanjur. Seperti saat ini mereka sedang berjalan ke sebuah mall.
Niatnya mereka hanya ingin jalan-jalan saja kesana. Hari ini mendapat jatah libur karena kemarin baru saja tunangan. Rio dan Hanna bingung mau ngapain di hari libur mereka.
"Kak Rio dan kak Hanna…" ucap beberapa anak menghampiri mereka.
"Iya...ada apa dek?..." tanya Rio dengan ramah.
"Boleh foto bareng?" tanya anak itu agak ragu.
"Tentu aja boleh…" jawab Hanna sambil tersenyum.
Secara bergantian anak itu berfoto dengan Rio dan Hanna. Mereka ternyata adalah fans dari tim Shark Station. Mereka juga meminta tanda tangan Rio dan Hanna. Tidak jarang hal ini terjadi ketika mereka sedang jalan di sebuah tempat. Mereka sekarang sama seperti seorang artis terkenal.
Rio dan Hanna memutuskan untuk bermain di Time Zone. Mereka ingin bermain beberapa permainan yang ada disana. Mereka masuk ke area Time Zone beriringan sambil berpegangan tangan layaknya orang yang sedang pacaran.
"Lo yakin pengen ngajakin kesini?" tanya Rio sambil tersenyum.
"Kenapa? Lo takut?..." tantang Hanna sambil menatap menggoda ke arah Rio.
Rio orang paling benci diremehkan, apalagi oleh cewek. Dia langsung bersemangat buat main dan bayarin semua permainan. Pertama-tama mereka bermain game biasa seperti melempar bola basket ke keranjang. Rio dan Hanna beradu siapa yang paling banyak memasukkan bola basket ke keranjang.
Mereka bermain dengan sangat seru bersaing. Sekilas Rio memperhatikan ekspresi wajah Hanna yang terlihat sangat bahagia. Dia tidak pernah melihat Hanna sebahagia itu saat bermain game. Akhirnya dia dikalahkan oleh tunangannya itu.
"Ah...sial…" keluh Rio tapi tidak terlihat di wajahnya kekecewaan, malah dia tersenyum menikmati kekalahannya.
"Lo sih...mainnya gak serius...meleng mulu…" ledek Hanna sambil tertawa ceria.
"Mau gimana lagi...gue udah lama gak main game ini, sama cewek lagi…" ucap Rio beralasan.
"Emang biasanya lo main sama siapa?" tanya Hanna sambil memandang Rio.
"Dulu waktu SMA sama Rasya, setelah itu gak pernah lagi…" jawab Rio dengan santainya. Dia tidak tahu jawabannya itu cukup membuat Hanna cemburu.
"Oh...gitu ya?..." tanggap Hanna terdengar kecewa.
"Eh...main game yang lain yuk?..." kali ini Rio yang mengajak Hanna sambil memegangi tangan Hanna.
Rio terlihat seperti anak kecil yang baru saja diajak ibunya ke Time Zone. Hanna tersenyum melihat tingkah Rio saat ini. Mereka lalu melanjutkan bermain game racing car. Mereka bermain di kemudi masing-masing.
__ADS_1
Ini adalah salah satu game favorit Rio, karena dia sudah sering memenangkan turnamen saat bermain game ini. Dia terlihat sangat piawai dalam bermain game ini. Ternyata Hanna juga cukup jago bermain game ini. Mereka bersaing dengan ketat. Sampai pada tikungan terakhir, mobil Rio berhasil menyalip mobil Hanna.
Rio berhasil finish dengan di posisi pertama. Hanna harus menerima finish di posisi kedua. "Yes…" seru Rio bersemangat.
"Ya iyalah...lo kan Pro Player game kayak gini," keluh Hanna gak terima dikalahkan Rio.
"Tapi buat musuh gue, lo termasuk musuh yang sulit dikalahkan lho…" puji Rio pada Hanna sambil tersenyum.
Hanna sempat baper saat Rio memujinya. "Mau main game apa lagi nih?" tanya Hanna lalu tanpa malu-malu lebih dulu menggandeng tangan Rio.
"Kali ini lo aja yang mutusin mau main game apa," ucap Rio sambil tersenyum.
"Gimana kalau kita main Lets Go Dance aja?..." ajak Hanna sambil menarik tangan Rio.
"Waduh...gue kurang jago...kalau main itu…" jawab Rio berusaha menolak.
"Em…ayo…" ucap Hanna sambil menggandeng tangan Rio menuju mesin game Lets Go Dance.
Rio terpaksa mengikuti keinginan Hanna untuk bermain bersamanya. Mereka mulai bermain dengan lagu yang bagus. Terlihat sekali gerakan Rio tidak beraturan. Hanna tertawa melihat Rio yang menari seperti monyet. Akhirnya hasilnya bisa di tebak Rio kalah melawan Hanna.
Rio duduk dengan kelelahan setelah game berakhir. Hanna tertawa puas melihat tingkah Rio saat menari. "Lo menari kayak monyet…" ucap Hanna meledek Rio.
"Dasar Monyet Betina…" balas Rio sambil tersenyum.
"Iya...apa?..." tanya Rio karena kesal mendengar suara manja Hanna.
"Laper…" jawab Hanna dengan suara manjanya.
"Oke...mau makan dimana?" tanya Rio lalu berdiri.
"Terserah…" jawab Hanna.
"Yaudah...makan Ayam Kentaki yuk?…" ajak Rio kemudian.
"Males ah...keseringan…" jawab Hanna menolak.
"Terus mau makan dimana?" tanya Rio mulai kesal.
"Terserah…" jawab Hanna singkat.
"Katanya terserah…" ucap Rio dengan kesal. "Gue ajakin makan di tempat yang gue tentuin, lo malah nolak," ungkap Rio dengan kesal.
__ADS_1
"Lo jadi cowok harus inisiatif dong...cari tempat makan yang gue gak males makannya…" ucap Hanna malah memarahi Rio.
"Yaudah…" ucap Rio sambil menuntun tangan Hanna.
Rio mengajak Hanna ke sebuah restoran yang ada di mall itu. Restoran itu menyediakan menu mamenun yang lengkap. Rio sebenarnya pernah kesini bersama Rasya dulu waktu mereka SMA.
Dia mendahului Hanna memilih meja untuk mereka makan. Rio sengaja memilih meja yang ada tempat buat ngecas handphone. Kebiasaan Rio makan disini sambil bermain game online.
"Disini lo tinggal pilih dah mau makan apa…" ucap Rio sambil memasang charger handphonenya.
"Selamat datang mbak, mas…" ucap Pelayan dengan ramah. "Ini daftar menunya…" pelayan itu lalu menyerahkan daftar menu pada Rio dan Hanna.
Hanna terkejut melihat daftar menu yang dia baca. Disana berisi berbagai macam menu makanan. Mulai dari kuah, goreng, bakar, bakso, dan soto.
"Saya Bakso sama minumnya Es jeruk mas…" ucap Hanna pada pelayan.
"Kalau saya Bakso juga, tapi minumnya cola ya mas…" ucap Rio lalu menyerahkan daftar menu. Hanna juga menyerahkan daftar menu yang dia baca.
"Mohon ditunggu ya mas, mbak…" ucap pelayan sebelum pergi meninggalkan mereka.
"Lo tau dimana tempat kayak gini?" tanya Hanna sambil berbisik pada Rio.
"Mirhan pernah traktir Gue, Heri, Arif, Helena, dan Rasya kesini…" jawab Rio sambil tersenyum.
"Tapi...kayaknya makan disini mahal deh…" keluh Hanna ke Rio.
"Kan bokapnya Mirhan udah ngasih uang kita buat jalan," jawab Rio sambil tersenyum.
"Oh…pantes lo berani ngajakin gue makan kesini…" ucap Hanna sambil tersenyum juga.
"Lo suka gak sama kalung yang gue kasih?" tanya Rio saat dia melihat kalung pemberiannya yang melingkar di leher Hanna.
"Kalau gue gak suka, ngapain gue pake sampai sekarang?" Hanna lalu memperlihatkan kalung pemberian Rio yang ada di lehernya.
"Syukur deh…" ucap Rio sambil tersenyum. "Jangan sampai hilang ya?..." pinta Rio pada Hanna.
"Emang kenapa kalau sampai Hilang?" tanya Hanna dengan tatapan menggoda.
"Awas aja…" jawab Rio dengan mulut yang cemberut.
"Iya...sayang…" ucap Hanna kembali menggoda Rio.
__ADS_1
"Apaan sih?..." terlihat sekali saat ini Rio sedang baper.
Bersambung…