Game Lover

Game Lover
Bab. 33 Rio dan Hanna Berduaan di Dermaga


__ADS_3

Now Loading… 


Ternyata orang tua Rio dan Hanna serius ingin menjodohkan anak mereka. Ini terbukti dengan acara pertunangan Rio dan Hanna yang sangat meriah. Acara ini diadakan di sebuah gedung yang disiapkan oleh pak Meriady.


Ayahnya Rio dan Ayahnya Hanna sengaja mengontak pak Meriady untuk menyiapkan gedung. Pak Meriady sangat senang membantu mereka, karena ini juga akan berimbas baik pada game yang Rio dan Hanna sebagai Brand Ambassadornya. Sementara Rio dan Hanna hanya terduduk melihat betapa megahnya acara yang sudah disiapkan. Mereka terkejut banyak sekali stiker Megawave yang terpasang disana. 


"Ini bukan seperti acara pertunangan tapi seperti acara promosi game," ucap Heri berkomentar. 


"Gue juga gak nyangka bakalan seperti ini jadinya," ucap Mirhan sambil garuk-garuk kepalanya. 


Seluruh tim Shark Station hadir disana untuk membantu Rio dan Hanna. Pelatih mereka Dendi juga hadir untuk membantu persiapan pertunangan anak didiknya. Mbak Manda bersama Rasya membantu Lia dan ibunya Rio untuk mendekorasi tempat acara. 


Meski acara ini dimodali oleh pak Meriady, tapi tim Shark Station lah yang mendesain seluruhnya. Mirhan membuatkan desain 3D di komputernya sebagai contoh, kemudian mereka membuat sesuai desain 3D yang dibuat Mirhan. Mereka semua terlihat senang membantu Rio dan Hanna. 


Hardi dipinta Mirhan untuk merekam seluruh aktifitas mereka. Ayahnya Mirhan membiayai operasi untuk Hardi. Proses operasi Hardi sama seperti operasi pemain sepakbola yang cedera, itulah kenapa sekarang Hardi sudah mulai bisa berjalan. 


"Gimana keadaan kaki lo Di?" tanya Rio pada Hardi yang sedang mengecek handycam yang dipinjamkan Mirhan padanya. 


"Sudah lumayan membaik kok kak," jawab Hardi sambil tersenyum. Dia sangat senang bisa gabung menjadi kru tim Shark Station.


"Tapi jangan maksain diri ya?" pinta Rio sambil menepuk pundak Hardi.


"Terima kasih kak," jawab Hardi sambil tersenyum. 


"Hardi tolong rekam bagian sini…" ucap Gio memberi arahan pada Hardi. 


"Iya kak…" jawab Hardi lalu berjalan menuju Gio. 


"Gue merasa tunangan gue disponsori…" ucap Hanna yang menghampiri Rio.


"Mau gimana lagi?..." Rio menanggapi dengan pasrah. "Bahkan Mirhan sendiri sebagai anaknya sangat kebingungan," tambahnya lagi. 


"Tadinya gue pengen bertunangan dengan orang yang gue sayang, malah gue bertunangan dengan orang kayak lo," ucap Hanna agak mengeluh. 


"Lo pikir gue mau bertunangan dengan cewek kayak lo?" Rio membalas tanggapan Hanna dengan emosi. 


Mirhan, Heri, Arif, Yoda, dan Gio sudah sering melihat Hanna dan Rio berantem seperti itu. Mereka hanya melihat saja tanpa berpikir melerai. Sekilas mereka berpikir bagaimana Rio dan Hanna di malam pertama kalau mereka selalu berantem seperti itu. 


"Tapi terima kasih ya?" ucap Hanna sambil tersenyum ke Rio. 

__ADS_1


"Buat apa?" tanya Rio benar-benar tidak mengerti maksud ucapan Hanna. 


"Karena lo belain gue waktu gue dimarahi Heri," jawab Hanna menjelaskan.


"Oh...soal itu…" Rio baru ingat kejadian kemarin. "Santai...gue tau lo udah berusaha dengan keras buat tim Shark Station, agak kelewatan aja kalau dia marahin lo hanya karena lo belum bisa mengikuti gaya permainan dia," ungkap Rio menambahkan. "Jalan-jalan yuk?..." ajak Rio kemudian.


"Jalan-jalan kemana?" tanya Hanna kebingungan. 


"Gue liat ada dermaga di samping gedung ini…" ucap Rio sambil tersenyum. 


"Lo mau nyulik gue?" tanya Hanna sambil tersenyum. 


"Emang ada orang nyulik minta izin?" Rio balik bertanya. 


"Kalau yang lain nyariin kita gimana?" tanya Hanna sambil melihat-lihat teman-teman mereka yang sedang sibuk mendekorasi gedung. 


"Gak lama kok," jawab Rio sambil tersenyum. "Lagian lo pasti juga suntuk kan disini?" tanyanya lagi pada Hanna. 


"Apa boleh buat…" jawab Hanna kemudian tersenyum. 


Rio dan Hanna berjalan beriringan menyusuri dermaga. Hanna terlihat cantik memakai kemeja cewek berwarna biru muda dan celana jeans biru. Dia memakai sepatu kets cewek berwarna putih. Sedangkan Rio memakai kaos berwarna biru dan jeans biru. Dia memakai kets hitam. 


"Kenapa lo liatin gue?" tanya Hanna setelah dia berhasil menciduk Rio yang kedapatan memperhatikannya. 


"Muka lo lucu…" jawab Rio ngasal. 


"Lucu apanya?" tanya Hanna lagi sambil menatap Rio dengan tatapan menyelidik. 


"Hidung lo pesek…" jawab Rio sambil mencubit hidung Hanna. 


"Auw!…" seru Hanna saat hidungnya dicubit Rio. "Sakit tau?..." Hanna sambil mengelus hidungnya yang baru dicubit Rio. 


"Ha ha ha…" Rio tertawa puas, kemudian dia lari. 


"Awas lo ya!..." teriak Hanna sambil mengejar Rio. 


Rio dan Hanna berlarian di dermaga sambil tertawa. Mereka terlihat bahagia sekali menikmati kebersamaan ini. Mereka kembali teringat masa mereka masih kecil waktu bermain bareng.


Hardi tiba-tiba melihat kebersamaan Rio dan Hanna di dermaga. Dia langsung mengambil inisiatif untuk merekam momen ini itu. Rio dan Hanna tidak menyadari kehadiran Hardi disana. 

__ADS_1


Hanna dan Rio duduk di dermaga dengan kaki berjuntai di atas air. Mereka tersenyum melihat kapal-kapal yang berjalan di atas air.  Hanna sangat senang diajak Rio bersantai di atas dermaga. 


"Apa target lo untuk tim Shark Station?" tanya Hanna sambil memandangi lautan. 


"Target gue menjadikan tim ini lebih besar…" jawab Rio sambil menatap kapal. 


"Tapi itu bakalan sulit kan?" tanya Hanna agak sedikit ragu. "Apalagi ada gue di tim Shark Station…"


Rio kemudian terlihat tersenyum mendengar ucapan Hanna. "Memang sulit, tapi gue yakin semua anggota di tim Shark Station adalah Pro Player terhebat," jawab Rio dengan mantap. 


"Selama ini gue lebih banyak bikin masalah kan?" ungkap Hanna dengan jujur. 


"Syukur deh lo sadar diri, makanya lain kali kalau main game Dotha 2 jangan cupu," Rio sengaja ngeledek Hanna agar mencairkan suasana. Tanpa bicara Hanna langsung memukul punggung Rio dengan keras. "Aduh!..." teriak Rio kesakitan. "Gue hanya bercanda kali!...gue hampir jatuh nih.." tambah Rio marah-marah.


"Makanya jangan coba bikin gue marah…" ucap Hanna dengan wajah tegas. 


"Hampir aja gue berenang di laut…" ucap Rio sembari duduk lebih ke belakang lagi. 


"Kenapa lo memohon pada bang Dendi agar gue jadi Player utama di tim Shark Station?" tanya Hanna kemudian. 


"Siapa yang bilang?" tanya Rio terkejut. 


"Lo gak perlu tau dari mana, lo cukup jawab pertanyaan gue…" ucap Hanna dengan serius. 


"Gue percaya sama lo, jadi jangan khianati kepercayaan gue," jawab Rio singkat. Hanna tersenyum mendengar jawaban Rio yang agak romantis. 


Dia kemudian mengeluarkan sebuah kalung dari kantong celananya. Kalung itu terbuat dari rantai dan tergantung sebuah karakter game yaitu Sonic. Dia lalu memperlihatkannya pada Hanna.


"Lo suka gak?" tanya Rio ragu-ragu.


"Kenapa gak lo pasang langsung aja di leher gue?" tanya Hanna menggoda Rio. 


Hanna lalu mengangkat rambutnya yang panjang. Dia melakukan itu agar Rio bisa dengan mudah memasang kalung itu di lehernya. Rio lalu memasangkan kalung itu ke leher Hanna dengan hati-hati. 


"Kok tangan lo gemeteran?" tanya Hanna kembali menggoda Rio. 


"Berisik, gue lagi usaha buat masangin," jawab Rio dengan kesal. "Lo suka gak?" tanya Rio setelah kalung itu terpasang di leher Hanna. 


Hanna langsung memeluk Rio dengan mesra. Rio cukup terkejut menerima perhatian dari Hanna. Dia sebenarnya tidak menyangka akan dipeluk Hanna dengan mesara. Sementara Hardi tersenyum merekam momen romantis antara Hanna dan Rio. 

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2