Game Lover

Game Lover
Bab. 25 META Buatan Rio dan Hanna


__ADS_3

Now Loading...


Mirhan, Heri, dan Arif dari tadi memperhatikan Rio dan Hanna yang sedang duduk berhadapan. Mereka seperti sedang memikirkan sesuatu. Setelah keputusan dari orang tua mereka yang akan menikahkan Hanna dan Rio. 


"Gue gak bakalan mau menikah dengan lo," ucap Hanna mulai bersuara. 


"Lo pikir gue mau menikah dengan lo?" Rio menanggapi ucapan Hanna dengan nada yang kesal. 


"Mana mau gue menikah dengan Jin Botol kayak lo...ih...jijik banget gue…" ucap Hanna merendahkan Rio. 


"Eh...Monyet Betina...gue juga jijik kalau menikah dengan lo," ucap Rio dengan nada lebih keras. 


"Kalau lo berdua hanya berantem, masalah lo gak bakalan selesai," ucap Heri menengahi perdebatan mereka.


"Kenapa kalian gak menerima perjodohan ini saja?" Arif memberikan usul yang menurut Hanna dan Rio sangat buruk. 


"Gak akan…" ucap Rio dan Hanna kompak. 


"Perjodohan itu masih lama kan?" tanya Mirhan. " Untuk sementara ini lo pada fokus ke turnamen dulu, masalah perjodohan biar lo selesaikan nanti," usul Mirhan pada mereka. 


Rio lalu memperlihatkan sebuah pesan chat yang dikirimkan oleh adiknya Rio. 


"Kak...kata papah, setelah papah keluar dari rumah sakit, kakak harus bertunangan dulu dengan ka Hanna," itulah isi pesan chat yang dikirim Lia adiknya Rio. 


"Sampai sejauh itu?" tanya Arif terkejut. 


"Rupanya mereka serius dengan perjodohan ini," ucap Heri mengomentari.


"Kenapa lo pada gak menolak sih?" tanya Mirhan kemudian. 


"Gue gak mungkin bisa menolak permintaan bokap gue, kalau bokap gue udah berkehendak, gak ada yang bisa menolaknya," ungkap Hanna dengan leso. 


"Apalagi gue, bokap gue pasti sedih kalau gue gak menuruti permintaan bokap gue, itu pasti akan bikin penyakitnya tambah parah," Rio terlihat sangat khawatir tentang itu. 


"Terus kenapa lo pada gak pura-pura tunangan aja?" ucap Arif sambil menyalakan rokoknya. 


"Meski ide itu terdengar bodoh, tapi gue setuju sih dengan ide ini si Aligator…" ucap Heri mendukung ide Arif. 


"Tapi keputusannya tinggal ditangan lo pada sih, kalau lo pengen mengulur waktu sampai kontrak lo dengan bokap gue kelar, ya lo terpaksa harus ngikutin ide Arif…" ucap Mirhan dengan bijak. 

__ADS_1


"Sebenarnya gue gak suka sih mempermainkan sebuah pertunangan, tapi kita gak punya pilihan lain," ucap Hanna kemudian. 


Rio kemudian berpikir sejenak untuk menimbang-nimbang. Dia dilain pihak gak pengen menikah dengan Hanna, tapi dia gak bisa bikin ayahnya sakit lagi karena dia yang menolak perjodohan ini. Meski dia suka dengan Hanna, tapi egonya terlalu besar untuk mengakuinya. 


"Yah...apa boleh buat…" ucap Rio dengan pasrah. "Tapi gue pengen lo pada bantuin gue," tambahnya kemudian. 


"Bantuin ngapain dulu?" tanya Arif pada Rio. 


"Asal kami jangan dipaksa yang aneh-aneh aja," ucap Heri dengan ketus. 


"Lo pada pura-pura dihadapan umum kalau kami ini pacaran," ucap Rio menjelaskan. 


"Mir...kontrak gue sama bokap lo berakhir sampai setelah turnamen selesai kan?" sekarang Rio bertanya pada Mirhan. 


"Dua hari setelah turnamen...itu juga kalau bokap gue gak memperpanjang kontrak lo berdua," jawab Mirhan sambil melihat isi di handphonenya. 


"Lama juga ya?" Rio terlihat merenung. 


"Lo berdua yakin gak bakalan saling cinta entar?" tanya Heri menatap Rio dan Hanna dengan serius. 


"Cinta sama dia?" tanya Rio seolah terkejut. "Gak akan…" ucapnya dengan ketus. 


Mereka berdua kembali ribut oleh masalah sepele doang. Arif, Heri, dan Mirhan kembali melongo melihat tingkah kedua temannya yang tidak ubahnya seperti anak kecil. Karena kesal Heri lalu menyalakan komputer di meja yang bertuliskan "Heri/Teslater".


"Lo pengen terus berantem atau mau lanjut latihan?" tanya Heri dengan dingin. 


Mendengar ucapan Heri membuat Rio dan Hanna diam. Mereka juga ikut menyalakan komputer di meja mereka masing-masing. Mirhan dan Arif juga menyalakan komputer mereka. 


Mereka kali ini mulai kembali bermain game Dotha 2 dengan Rio memakai karakter andalannya yaitu Master Pengait. Hanna memakai Blue Angle yang baru kali ini dimainkannya. Mirhan memakai hero Mr. Shooter ini juga pertama kali dimainkannya. Heri memakai hero Sky Dragon, dan Arif memakai hero Giant Bomber.


Mereka mulai bermain dengan baik, sementara Rio dan Hanna seperti tidak bermain dengan serius. Sebab mereka berapa kali dibunuh oleh musuh. 


"Lo pada main gimana sih?" tanya Heri dengan kesal. "Mainnya yang fokus dong…" tambahnya memarahi Rio dan Hanna. 


Sementara Hanna dan Rio diam saja, sebab mereka memang merasa kurang bagus bermain. Mirhan dan Arif bermain dengan bagus, meski tidak jarang terjebak perangkap musuh. Heri sendiri bermain selalu dengan bagus saat berhadapan dengan hero lawan. 


Rio akhirnya mulai bermain bagus seperti biasanya setelah score mereka kalah jauh dengan musuh. Dia mulai berusaha mengejar level skillnya yang dibawah hero musuhnya. Hanna sendiri mengikuti Rio yang mulai bisa menguasai permainan. 


"Yo…" ucap Hanna kemudian pada Rio. 

__ADS_1


"Iya...ada apa?" tanya Rio yang sedang fokus membunuh minion musuh. 


"Coba lo cari cara biar bisa menjebak hero musuh," pinta Hanna dengan serius. 


"Tapi level skillnya lebih tinggi dari here kita," ucap Rio menanggapi ucapan Hanna. "Tunggu sebentar…" Rio kemudian berpikir sambil kadang bersembunyi di jungle. "Gue coba maju ke depan, tapi lindungi gue dengan teleport gue ke belakang," pinta Rio pada Hanna. 


"Oke…" ucap Hanna bersemangat. 


Rio dan Hanna memancing Hero terkuat musuh mereka. Rio beberapa kali hampir terkenal ulti, untungnya Hanna dengan sigap teleport Rio tepat waktu. Itu membuat Rio aman dari ulti musuh. Hanya dengan cara begitu mereka bisa dengan mudah menghajar tower musuh. 


"Mantap…" seru Arif sangat senang karena timnya memiliki kemajuan. 


"Hati-hati, lo berdua pasti diincar…" ucap Heri mengingatkan. 


"Siap…" jawab Hanna sambil tersenyum. 


"Oke kalau gitu gue ngincer bagian bawah…" ucap Mirhan langsung maju. 


"Biar gue yang temenin lo," ucap Arif mengikuti Mirhan. 


Apa yang diberitahukan Heri terbukti, sebab hero Rio dan Hanna dikejar oleh hero musuh mereka. Kali ini bisa dipastikan Rio dan Hanna tidak akan bisa lolos lagi. Rio berusaha sekuat tenaga menarik musuh menuju tawer mereka, tapi musuh selalu mundur dan menghindar. 


"Sial!…"seru Rio dengan kesal. 


"Santai bro…" ucap Hanna menyemangati. 


Rio dan Hanna kembali memancing hero musuh mereka. Kali ini mereka maju sampai hampir ke base musuh. "Jangan terlalu jauh majunya!…" Heri memperingatkan Rio dengan lantang.


Rio dan Hanna tetap saja maju ke depan. Hero yang menghadang mereka saat ini adalah hero terkuat yang mengalahkan Heri dan Mirhan. Kali ini Rio benar-benar sudah terjebak oleh rencana musuh. Tepat saat Rio mundur, hero musuh sedang melakukan ulti. 


Rio terkejut lalu tanpa sadar memencet hook untuk menarik musuh. Musuh mereke terkena hook dari Rio, dan saat itu juga Hanna melakukan teleport Rio ke base mereka. Rio memang kembali ke base tepat waktu, tapi hooknya masih menempel di hero musuhnya. Itu membuat hero musuh ketarik sampai base mereka. Hasilnya Rio bisa membunuh hero musuh dengan mudah di base. 


"GG…" ucap Heri seolah tidak percaya dengan apa yang terjadi. 


"Gimana caranya Yo?..." tanya Mirhan juga kebingungan. 


"Lha...kocak...kok bisa gitu?..." seru Arif penasaran. 


Sementara Hana dan Rio tertawa ngakak dengan META yang mereka dapat tanpa sengaja. Ini pertama kalinya Rio dan Hanna memakai META Teleport Hook. Mereka merasa ini akan menjadi META andalan mereka berdua. 

__ADS_1


Bersambung… 


__ADS_2