
Lalu, pada waktu berikutnya. Kami memang pergi untuk berburu lebih banyak monster.
Eh, tidak tepat menyebutnya "kami" karena hanya aku yang berjuang disana.
Karena aku yang sudah naik level sekarang, kali ini aku bisa mengatasi beberapa hobgoblin dengan tingkat kesulitan yang berbeda dari sebelumnya.
• Nama: Jean
Level: 25
HP: 2590 / 2590
MP: 1563 / 1563
Attack: 3135
Physical Endurance : 2935
Agility: 1731
Luck: 59
Skills: [Double Attack] | [Appraisal] | [Two Heavy Attacks] | [Strong Shield]
---
"Sekarang aku sudah level dua puluh lima."
"Sepertinya kau sudah berusaha sangat baik hari ini, Jean!"
Aku menggangukan kepala.
"Semua ini berkat bantuanmu, Siska. Aku sangat berterimakasih."
Ketika aku sedikit menundukan kepala, Siska segera menatapku canggung.
"Ah, bukan masalah. Lagipula berkat kamu yang memperbolehkanku datang ke rumahmu, aku bisa bermain game sepuasnya."
Siska kemudian menunjukan beberapa hal sebelum mengeluarkan batu kristal dalam jumlah tertentu.
"Ini, batu uangmu."
Siska menyerahkan itu kepadaku.
Ah, iya. Aku bahkan sampai lupa tentang monster yang menjatuhkan kristal.
Dia pasti mengumpulkannya ketika aku sibuk melawan para hobgoblin.
"Emmm, terimakasih."
Aku mengambilnya dan melempar semuanya ke cincin storage.
"Satu batu hobgoblin seharga seribu emas, atau kadang bisa tinggi lagi, lho, tergantung level mereka. Jadi, dengan begini kau sudah bisa mengganti perisai yang rusak itu."
__ADS_1
"Tunggu, berapa katamu tadi?"
Jadi, jika itu seribu, aku bisa menghasilkan banyak uang dari perburan tadi, bukan?!
"Nah, aku akan merekomendasikan toko senjata paman Grad."
"Aku memang akan pergi kesana, kok."
"Jadi kamu sudah mengenal dia?"
Mata Siska melebar sebelum menunjukan wajah yang terkejut.
Aku juga merasa ini cukup mengejutkan.
Aku tidak tahu apa hubungan Siska dengan paman Gred, tapi kurasa mereka saling mengenal.
"Lalu, kemudian. Karena levelmu sudah memenuhi syarat untuk mendapatkan skill unik."
Aku menggangukan kepala dengan tegas.
"Tolong beritahu aku bagaimana cara mengaktifkannya!"
"Pastinya kamu akan mengatakan itu. Lalu, etto ..."
Kemudian, dia seperti merombak statusku sebelum terlihat memunculkan sesuatu dari panel miliknya.
• [Peningkatan status aktif]
[Mencari skill unik yang cocok ...]
"Ini, apa yang kamu lakukan, Siska?"
Gadis itu hanya menggelengkan kepala.
"Tidak, aku hanya membantumu mengaktifkan skill unik dengan cara rahasia."
"Cara yang rahasia?"
Aku bahkan baru mengetahuinya, jadi, beginikah cara pemain ahli melakukannya?
[Berhasil menemukan skill unik yang cocok]
"Oh, lihat, ini adalah yang kita tunggu-tunggu!"
Lalu ...
[Skill Penjumlahan, Mengalikan, Pengurangan, Pembagian ditambahkan ke dalam status]
"Ini ..."
"Uhmmm, yah. Hasil yang tidak terduga."
Sementara Siska dengan senyuman canggung melihat pemberitahuan itu, aku justru, mulutku terbuka lebar.
__ADS_1
"Kemampuan matematika yang aku cari!!!"
Mataku bercahaya sendirinya!
"Aku, aku ..."
Melihat aku yang terlihat bahagia, Siska hanya tertawa menyaksikan.
"Whops, aku senang melihatmu senang, Jean. Tapi, tentang kamu yang bermain sampai satu jam, sepertinya ini sudah melewati tiga puluh menit."
"Ugh? Apa?!"
---
Aku buru-buru pergi ke penginapan untuk menyimpan progres game ku.
"Maafkan aku Siska, aku hanya bisa main sampai jam segini."
"Ah, tidak masalah. Aku juga menikmatinya kok, bermain bersamamu."
Kemudian, setelah aku pergi ke penginapan yang di ajak oleh Siska, ke Silver Moon Inn tepatnya.
Bibi Starla langsung menyapa kami.
"Maafkan aku, Bibi. Tapi sepertinya aku sedang terburu-buru."
Aku langsung menjelaskan situasinya dan memesan satu kamar untuk dua orang.
Bibi Starla memahami situasiku, dan dia segera melakukannya dengan cepat.
Aku menekan pilihan [Log Out] setelah kami tiba di kamar lalu.
"Jean, bagaimana? Tentang game ini?"
"Aku ... Aku ..."
Aku tidak bisa mendeskripsikannya, tapi aku akan menggangap ini──
"Luar biasa."
"Benar, kan?"
Aku menggangukan kepala, di hadapanku sekarang adalah Siska yang kembali ke penampilan normalnya.
Karena Siska menginap di rumahku, jadi kami akan tidur bersama di satu ranjang pada malam itu.
"Ngomong-ngomong Jean, piyama yang bagus."
Siska mengatakan itu ketika melihatku mengganti baju.
"Kamu juga, bukankah itu adalah telinga kelinci?"
"Yah, uhmm ... Memang, aku memang menggunakan ini untuk tidur."
__ADS_1
Dan, tebak. Uhmmm, Siska yang sekarang mulai terlihat tersipu.