Game Plus School!

Game Plus School!
Chapter 74 - End


__ADS_3

"Oke, karena sudah diputuskan. Jean, kita akan melakukannya sekarang."


Karena aku tidak tahu bagaimana itu bekerja, jadi aku hanya akan menyerahkan di bagian pembelian rumah kepada Siska.


Nah, ketika dia sedang melakukan sesuatu dengan jendela menu dia.


Aku akan segera memasuki rumah setelah Siska mengatakan, "Sudah berhasil!"


Dan langsung menaruh tubuh Ayano yang masih belum membuka matanya di atas ranjang yang ada dalam sebuah kamar di rumah itu.


"Lalu aku akan membantu untuk Leon sekarang."


Karena aku merasa bersalah kepada dia.


"Kabar buruk, Jean. Sepertinya dia baru saja offline."


"Ugh? Apakah kamu berfikir dia marah atau bagaimana?"


Nah, pada saat itulah aku akan menggangap wajar jika Leon kesal karena aku mengabaikannya!


Bagaimana ini? Dan ketika pikiran demi pikiran dimana aku akan dijauhi olehnya muncul.


"Hah? Apa susahnya, kamu minta maaf saja kepada dia. Dan juga, aku merasa keputusanmu sudah benar."


Dalam perkataan Siska, aku masih saja khawatir meskipun dia menegaskan bahwa aku tidak sepenuhnya salah.


Tapi aku tidak merasakan hal yang sama, karena Leon adalah rekan dalam satu party ku juga.


...----------------...


Pada keesokan harinya, ketika aku selesai berpakaian dan sarapan untuk kemudian pergi ke sekolah.


"Oh, selamat pagi, Jean."


Kyle yang tersenyum kepadaku menyadari kalau aku justru menunjukan ekspresi yang berbeda setelahnya.


"Kamu baik-baik saja, Jean? Kenapa kamu terlihat murung?"


Aku menggelengkan kepala.


"Tidak ... Hanya saja aku merasa sudah melakukan kesalahan kepada seseorang."


Aku berniat untuk mengatakannya kepada Kyle, jadi aku akan langsung menjelaskan situasi yang dimana aku harus memilih antara menyelamatkan Ayano yang tidak akan bisa hidup jika sudah die, lalu Leon yang sebaliknya, namun statusnya akan menjadi dikurangi.


...----------------...


(Eh, jadi dia sungguh memikirkan itu?)


Dalam pikiran bingung Kyle, dia tahu bahwa itu adalah keputusan yang tepat.


(Lagipula, aku juga merasa Jean tidak perlu sesedih ini.)


Karena dia adalah Leon itu sendiri, dalam hal ini dia mengerti bagaimana yang Jean rasakan.


"Kalau aku bilang bahwa dia marah, apa yang kamu lakukan?"


"Huh, bukankah sudah jelas aku harus meminta maaf? Lalu ... Mungkin aku juga akan melakukan sesuatu untuk membalas dia."


Dan ketika itu yang menjadi jawaban atas pertanyaan Kyle, entah kenapa dia mulai memikirkan sesuatu hal yang akan membuat gadis disampingnya kesulitan setelahnya.


...----------------...


Setelah di hidupkan kembali, di dalam dunia game Kyle mengatakan ini.


"Oke ... Aku akan mengatakan suatu hal kepadamu, Jean. Aku memang cukup kesal karena kamu lebih memilih dia daripada anggota partymu sendiri. Lalu, aku sepertinya perlu mengatakan sesuatu kepada──"


Nah, karena Kyle merasa bahwa Jean perlu mengetahui bahwa dia menyamar jadi Leon.


"Aku minta maaf, lalu ... Sebagai gantnya, etto ..."

__ADS_1


Sambil memain-mainkan jari dia, Jean mengatakan itu dengan sedikit ragu-ragu dan sudah mewarnai wajahnya sekarang.


"Eh, ano ... Itu ... Kamu ... Bisa meminta apapun dariku. Y-ya! Khusus untuk mu! Etto, aku akan melalukan apapun untuk bisa mendapatkan kepercayaanmu lagi ..."


(Eh? Sungguh?!)


Kyle yang sekarang mungkin akan memanfaatkan ini untuk bisa menikmati tidur di paha Jean.


(Namun, aku tidak puas jika hanya dengan itu.)


"Lalu aku akan meminta untuk mengelus kepalamu."


(Ya, setidaknya aku ingin merasakan bagaimana rasanya melakukan ini. Aku tahu Jean itu terlihat polos, dan aku juga ingin dia menunjukan reaksi yang cutee ... Ketika dia memerah. Tapi, bukan hanya itu saja. Karena dia berulang kali melihat ekspresi memalukanku, nah ... Aku akan menggangap ini setimpal jika aku bisa melihat hal yang memalukan darinya juga.)


"Kamu yakin hanya meminta itu? Aku sudah melakukan hal yang buruk kepadamu, lho."


Sambil meruncingkan bibirnya, Jean hanya menatap Kyle dalam ketenangan itu, dan dia terlihat agak terkejut dengan permintaanya.


(Dibandingkan memikirkannya, aku lebih menyukai kamu yang mengeluarkan ekspresi imut mu itu.)


Entah kenapa pikiran tersebut mulai muncul dalam diri Kyle.


Dia kemudian menggelengkan kepala dan dengan menghela nafas berkata.


"Begini, Jean. Aku adalah Kyle, dan yang kamu lihat saat ini adalah avatar buatanku."


"Permisi?"


Kyle menggangukan kepala dalam wajah merah Jean.


"Aku adalah Kyle, dan Leon adalah nama karakter game ku."


"Jadi ... Etto ... Jadi, ka-kamu ... Wah!"


(Tentu saja dia akan menjadi seperti ini.)


Kyle hanya menghela nafas sebelum dia mulai menjelaskan semuanya.


...----------------...


"Jadi ... Ah, kamu ... Kenapa tidak memberitahuku lebih awal?"


Hmmmph ... Ini akan menjadi hal yang menyebalkan untuk di dengar. Jika dia tahu aku adalah Jean, kenapa dia menyembunyikannya setelah sekian lama?


"Aku minta maaf untuk itu, oke? Lalu ... Untuk permintaan maafmu. Begini ..."


Kyle menggaruk kepala sambil terlihat membuang muka sebelum aku menyadari apa yang dia maksud.


"Te-tentu saja ... A-aku akan membiarkanmu melakukannya ... Tapi ..."


"Tapi di dunia nyata."


Eh──Wajahku tiba-tiba terangkat dengan sendirinya.


"Ta-tapi kamu bisa melakukannya sekarang, bukan?"


"Tidak, aku menginginkanmu di dunia nyata."


...----------------...


Karena tidak mempunyai pilihan, jadinya aku akan membiarkan Kyle melakukan ini.


Pada awalnya aku juga tidak menyangka jika Leon itu memang benar adalah dia, namun ... Setelah Kyle mengajak ku untuk pergi ke suatu tempat yang cukup sunyi.


"A-Aku ..."


Kenapa aku merasa tegang ketika dia akan melakukannya?


Kyle berdiri dihadapanku, dan dia dengan sedikit ragu-ragu menyuruhku untuk mendekat.

__ADS_1


"Aku tidak akan bisa melakukannya jika kamu berada cukup jauh darimu."


Dengan pipi yang masih diwarnai, aku hanya menggangukan kepala sebelum dengan lembut aku akan merasakan sesuatu sudah membelai rambutku.


"Emmm, ano ..."


...----------------...


Namun, di sisi lain.


Melihat wajah Jean seperti yang dia inginkan membuat Kyle terlihat puas dengan itu.


(Ternyata memang benar, dia ternyata bisa berekspresi seperti ini jika sedang gugup?)


Nah, karena tujuan Kyle sudah tercapai, untuk melihat hal yang memalukan dari Jean.


(Tapi, entah kenapa aku masih belum merasa puas setelah melakukannya. )


Pertama-tama dia berniat untuk lebih lama mengelus kepala Jean.


"A-Ano ..."


Karena gadis itu terlihat semakin memerah dari waktu ke waktu, dia yang menemukan itu semakin cutee di bagian tertentu akhirnya tanpa sadar membuat tangannya menyentuh bagian lain.


...----------------...


"Oh, maaf."


Kyle menarik ujung jari yang tidak sengaja menyentuh bagian telingaku.


"Ah, ah ... Apa yang ..."


Aku secra reflek memejamkan mata.


Ketika aku berfikir dia akan melakukan sesuatu.


Ternyata itu adalah kesalahan yang tidak disengaja.


Aku membuka mataku lagi, dan dengan ragu-ragu aku bertanya.


"Lalu ... Emmm, karena kamu sudah puas melakukannya. Jadi, mulai dari sekarang, apakah kamu──"


"Tunggu sebentar, Jean."


Eh, dan sekarang ada apa lagi?


"Aku ingin mengajak mu pergi ke suatu tempat. Kali ini, hanya kita berdua, oke? Lalu, tentang tantangan yang diberikan oleh idiot itu. Nah, aku akan membalas dengan mengajakmu ke suatu lokasi seperti taman bermain, mungkin?"


Wah, ... Ini ... Apa yang dia katakan?


"Kamu setuju atau tidak?"


"Etto ... Aku ...?"


"Kalau tidak setuju maka aku tidak akan keberatan jika itu yang menjadi keputusa──"


Bagian ujung bibir Kyle menaik, dan ketika aku yang dengan ragu-ragu mengatakan.


"Bukannya aku tidak setuju, tapi ... Emmm, aku ... Oke ... Aku akan menemaimu kali ini, jadi ..."


Aku langsung membalas senyuman dia dengan senyuman dariku, meskipun aku sedikit gugup pada awalnya.


Tapi, setelah Kyle mengulurkan tangannya ke arahku, entah kenapa aku jadi ingin mengengam erat tangan dia.


Hingga pada suatu hari dia berkata kepadaku.


"Aku menyukaimu, Jean."


...----------------...

__ADS_1


Game Plus School Versi Web Novel - Volume 4


Status: End


__ADS_2