Game Plus School!

Game Plus School!
Chapter 67


__ADS_3

Seseorang kemudian muncul tidak lama setelah Ellen selesai berbicara dengan telepon.


"Nah, my husband akan datang untuk membantuku. Lalu, kalian tidak akan punya harapan. Setidaknya kita akan seimbang mulai dari sekarang dalam hal jumlah. Ngomong-ngomong level darling sudah dua ratus delapan puluh-an."


Eh, darling?


Ketika penjelasan demi penjelasan aku dengar.


"Ugh, Siska ... Bagaimana sekarang?"


Aku kemudian seperti mendengar Siska mengatakan, "Fumu ..." atau, "Umu-umu." dalam kalimatnya yang kemudian membuatku cemberut.


Duh, tidak bisakah dia menggangap ini serius?


"Eh, oh! Memang kita tidak mempunyai pilihan selain pada akhirnya harus menghadapi mereka berdua, lalu aku punya ide!"


"Huh, apa itu?"


"Kita hanya perlu pergi ke Fredohmnica secepat mungkin, untuk kemudian keluar dari wilayah pemain baru ini."


Ketika aku menanyakan apakah itu efektif.


Siska menjawab sambil memggangukan kepala.


"Nah, area itu sedikit berbeda dengan wilayah pemain baru. Setidaknya mereka mengizinkan pertarungan antar pemain tanpa melewati proses undangan pertarungan."


"Heh, bukankah itu berarti ..."


Tapi, tetap saja. Aku merasa ada yang kurang dengan itu.


"Tentu saja, kita akan sedikit repot jika harus bertarung sambil melindungi dik Ayano."


Aku juga merasa demikian.


Ketika kami hampir menyerah pada pilihan untuk membawa Ellen dan suaminya ke luar wilayah Frdohmnia, kalimat yang seharusnya tidak pernah muncul dia katakan dengan mudahnya.


"Aku akan memanggil kakak ipar dan sekalian mengajak my family untuk ikut bermain."


...----------------...


"Sekarang benar-benar buruk, Jean. Aku tidak tahu keluarga dia dipenuhi oleh orang-orang yang hobi bermain game. Lalu, level yang tinggi itu."


Aku menggangukan kepala dalam perkataan khawatir Siska.


Setidaknya sekarang jika harus dibandingkan, itu seperti dua orang melawan tujuh pemain.


Nah, pada bagian dua itu tentu adalah kami, kemudian pihak Ellen yang memanggil seluruh keluarganya untuk membantu bertarung.


Ketika aku memikirkannya, bahwa mereka sudah memenuhi dan mengelilingi kami sekarang.


Jika terus seperti ini, aku tidak tahu apakah kami akan berhasil melindungi Ayano pada akhirnya ketika sampai di wilayah Fredomnica, setidaknya kami hanya berjalan dan mengikuti arus.


[Kamu ... Ugh, maksudku Kak Jean yakin akan melakukan ini?]


Gahhh ... Pertama kalinya aku dipanggil seperti itu.


Aku buru-buru menggelengkan kepala sebelum menoleh ke samping untuk menemukan wajah Ayano yang terlihat bermasalah.


Tapi, setelahnya aku hanya mengatakan bahwa itu adalah keputusan kami untuk tetap melindungi dia.


Minimal kami membutuhkan setidaknya seseorang yang bisa melindungi Ayano dari pertarungan dua lawan banyak ini.


Huh, ketika aku memikirkannya, bukankah aku memiliki kenalan dari anggota partyku?


...----------------...


Aku membuka daftar teman di panel status sebelum jendela baru muncul.


• Siska | Online | Pesan | Panggilan Suara


• Janny | Offline | Pesan | Panggilan Suara


• Leon | Online | Pesan | Panggilan Suara


"Huh, dia ternyata online?"


Ketika aku mengirim pesan yang mengatakan aku membutuhkan bantuan kepada yang terakhir itu.


• Leon 》 [Oke, aku akan segera datang.]


Dia langsung menerimanya, maksudku Leon sungguh benar-benar akan datang ke sini?


Eh, itu berarti, di pihak kami sekarang sudah ada tiga pemain.


"Tunggu dulu Jean, kalau kamu mengatakan kita masih kalah jumlah, setidaknya aku akan memanggil teman-temanku juga."


"Sungguh?!"


Siska menggangukan kepala dalam pertanyaanku.


"Ya, bisa dibilang ini akan menjadi perang antar pemain, aku sungguh menantikannya, untuk mengambil sesuatu dari keluarga si pencuri skill."


...----------------...


Dan begitulah, di kedua sisi sudah berdiri jumlah pemain yaitu, tujuh di kiri dengan Ellen sebagai pemimpin.

__ADS_1


"Ho, aku sangat terkejut karena kamu ternyata masih tidak mengakui kekalahanmu."


Juga dengan rekannya yang dia sebut sebagai My Husband.


"Meskipun ini adalah permintaan dari istriku, aku tidak akan memberikan belas kasih kepada bocah yang sudah membuat dia kehilangan banyak item."


Ugh, kurasa dia dendam kepadaku.


Ngomong-ngomong, tentang level dia.


• Nama: Ellen's husband


Level: 280


HP: 1 500 000 / 1 500 000


MP: 8 00 000 / 8 00 000


Attack: 2 000 000


Physical Endurance: 1 500 000


Agility: 1 000 000


Luck: 1000


Skills: [Appraisal] | [Haymaker] | [Iron Strike] | [Appraisal Block] | [Steel Body] | [Invincible Physique] | [Brutal Attack] | [Iron Fist] | [Make Loud] | [-ERROR-] | [-ERROR-]| [-ERROR-] | [-ERROR-] | [-ERROR-] | [-ERROR-] | [-ERROR-] | [-ERROR-] | [-ERROR-] | [-ERROR-]


Skill Unik: [-ERROR-]


Ternyata dia tidak berbohong tentang suamunya di level 280 itu.


Kemudian berdiri di samping pria itu adalah kakak kandung dia, keponakan laki-laki dia, dua anak laki-laki kembar di sebelah kiri lalu seorang gadis kecil di paling belakang dengan masing-masing ststus seperti:


• Nama: Ellen's Brother-in-law


Level: 280


HP: 1 000 000 / 1 000 000


MP: 2 000 000 / 2 000 000


Attack: 1 000 000


Physical Endurance: 8 00 000


Agility: 7 00 000


Luck: 500


Skill Unik: [-ERROR-]


── ── ──


• Nama: Ellen's nephew


Level: 200


HP: 1 000 000 / 1 000 000


MP: 1 000 000 / 1 000 000


Attack: 2 000 000


Physical Endurance: 9 00 000


Agility: 9 00 000


Luck: 550


Skills: [Appraisal] | [Haymaker] | [Iron Strike] | [Appraisal Block] | [Steel Body] | [Sabotage] | [Block Sabotage] | [Hazard Identification] | [Brutal Attack] | Poison Arrow] | [Spear of Light] | [-ERROR-] | [-ERROR-]| [-ERROR-] | [-ERROR-] | [-ERROR-] | [-ERROR-] | [-ERROR-] | [-ERROR-] | [-ERROR-] | [-ERROR-]


Skill Unik: [-ERROR-]


── ── ──


• Nama: Eldest Ellen Twins


Level: 200


HP: 1 000 000 / 1 000 000


MP: 5 00 000 / 5 00 000


Attack: 2 000 000


Physical Endurance: 8 00 000


Agility: 7 00 000


Luck: 500


Skills: [Appraisal] | [Twin Swords] | [Dagger Mastery] | [Concealment] | [Sudden Strike] | [Secret Weapon] | [Appraisal Block] | [Brutal Attack] | [-ERROR-] | [-ERROR-]| [-ERROR-] | [-ERROR-] | [-ERROR-] | [-ERROR-] | [-ERROR-] | [-ERROR-] | [-ERROR-] |


Skill Unik: [-ERROR-]

__ADS_1


── ── ──


• Nama: Ellen's Youngest Twins


Level: 199


HP: 999 990 / 9 999 990


MP: 5 00 000 / 5 00 000


Attack: 2 000 000


Physical Endurance: 8 00 000


Agility: 7 00 000


Luck: 500


Skills: [Appraisal] | [Twin Swords] | [Dagger Mastery] | [Concealment] | [Sudden Strike] | [Secret Weapon] | [Appraisal Block] | [Brutal Attack] | [-ERROR-] | [-ERROR-]| [-ERROR-] | [-ERROR-] | [-ERROR-] | [-ERROR-] | [-ERROR-] | [-ERROR-] | [-ERROR-] |


Skill Unik: [-ERROR-]


── ── ──


Nama: Eldest Princess Ellen


Level: 250


HP: 1 500 000 / 1 500 000


MP: 2 000 000 / 2 000 000


Attack: 1 900 000


Physical Endurance: 2 00 000


Agility: 1 000 000


Luck: 500


Skills: [Appraisal] | [Ice Bend] | [Wind Spell] [Water Magic] | [Hide] | [Instant Transfer] | [Hazard Eyes] | [Freeze] | [Freeze] | [Ice Wall] | [Ice Crystal] | [Ice Spear] | [Ice Arrow] | [Ice Knife] | [Ice Cutter] | [-ERROR-] | [-ERROR-]


Skill Unik: [-ERROR-]


── ── ──


Nama: Ellen


Level: 210


HP: 8 00 000 / 8 00 000


MP: 7 00 000 / 7 00 000


Attack: 900 000


Physical Endurance: 8 00 000


Agility: 6 00 000


Luck: 1059


Skills: [Appraisal] | [Ballast] | [Shifter] | [Holy Sword] | [Appraisal Block] | [Fire Ball] | [Freeze] | [Ice Wall] | [Dagger Mastery] | [Concealment] | [Hazard Identification] | [Steel Body] | [Invincible Physique] | [Brutal Attack] | [-ERROR-] | [-ERROR-] | [-ERROR-] | [-ERROR-] | [-ERROR-] | [-ERROR-]


Skill Unik: [Sabotage]


Lalu, statistik Ellen sendiri.


Memang, aku tidak boleh meremehkan keluarga pencuri skill ini.


Tapi, bertanya-tanya kenapa aku bisa mengalahkan Ellen sebelumnya jika dia sudah sekuat itu?


Nah, aku pikir karena ada Siska itu bisa terjadi.


Lalu untuk menjawab kenapa statistik Ellen lebih rendah dari yang lainnya ... Uhmmm, yang ada di dalam pikiranku adalah kami yang membuatnya rendah setelah pernah mengalahkannya, mungkin?


Setidaknya, begitulah yang aku lihat.


Mereka dipenuhi oleh orang-orang yang statistiknya lumayan tinggi.


"Ibu, serahkan saja kepadaku untuk gadis rambut hitam itu."


Satu anak laki-laki dia dengan membawa pedang menatapku sambil meremehkan.


Nah, aku tidak suka tatapannya yang seperti itu.


Meskipun sikapnya demikian, aku tidak akan bisa melupakan fakta bahwa dia yang ternyata berada di usia yang sama denganku.


Maksudku, dia adalah anak SMP sama sepertiku.


Lalu juga, ketika aku berfikir putri sulung Elllen itu yang masih bersekolah layaknya siswi SD karena penampilan mungilnya, aku tidak akan pernah menyangka dia yang ternyata sudah SMA.


Wow, membayangkannya saja sungguh membuatku merinding.


Keluarga yang dipenuhi oleh orang-orang yang gemar bermain game seperti mereka adalah sesuatu yang tidak boleh aku remehkan.

__ADS_1


Setidaknya masing-masing sudah melewati level seratus dan lebih.


__ADS_2