Game Plus School!

Game Plus School!
Chapter 16


__ADS_3

"Ya, rumahku tidak jauh dari sini. Dan kebetulan jalan pulang kita sama."


"Jadi begitu, ha-ha."


Ya ampun, aku nyaris saja salah paham tentang alasan dia mengajak ku pulang bersama.


Sementara aku yang tidak tahu harus bereaksi bagaimana, kami hanya diam sepanjang perjalanan setelahnya karena aku hanya membisu.


Sampai keheningan itu berubah menjadi sebuah percakapan lain.


"Ngomong-ngomong, kamu ternyata adalah yang juara tiga di angkatan sekolah kita, bukan?" (Kyle)


Eh, kenapa? Tiba-tiba!


Aku menggangukan kepala, "Itu memang aku, apakah ada yang salah?"


"Tidak, hanya penasaran."


(Heh, jadi ternyata dugaanku memang benar. Dia mirip seperti seseorang yang aku kenali, lalu. Aku lihat, gadis ini memiliki penampilan yang sama dengannya)


Kyle menatapku agak lama pada bagian itu, dan aku yang merasa sedikit terganggu memalingkan muka.


(Kenapa, kenapa tiba-tiba aku bisa segugup ini?!)


---


"Ngomong-ngomong Jean, apakah kamu memiliki seorang saudara?"


"Kenapa tiba-tiba?"


"Ah, tidak! Aku hanya penasaran!"


Tunggu, jika dia menanyai tentang itu.


"Ada kok."


"Permisi?"


Laki-laki bernama Kyle itu memiringkan kepala sebelum melihatku menggangukan kepala.


"Saudari perempuan lebih tepatnya."


"Apakah dia adalah──"


"Oh, dan sepertinya aku sudah sampai dirumah."


Perkataan Kyle terpotong ketika aku melihat rumahku sudah berada dihadapanku.


Karena dia seperti terkejut karena perkataanku, aku menanyakan alasannya.


"Apakah kamu mengatakan sesuatu, tadi?"


Kyle buru-buru menggelengkan kepala.


"Tidak, ahaha ... Hanya kaget saja, ternyata rumah kita saling berdekatan."

__ADS_1


"Tunggu, maksudmu?"


Kyle menunjuk ke satu arah dalam kebingunganku.


Ada kemudian rumah yang lumayan besar di dekat rumah ukuran sedangku.


Setidaknya mereka hanya berjarak sekitar beberapa puluh meter dari lokasi, namun Kyle menyebut itu berdekatan?


"Jadi kita bisa dibilang tetangga."


"Aku baru tahu."


Eh, kenapa aku baru menyadarinya?!


Tunggu, aku pernah mendengar tentang ini!


Tentang seseorang yang membangun sebuah rumah baru di tanah kosong persis dengan tempat yang ditunjuk oleh Kyle.


"Tebak, kamu mungkin baru pindah ke wilayah ini?"


"Ya, begitulah. Karena sekolahku terlalu jauh dari rumah, akhirnya orang tuaku memutuskan untuk membangunkan rumah ini untuk ku."


"Tunggu, jadi kamu tinggal sendirian?!"


Kyle menggelengkan kepala, "Tidak, ada kakak laki-laki yang mengurusiku."


Oh, ah! Jadi dia memiliki saudara juga, ya?


"Aku juga sama, Kakak perempuanku yang mengurusiku."


Aku tidak tahu kenapa dia bisa mengatakan itu, tapi aku merasa itu memang benar. Kami kemudian berpisah setelah obrolan berakhir.


"Sampai jumpa."


"Ya ..."


---


"Aku pulang."


"Selamat datang."


Aku melihat ke arah dapur lalu menemukan Kakak Janny sudah selesai dengan lauk pauknya.


"Ini nasi mu. Lalu, selamat makan!"


Dia makan dan memasukan nasi dalam jumlah banyak ke dalam mulutnya, aku mengikuti setelah itu.


"Ngomong-ngomong, Kak. Aku akan pergi ke kamar setelah ini."


"Oh, tentu. Tapi aku ingin menanyakan satu hal darimu."


"Apa itu, Kak?"


Aku melihat, sambil tersenyum Kakak Janny memperhatikanku.

__ADS_1


"Kamu pasti sudah memainkannya, bukan? Untuk game itu?"


"Maksudmu AWWOF, itu?"


Sepertinya itu yang menjadi pertanyaannya, aku menggangukan kepala ke arah Kak Janny.


"Yup, sudah aku duga kamu akan memainkannya. Untuk itu, bagaimana? Apakah berniat untuk memainkannya lagi?"


"Tunggu, maksud Kakak adalah ..."


Setelah itu, aku kemudian muncul ke kota Fredohmnia, bersamaan dengan aku yang sudah login.


"Kakak menyuruhku untuk berhenti disini, memangnya ada apa sampai dia memintaku untuk melakukan ini?"


Dalam perkataan itu aku hanya diam di tempat, sebelum menemukan ada kerumunan yang terbentuk sekarang.


"Jean!"


Huh, dan sekarang apa lagi?


Aku melihat seseorang keluar dari sana, sebelum menemukan wajah yang aku kenali adalah.


"Kak Janny?!"


---


"Ini mengejutkan, Kak. Jadi kamu adalah si Claude itu?"


Janny menggangukan kepala.


"Yah, begitulah. Itu aku jika di dunia game."


Sementara untukku.


Ini, aku masih bingung karena ternyata Kakak memang memainkan game ini.


Semua ini terlalu mengejutkan untuk di dengar.


Pantesan saja pertama kali aku melihat dia dalam bentuk avatar game aku merasa akrab dengan penampilan itu.


Dan ternyata itu memang Kakak Janny?


"Pastinya begitu, bukan? Namun, aku bisa mengatakan bermain game membuat kepalaku menjadi santai dari bekerja keras."


Kak Jean menoleh ke sekeliling sebelum dia mulai mengamatiku.


"A, Kakak pasti mencemaskan kerumunan."


Aku juga merasakannya, ada banyak pasang mata yang mulai menatap kami sekarang.


Untuk itulah, aku dan Kak Janny kemudian pergi ke restoran terdekat untuk membicarakan ini.


"Eh, bukan. Mengapa tidak mengambil wilayah dungeon?"


"Dungeon apa?"

__ADS_1


Janny menggangukan kepala, "Ya, dungeon."


__ADS_2