Game Plus School!

Game Plus School!
Chapter 43


__ADS_3

"Ah, ketemu!"


Pada saat aku memasuki lebih dalam bagian rumah, aku melihat sebuah tangan keluar dari dalam tumpukan sesuatu.


"Aku yakin dia adalah anak yang dimaksud, lalu ... Uhmmm ..."


Karena NPC itu terjebak disana, aku merasa sedikit kesulitan dalam hal ini.


Tentu saja, dengan hati-hati aku memindahkan setiap batu dan benda yang menimbun anak yang malang itu.


[Tolong ... Aku ...]


"Yosh, kamu sudah aman sekarang."


Sambil perlahan membuat tubuh anak itu berada dalam pelukanku, dan dengan sedikit tergesa-gesa aku kembali ke luar rumah.


...----------------...


[Apa yang?!]


NPC yang melihat rumah yang akan mulai roboh merasa panik karena belum menemukan yang dia tunggu keluar dari sana.


Dia memutuskan untuk bertindak berani dengan menyelidikinya sendiri, tapi sebelum itu.


Bersamaan dengan NPC anak laki-laki itu yang memasuki rumah.


"Eh? Apa yang kamu?!"


Aku yang sudah berada dihadapannya segera melempar dia keluar dengan sedikit kekuatan.


[Eek!]


Dia melayang dan terjatuh ke tanah setelahnya.


Ya, setidaknya itu yang aku lakukan sampai langit-langit yang tidak mampu bertahan lebih lama perlahan menurun. Maksudku, itu sudah roboh dan roboh!


"Astaga! Kita tidak mempunyai waktu!"


Aku kemudian memberikan tanda kepada NPC anak laki-laki yang berada di luar untuk menangkap seseorang, dan dia kemudian terlihat bersusah payah melakukannya.


[Kakak!]


Bersamaan dengan hancurnya rumah itu, aku tertimbun disana. Namun setelahnya ...


"Fire Ball!"


Sebuah bola api meledak dari dalam bebatuan dan menghempaskan semuanya ke langit dalam satu serangan KABOM!


Anak tadi yang tadinya mengira aku sudah tamat disana menoleh itu tidak percaya sebelum melihat.


[Kakak ... Kamu berhasil bertahan?!]


Dia langsung menghampiriku, meskipun dia bersusah payah melakukannya karena kedua tangannya harus menangani sesuatu yang berat.

__ADS_1


Yup, dia adalah gadis yang sudah aku tolong.


"Ngomong-ngomong ... Apakah dia adalah adik yang kamu cari?"


NPC itu menggangukan kepala.


[Dia memang adik dan adik tersayangku.]


Oh, aku mengerti ini.


Unruk seorang kakak yang sangat menyayangi adiknya, dia bahkan rela melakukan sesuatu seperti berlutut kepada orang asing demi meminta bantuan.


Ah, seandainya Kakak Janny bisa menunjukan hal yang serupa kepadaku.


Aku segera menepis pikiran tersebut setelah sekarang melihat dua NPC kakak dan adik itu berlutut ditanah ... Heh?!


...----------------...


[Kami sangat berterimakasih atas bantuanmu, Kak!]


Di depanku aku melihat NPC laki-laki itu mengatakannya bersama dengan seseorang disampingnya.


[Aku juga, izinkan aku membalas kebaikanmu.]


Pada saat yang sama dengan itu.


• Misi selesai


》 + 25000


TP: - 9000 》 TP: + 6000


Aku menghela nafas lega setelah pemberitahuan itu muncul.


"Setidaknya sekarang itu bukan minus lagi."


Dan, unn ... Apakah itu bisa membuat aku bisa mengambil misi dari pria tua tadi?


Setelah aku berpamitan kepada dua anak itu, aku kemudian pergi ke tempat lain untuk menemukan seseorang menghampiriku sekarang.


[Kamu ... Maksudku, nona ... Bisakah anda membantu saya menyelamatkan putri saya yang juga terjebak di reruntuhan itu?]


Dan kemudian, aku langsung di datangi oleh seorang laki-laki yang sama yang sudah menolak ku sebelumnya.


"Tentu saja ..."


Karena aku bukan orangnya pendendam. Aku menerima itu dengan senyuman tulus tanpa niat permusuhan.


Ya, tidak baik menolak permintaan mendesak seseorang yang lebih tua dariku.


Setidaknya itulah yang aku pikirkan, meskipun sikap dia yang sebelumnya memang menjengkelkan.


Aku rasa itu wajar bagi dia untuk mencurigaiku yang kehilangan kepercayaan.

__ADS_1


Dan, oh ... Baik! Aku akan melakukannya sekarang!


• Misi berhasil


》Hadiah: + 50000


》TP: + 30000


Wow, sekarang mereka bertambah begitu banyak.


Aku kemudian memeriksa TP milik ku.


• [TP: 36000]


Yup, mereka sudah 36, ribu!


Setelahnya, dengan senyuman aku pergi ke lebih banyak lokasi lain lagi yang sepertinya membutuhkan jasa evakuasi korban yang tertimbun.


Ngomong-ngomong kenapa mereka tidak melakukannya sendiri?


Aku kemudian melihat itu adalah yang menjadi masalahnya, maksudku tidak ada yang bisa saling membantu disini sementara keluarga mereka juga terjebak.


Nah, aku pikir orang-orang itu lebih mendahulukan menyelamatkan anak mereka terlebih dahulu baru orang lain.


[Aku membutuhkan bantuanmu!]


[Tolong cari anak ku yang hilang!]


[Bantu aku membangun kembali rumahku!]


[Sembuhkan putri ku, tolong!]


Dan, BOM! Itu masih banyak lagi!


"Eh, anu ... Emmm ..."


Semakin aku melangkah lebih lanjut, semakin banyak yang mengerumuniku sekarang.


Aku melihat itu sudah sampai ... "Dua puluh?!"


Mataku kemudian berputar dengan sendirinya bersamaan dengan kepala ku yang mulai terasa kacau karena permintaan yang terlalu banyak ini.


Pada akhirnya aku membantu mereka perlahan dan menolong sekuat yang aku bisa.


Lalu, ummm ... Dalam beberapa misi aku tidak bisa untuk mengerjakan yang "Menyembuhkan" juga "Membangun rumah" tersebut.


• TP: - 5000 》 - 15000


Air mataku mengalir dengan sendirinya beserta, "Huhuhu ..." ketika TP ku menurun.


Tapi tenang saja. Aku juga menemukan mereka akan bertambah lagi setelahnya.


• TP: + 20000 》+ 10000 》 + 9000 》 + 8000

__ADS_1


• TP: 63000


Yosh! Berjuanglah sedikit lagi, Jean!


__ADS_2