
Di atas padang rumput yang luas, terlihat dua orang yang tengah melawan sesuatu yang besar.
• Ras: Monster Salamander
Level: 150
HP: 20000
Attack: 30000
Physical Endurance : 25000
Agility: 10000
Skills: Fire Attack
Untuk ukuran seekor kadal, memang makhluk itu cukup kuat dan besar.
Tapi, bagi seorang gadis yang sudah naik level sampai 99.
"Jean! Saatnya!"
Aku melompat dari atas langit setelah Siska sudah selesai dengan urusannya mengunci kaki salamander.
Ujung pedangku sudah berada dalam jarak kurang dari 1 inci dari monster sebelum itu menjadi SLASH! yang merusak.
• Salamander | HP: 9500 / 20000
Rupanya itu belum cukup untuk mengalahkannya dalam satu tebasan.
Aku juga melihat kadal ini juga bisa menyemburkan api.
"Oh tidak!"
Ketika bola cahaya berwarna merah meluncur ke arahku, aku segera menangkis itu dengan perisai sebelum terlihat seseorang keluar dari dalam kabut yang dihasilkan dari ledakan tersebut.
"Fire Bullet!"
Siska yang sudah menarik tali busur panahnya segera menghujani salamander yang terluka dengan panah, sebelum disusul oleh aku yang berlari dengan pedang yang sudah terhunuskan ke arah lawan kami.
Salamander yang menerima berbagai serangan beruntun tidak dapat bertahan sampai satu menit kemudian tumbang setelah itu menjadi tebasan yang ke lima aku.
• [Peningkatan Level Aktif]
[HP + 20000, MP + 15000, Attack + 30000, Physical Endurance + 25000, Agility + 10000, Luck + 10, Skill Fire Attack ditambahkan ke dalam status.]
"Yeay! Kita berhasil!"
Aku tersenyum canggung ke arah Siska yang terlihat bahagia.
"Ada apa, Jean? Kamu terlihat kurang bersemangat hari ini."
"Ah, aku, emmm ..."
__ADS_1
Siska yang menyadari aku yang sedikit berkomentar mulai menanyakan alasan di balik itu.
Aku menggelengkan kepala, dan dengan sedikit panik membantah itu.
"Sebenarnya ..."
"Oh, apakah ini tentang event yang diselenggarakan itu? Kamu pasti gugup, bukan?"
"Iya, soalnya ini akan membuat seluruh pergerakan kita akan tampil di layar."
Karena aku tidak terbiasa akan hal semacam ini.
"Tenang saja, tidak akan ada yang menyalahkanmu jika gagal. Kalaupun begitu, karena kita akan satu party, yah ... Mana mungkin aku sanggup memarahi gadis imut sepertimu."
"Duh, kamu ..."
Yah, dia tidak salah juga, maksudku di bagian memarahi itu.
Siska berbeda dari yang lainnya.
"Tapi bukan itu masalahnya." (Jean)
"Oh, apakah ini tentang kamu yang menghadapi Kak Janny dalam pertarungan?"
Kali ini aku menggangukan kepala tegas.
"Aku ragu bisa mengalahkan orang yang pernah mengalahkanku dul──"
"Huh?"
Ketika aku mendengar alasan Siska tiba-tiba memotong kalimatku.
"Kamu tahu Jean, karena kamu hanya berpetualang di Fredohmnia, jadinya status kemampuanmu tidak pernah berkembang."
Aku tidak yakin dengan apa yang dikatakan Siska sebagai aku yang tidak pernah berkembang, karena aku mempunyai skill curang untuk mengakali itu.
"Yah, meskipun beberapa berhasil meningkat secara drastis karena skill mengalikan, menambah, atau apalah itu. Tapi, tetap saja, Jean! Kamu harus ikut denganku ke kota Fredohmnica untuk menaikan level!"
Dia menunjuk sambil menatap tajam ke arahku.
"Heh?!"
Sementara aku masih dilanda keterkejutan karena permintaan Siska yang begitu mendadak.
Singkat cerita, sistem pernah memberitahu tentang ini sebelumnya, game yang memiliki 5 kota yang berada di wilayah terpisah.
Itu dimulai dari Fredohmnia yang merupakan pusat bagi para pemain baru.
Lalu, Allesa adalah tempat berkumpulnya pemain kuat.
Kemudian, hmmm ...
"Aku tidak pernah mendengar tentang kota Fredohmnica sebelumnya."
__ADS_1
Kalau tidak salah, apakah itu termasuk salah-satu dari lima kota yang dimaksud?
"Itu karena Jean hanya sibuk bermain dan bermain dan tidak membuka internet untuk mencari tahu tentang ini."
"Heh? Jadi ini adalah salahku?"
Ketika aku menanyainya begitu, Siska menggangukan kepala sebelum aku menemukan perubahan pada wajahnya ... Hm?
...----------------...
Di atas langit sana, sekilas aku melihat sesuatu yang bercahaya sebelum itu mendekat ke arah kami.
"Eh?!"
"Jean! Awas!"
Siska segera menyeretku dari lokasi bersamaan dengan benturan benda yang meledak di tanah.
"Oh, untuk seekor serangga kecil, kalian rupanya bisa menghindar itu dengan baik."
Siapa?
Aku mendengar suara perempuan di depan bersamaan dengan kemunculan sesuatu dari dalam kabut asap.
"Oh, perkenalkan, namaku adalah Ellen, pencuri skill."
"Pencuri skill?!"
Aku menoleh ke arah Siska yang terlihat terkejut.
"Kamu bahkan tidak mengenalinya?!"
Ketika aku bertanya alasannya, dia hanya menjawabku begitu sebelum aku menggelengkan kepala.
"Ya, uhmmm ... Sepertinya ini pertama kalinya aku mendengar itu."
"Wah, Jean. Ini parah, pokoknya dia adalah tipe pemain yang harus kamu hindari."
"Oh, oh ... Pengenalan yang bagus. Saa, bisakah kalian menerima undangan bertarung dariku sekarang? Aku akan memastikan akan memperlakukan kalian dengan baik, kok."
Dan dengan sedikit, "Hehehe ..." suara tertawa yang terdengar jahat wanita tersebut menatap kami sebelum terdengar suara sesuatu.
Aku menoleh ke panel yang kemudian mengirim pemberitahuan seperti.
• Tantangan pertandingan dari si Pencuri Skill
Pilih: [Setuju] atau [Tolak]?
"Tentu saja ... Aku memilih ..."
Ummm ... Ada apa? Seperti aku tidak bisa melakukan sesuatu untuk menekan [Tolak] akan tetapi itu menjadi [Setuju] karena beberapa alasan yang tidak aku ketahui.
"Apa yang terjadi?"
__ADS_1