Game Plus School!

Game Plus School!
Chapter 14


__ADS_3

Keesokan harinya, pada pagi itu Siska kemudian buru-buru pulang ke rumahnya setelah menginap di rumahku.


Aku melihat dia begitu terburu-buru pada saat dia melakukannya, dan bahkan melewatkan sarapan yang dibuat oleh Kakak Janny.


"Karena aku akan pulang dengan naik kereta lalu kembali ke sekolah dengan naik bus, jadi aku tidak memiliki banyak waktu dan tidak boleh terlambat naik kereta."


Siska mengatakannya sambil berpamitan kepada kami.


Aku mengantarnya sampai ke depan pintu, dan Kakak Janny juga ikut.


"Kalau bisa, aku ingin kamu datang ke sini lagi." (Jean)


"Oh, tentu! Tentu saja!" (Siska)


---


• Nama: Jean


Level: 25


HP: 2590 / 2590


MP: 1563 / 1563


Attack: 3135


Physical Endurance : 2935


Agility: 1731


Luck: 59


Skills: [Double Attack] | [Appraisal] | [Two Heavy Attacks] | [Strong Shield]


Skill Unik: [Menambahkan] | [Mengurangi] | [Mengalikan] | [Membagi]


Baik, sepertinya mereka berhasil diterapkan pada status.


"Lalu, aku lihat pada bagian skill unik ini adalah untuk ..."


Untuk memastikan lebih jauh, sekarang waktunya skill [Appraisal] ku untuk bekerja.


• Menambahkan: Bisa menambahkan sesuatu ke apapun, cooldown 24 jam.


"Etto, maksudnya menambahkan sesuatu itu apa?"


Aku tidak mengerti pada bagian ini, tapi aku lihat dia memiliki waktu untuk menggunakannya, yaitu 1 hari sekali?


"Mungkin aku bisa menambahkan skill [Strong Shield] pada perlengkapanku?"


Sementara itu, aku kemudian baru menyadari sesuatu setelah benda di lengan kiriku bercahaya.


• [Skill unik aktif]


[Anda menggunakan skill 'Menambahkan' untuk mengupgrade tameng anda.]


Aku melihat tamengku kemudian perlahan berubah dari yang kayu rusak menjadi sebuah tameng besi yang kokoh.


---


"Tunggu, jadi ini adalah fungsinya?"


Eh, aku baru mengetahuinya.


Jadi aku bisa menerapkan skill ku ke dalam perlengkapan menggunakan [Menambahkan]?


Aku lihat, kemampuan ini cukup berguna.


"Dengan ini aku tidak perlu membeli perisai lagi."


Karena tameng sudah diperbaharui.


Tunggu, untuk memastikan aku akan menggunakan [Appraisal] untuk menilai kemampuan mereka.


• Tameng


Perlindungan: 500/500

__ADS_1


Skill: [Strong Shield]


Status: Kuat


Tentu saja, itu masih akan bisa rusak setelah perlindungan habis.


Tapi, aku tidak akan mempermasalahkan tentang ini.


"Jadi, jika aku menggunakan [Menambahkan] ke sesuatu yang kuat."


Mungkin saja aku bisa mengupgrade pedangku juga?


Namun, aku masih harus menunggu satu hari lagi sebelum bisa menggunakannya, dan kemudian sepertinya aku salah menggunakan menambahkan pada perisai ini.


Maksudku, pada awalnya tameng ini sudah dalam keadaan sekarat.


Aku kira aku bisa membuat perlindungan lebih banyak lagi dari menggunakannya pada perisai baru dan kuat.


"Yosh, aku akan membelinya nanti, lalu untuk bagian mengalikan."


Aku mengatakan, "Mengalikan." secara asal-asalan dan itu kemudian seperti mengeluarkan lingkaran sihir yang perlahan turun dari atas kepalaku lalu ke bawah.


● [Skill unik aktif]


• Mengalikan: Memperbanyak 2 kali lipat status anda, cooldown 72 jam


Ah, ummm, permisi?


"Etto, jadi aku bisa melipat gandakan statusku menggunakan skill ini?"


Aku tidak tahu, tapi aku sudah mencobanya tadi, dan memang seperti ada sesuatu yang berubah setelah aku mengatakan, "Mengalikan" dengan lantang.


Untuk memastikan, aku kemudian memeriksa status kemampuanku.


• Nama: Jean


Level: 50


HP: 5180 / 5180


MP: 3126 / 3126


Physical Endurance: 5870


Agility: 3462


Luck: 118


Skills: [Double Attack] | [Appraisal] | [Two Heavy Attacks] | [Strong Shield]


Skill Unik: [Menambahkan] | [Mengurangi] | [Mengalikan] | [Membagi]


"Bukankah ini adalah?"


Aku melompat "Horee." setelah itu ternyata berhasil bekerja pada status kemampuanku.


"Jadi aku mempunyai skill yang berguna!"


Aku tidak tahu ternyata bisa begini.


Namun, seperti skill sebelumnya, mereka membutuhkan waktu setidaknya kali ini cooldown sebanyak 72 jam.


---


Di sekolah.


"Lalu, aku lihat, skill mengalikanmu bisa melipat gandakan status?"


Aku menggangukan kepala dengan tegas.


Dan, Siska yang berada dihadapanku terkejut bukan main.


"Luar biasa, aku kira ini pertama kalinya aku mendengar ada skill yang memiliki fungsi seperti itu."


"Ya, tapi untuk pengurangan dan pembagian, aku masih belum mengetahui cara menggunakannya."


Sementara aku dengan penasaran menanyakan itu, Siska hanya menjawab dengan, "Emmm." atau, "Etto." sampai rasa penasaranku berkurang.

__ADS_1


Pada akhirnya pembicaraan itu menjadi buntu.


"Aku melihat kamu tidak mengetahui cara menggunakannya."


"Ehhh, ketahuan, ya?"


Aku menggelengkan kepala.


"Tidak masalah. Tapi untuk skill menambahkan."


"Nah, pada bagian inilah aku mungkin bisa membantumu."


Aku memiringkan kepala, masih belum menangkap apa maksud dari perkataan gadis dihadapanku.


Kemudian, kami menghabiskan waktu pembicaraan di perjalanan menuju kantin setelah jam pertama pembelajaran berakhir.


Dan memang, kantin sedang ramai-ramainya dikerumuni oleh Siswa, jadi aku dan Siska mengambil tempat lain untuk makan makanan kami sampai melihat kemurunan baru disana juga.


"Sungguh, ada apa dengan suasana hari ini? Tidak bisakah kita makan dengan tenang tanpa ada suara berisik?"


Aku tersenyum canggung ke arah Siska yang mulai memprotes.


"Tapi aku lihat mereka seperti mengerumuni sesesorang──Ah-ah! Bukannya, bukannya dia!"


Mata Siska melebar lalu berkilau setelah dia menoleh ke depan.


"Ada apa?"


Ketika aku menanyakan alasannya, dia hanya menunjuk ke satu arah sambil membuat pandangan mataku bertemu secara sekilas dengan seorang laki-laki yang berada paling tengah kerumunan.


"Dia adalah yang kemarin?"


Tidak salah lagi, kupikir aku kali ini tidak salah orang.


Dan, memang, rambut yang hitam itu lalu wajahnya sangat mirip.


"Kamu mengenali Kyle si murid tampan itu?!"


Aku menggangukan kepala.


"Kami kemarin bertemu."


Mengabaikan Siska yang melebar pada bagian mata, aku hanya melanjutkan memasukan nasi ke dalam mulutku dengan tenang.


"Tolong beritahu aku bagaimana kejadiannya!"


"Uhuk──"


Aku hampir tersedak ketika makan, di sampingku terlihat ada Siska yang sekarang menatapku antusias.


"Uhmmm, yah, bagaimana cara untuk mengatakannya, ya?"


Jadi, dengan singkat aku menjelaskan tentang pertemuan kami yang tidak terduga di lorong.


"Pada saat itu aku tidak sengaja menabrak dia. Dan beruntung dia mau memaafkanku."


Lalu selesai, penjelasan yang singkat dan jelas.


"Kamu bahkan tidak mengenali cowok itu?!"


Uh, jika kamu menanyakan demikian, "Aku tidak mengenalinya, memangnya ada masalah dengan itu?"


Siska menepuk jidatnya, "Begini Jean. Begini-begini dia adalah idola sekolah kita, dan kamu mengatakan tidak mengenali laki-laki tampan seperti Kyle?!"


U, umu ... Jadi Kyle itu adalah cowok populer di sekolah.


Aku bahkan melihat Siska sangat menyukai dia.


"Aku memang tidak mengenalinya. Lagipula ini pertama kalinya aku memperhatikan dunia luar."


"Eh, tentu saja. Jean terlalu fokus pada pelajaran sampai melupakan sekelilingnya!"


Siska kemudian terkekeh.


Kami kemudian mengubah topik pembicaraan menjadi obrolan santai yang kali ini membahas tentang AWWOF.


Tidak menyadari ada seseorang yang menatap kami.

__ADS_1


"Game?"


__ADS_2