
Di tengah-tengah kebingunganku karena melihat Kyle tiba-tiba terjatuh.
"Oh, Jean. Apa yang terjadi?"
"Kakak Janny!"
Aku melihat Kak Janny berada di jalanan berlawanan dari arah kami pergi.
Aku kemudian menjelaskan tentang Kyle yang pingsan, lalu buru-buru membuat Kak Janny membantuku.
Tidak mengetahui, bahwa mata laki-laki itu sedang mengintip kami ketika aku melakukannya, sebelum itu menjadi terbuka lebar.
---
(Yosh! Rencanaku berhasil, kali ini aku berhasil membuat Jean percaya aku pingsan, lalu ... Emmm ...)
Kyle di dalam hatinya bersorak gembira, mengabaikan situasi gadis yang dihadapannya tengah dilanda kebingungan.
(Yah, aku merasa sedikit bersalah kepadanya. Tapi, aku akan meminta maaf kepada Jean setelah ini, jadi ... Aku berharap setelah ini dia akan membawaku pergi ke rumahnya.)
Karena Kyle menggangap Jean adalah tipe gadis yang seperti itu, Kyle yakin kali ini tujuan pertamanya, yaitu memasuki rumah Jean akan tercapai jika akting pingsan dia berjalan mulus.
---
"Bukannya kamu adalah?!"
Tubuh Kyle tiba-tiba terangkat dari tempat dia terjatuh sebelum dengan panik menunjuk Kak Janny.
"Eh, ah?"
Aku yang merasa ini sedikit membingungkan hanya menatap dia heran, sebelum Kak Janny menunjukan wajah yang sedikit menangkap sesuatu.
"Kau adalah anak yang waktu itu, atau, emmm ... Atau aku memang salah mengenalinya?"
Mata Kyle terbuka lebar.
"Aku memang adalah yang waktu itu! Namaku adalah Kyle! Sungguh, sungguh aku tidak pernah menyangka bisa bertemu dengan penyelamatku di masa lalu!"
Kyle menundukan kepala, dan dengan sedikit air mata dia memegang tangan Kak Janny.
Aku menoleh ke arah Kakak yang sekarang dipenuhi rasa penasaran, dan aku berharap dia bisa menceritakan semuanya.
__ADS_1
Kak Janny kemudian menjelaskan, tentang dia yang menyelamatkan Kyle ketika masih kecil beberapa tahun yang lalu.
Lalu, sama seperti kasus aku ketika menjadi sasaran para preman, yah ... Uhmmm, setidaknya ini bisa dibilang lumayan mirip.
"Pokoknya, aku menyelamatkan bocah ini ketika dia hampir menjadi sasaran perampok, lalu ..."
"Jadi namamu adalah Janny?! Oh, tentu ... Aku pernah mendengar tentang ini sebelumnya!"
Kyle yang menangkap salah satu kata yang penting menurutnya dalam kalimatku terlihat antusias.
Kak Janny kali ini memegangi jidat, aku yang melihat itu hanya tersenyum canggung.
"Aku baru mengetahuinya. Bahwa Kakak pernah menjadi penyelamat seseorang."
Lalu, juga ... Itu membuatku semakin terkagum-kagum kepadanya.
Namun, entah kenapa di dalam hatiku aku merasa ada yang kosong setelah mengetahui tentang ini?
---
"Jadi bisakah kamu tidak mengikutiku?"
"Oh, ah. Karena kita sudah bertemu setelah sekian lama, jadi ... Aku berharap kamu bisa mengizinkan aku membalas budi dari sekarang."
"Tidak perlu!"
"Tapi, setidaknya──"
Kak Janny kemudian menjauh dan dengan cepat menyeretku bersama dia ... Eh?
Kak Janny bahkan mengabaikan ketika Kyle memanggilnya dari belakang, sampai aku bertanya alasannya.
"Dia hanyalah bocah, aku tidak tertarik meladeni orang seperti dia."
"Tapi aku merasa Kyle serius ingin membalas kebaikanmu, Kak."
Aku merasa sedikit kasihan kepada cowok itu, yah ... Entah kenapa dia masih saja mengejar kami meskipun itu hanya sia-sia.
---
"Maafkan aku, Kyle. Sepertinya Kakak mengatakan dia tidak tertarik berhubungan dengan bocah seperti mu."
__ADS_1
Aku sebenarnya mengutip sedikit kalimat yang dikatakan Kakak.
Tapi itu serius kok, Kak Janny mengatakan Kyle adalah──
"Bocah? Oh, aku mengerti sekarang ..."
(Jadi tidak ada kesempatan untuk mendekatinya, ya?)
Kyle murung ketika dia mendengarkan seluruh kalimat yang aku katakan sambil menghela nafas panjang.
"Ta-tapi tenang saja! A-aku meskipun tidak tahu apakah bisa membantumu akan berada dipihakmu kok!"
"Sungguh?!"
Aku menggangukan kepala.
"Jean, apakah kamu bisa membantuku melakukan sesuatu?"
Entah kenapa, tapi aku merasa Kyle serius ketika mengatakannya.
"Aku akan mendengarkannya."
"Terimakasih."
Kyle kemudian memberitahuku, tentang dia yang sejak dulu ingin menyampaikan sesuatu yang berharga baginya.
"Tolong atur pertemuan kami, kumohon, setidaknya pertemukan aku dengan dia untuk beberapa detik saja! Untuk aku bisa mengatakan yang ingin aku katakan sejak dulu!"
Aku tidak tahu, tapi aku merasa Kyle memang serius terhadap Kak Janny.
Aku memejamkan mata sebelum menggangukan kepala.
"Oke, pertemuan, ya? Tapi aku tidak tahu apakah Kak Janny memiliki waktu luang."
"Tidak masalah, minggu depan pun boleh! Atau, satu tahun menunggupun tidak masalah! Asal hari dimana aku mengatakannya akan datang!"
Wah, hmmm ... Kenapa aku merasa ini seperti pernyataan cinta atau semacamnya?
Akan tetapi, jika memang seperti itu, bukankah Kyle sangat menyukai Kakak?
Untuk kedua kalinya, aku seperti merasakan kosong di bagian dadaku setelah mendengar itu.
__ADS_1