Game Plus School!

Game Plus School!
Chapter 58


__ADS_3

"Aku mau pergi ke toilet."


"Oh, tentu ..."


Ketika kami sudah sampai di taman bermain, Kyle yang murung langsung turun dari mobil dan kemudian menjauhi rombongan kami.


"Ada apa dengan adikmu, Keizha?"


Kak Keizha menghela nafas panjang.


"Aku tidak tahu, mungkin dia ada masalah dengan pacar dia."


"Eh?!"


Aku yang mendengar itu tentu merasa terkejut.


Dan ketika Keizha menyadarinya.


"Oh, atau bukan? Karena kamu adalah teman dia, kenapa tidak mencari tahunya, Jean?"


"Aku ...?"


Aku menunjuk dadaku. Tapi, kenapa harus aku?


"Ya, memangnya siapa lagi yang bisa melakukannya."


Duh, aku merasa Kak Janny yang ikut-ikutan ini pasti memiliki sebuah rencana di pikiran dia.


Oh, tentu saja. Jika mereka berniat pergi tanpa ada yang menggangu──


"Aku mengerti."


Aku segera pergi dari sana dan dengan cepat menuju ke tempat Kyle pergi.


...----------------...


Disana, aku akan menemukan Kyle yang baru saja keluar dari dalam toilet setelah sekian lama aku menunggu.


"Kamu ... Berapa lama disini?"


Aku menoleh kesamping.


"Tiga puluh menitan."


Kyle yang mendengar itu hanya melebarkan mata sebelum.


"Bukankah kamu──"

__ADS_1


"Kakak kamu yang memintaku untuk mencarimu. Emmm ... Lagipula, ada apa dengan sikapmu yang mudah ditebak itu?"


"Aku sudah berusaha."


"Begitu, ya?"


Aku menundukan kepala sambil menyentuh bagian dadaku.


Dia pasti sudah melakukannya dengan kerja keras, tapi tetap saja itu tidak bisa bertahan lebih lama.


"Hei. Bagaimana dengan berkeliling di taman bermain?"


Aku tiba-tiba menatap dia sebelum dengan sedikit keberanian mengatakan itu.


"Kamu punya uang?"


Aku menggangukan kepala.


"Kakak memberikanku beberapa sebelumnya. Lalu, kamu?"


"Aku memilikinya di dompet."


Dan kemudian, oke. Sudah diputuskan bahwa kami akan bersama-sama pergi ke taman bermain.


...----------------...


"Uh, aku tidak yakin dengan ini ..."


Huh, dan sekarang entah kenapa aku merasa Kyle menatapku dengan senyuman mengejek.


"Hmmm, aku memang mengatakannya ... Tapi, ini terlalu."


Aku mengembungkan pipi.


Sebenarnya aku sulit untuk mengakuinya tapi aku takut dengan hal-hal yang menyeramkan dan tinggi.


Tebak wahana bermain apa yang ada dihadapan kami?


Di papan tulisan itu memang tertulis "Roller coaster" dan tidak jauh dari sana ada rel-rel tinggi terpasang beserta antrian kerumunan yang panjang.


"Ayo ... Jangan menjadi penakut, aku akan membantumu jika kamu pingsan nanti. Yah, meskipun aku yakin akan sulit membawamu karena terlalu berat ..."


Wajahku tiba-tiba tersipu bersama dengan pipi yang mengembung.


"Aku tidak──"


Mengabaikan rasa kesalku, Kyle kemudian menyeretku ke sana untuk kemudian memesan dua kursi pada petugas wahana.

__ADS_1


...----------------...


"Nah, karena ini akan meluncur tidak lama lagi."


Aku memegangi kursi tempat aku duduk sekarang dengan erat.


Melihatnya saja aku sudah sangat tegang seperti ini, apalagi ketika itu sudah menjadi KABOM! yang menghempaskan ketika tiba-tiba kereta sudah melewati jalur menukik yang tajam.


"Whooooaaa!"


Para pengunjung terutama, mereka tidak bisa mengembunyikan keterkejutan dari permainan itu bersama dengan aku yang sedikit memutar di bagian mata.


...----------------...


"Oh, ada apa? Apakah kamu baik-baik saja?"


Mataku masih berputar setelah kejadian itu dan tidak bisa berjalan dengan benar.


"Aku takut ketinggian."


"Aku baru mengetahuinya, maaf."


Mengabaikan soal itu, Kyle akhirnya mau berbicara dengan sedikit santai kepadaku meskipun sebelumnya terlihat dingin.


"Yosh, aku akan melakukannya lebih baik lagi!"


Niatnya aku bermaksud mengatakan akan membuat Kyle tersenyum seperti sebelumnya, namun.


"Kamu serius ingin mencoba wahana lain lagi? Mari kira lihat, rumah hantu disana terlihat menarik."


"Eh?!"


Tidak! Tidak! Ini adalah bagian yang aku sangat tidak suka. Maksudku, itu menyeramkan untuk dilihat.


Kyle mengajak aku ke depan sebuah rumah yang terlihat kuno.


Sekali melihat, siapapun pasti akan mengetahui itu adalah "rumah hantu" karena ada tulisan di dinding yang jelas-jelas sekali ada ilustrasi gambar hantu.


Kakiku gemetaran sebelum Kyle menarik tanganku untuk masuk.


"Aku ... Aku tidak ..."


Karena dia tidak takut, aku pikir dengan berada di belakang punggungnya sambil memegangi sedikit lengan baju dia adalah cara yang baik untuk menghilangan rasa takut ini.


Sebelum itu menjadi perjalanan pertama yang, "Whoaa!"


Sesuatu berwarna putih, maksudku sebuah makhluk putih kemudian muncul di balik pintu sebelum berlari ke lorong yang gelap dengan, "Hihihi!" yang menakutkan.

__ADS_1


Aku secara reflek langsung bersembunyi di balik Kyle sementara laki-laki itu terlihat tenang.


"Nah, sekarang bisakah kamu tidak takut karena dia sudah pergi?"


__ADS_2