Game Plus School!

Game Plus School!
Chapter 24


__ADS_3

"Tapi, aku masih memiliki satu masalah lagi."


Ketika aku menyadarinya, aku teringat dengan kejadian dimana Siska menangis di sekolah karena kesalahanku.


"Yosh, aku akan menemuinya sekarang!"


Etto, kalau tidak salah, karena kami sama-sama pemain dalam game dan sudah berteman──


Ketika aku memunculkan menu dan pergi ke [Daftar teman], ada beberapa status pemain yang muncul.


• Siska | Online | Kirim Pesan | Panggil


• Claude | Online | Kirim Pesan | Panggil


• Leon | Online | Kirim Pesan | Panggil


"Dia ternyata masih bermain?!"


Yah, uhmmm ... Aku tidak terlalu terkejut dengan itu karena mengingat hobi Siska adalah bermain game.


"Tapi, ini adalah kesempatanku!"


Aku akan memulainya dengan mengirim pesan.


Selanjutnya, ada semacam keyboard yang muncul di panel.


"Tapi, apa yang harus aku tulis, ya?"


Karena ini hanya tentang ucapan permintaan maaf, aku pikir kalimat seperti, "Siska! Maafkan aku, aku tidak sengaja melakukannya!" atau "Aku sungguh-sungguh menyesal!" tapi, emmm, kenapa aku masih merasa itu kurang?


● Ting! | Anda mendapatkan panggilan suara dari Siska!


• [Tolak] | [Terima]


"Uh, apa?"


Aku baru saja berniat mengirimkan pesan ketika gadis itu tiba-tiba ... Eh?!


 


"Siska ..."


『Oh, Jean! Ini aku, Siska!』


Ternyata memang benar, dia adalah yang memanggilku, namun tunggu sebentar!


"Siska! Aku minta maaf, tentang kejadian di sekolah ..."


『Huh? Aku tidak ingat kau pernah melakukan kesalahan padaku.』


Eh, serius?

__ADS_1


Ketika Siska mengejutkan aku dengan kalimat dia.


"Tidak! Tidak! Jangan bilang kamu lupa dengan kejadian itu?!"


Kejadian dimana dia menangis karena perkataanku yang menyakitkan.


『Ho, setelah aku ingat-ingat lagi, aku memang sedikit kesal karena kau meresponnya seperti itu.』


"Benar, kan?"


Aku menundukkan kepala dan sedikit murung.


『Yah, memang aku sedikit sakit hati.』


"Siska ..."


Sekarang aku benar-benar merasa bersalah, atau ... Ini sudah mencapai puncaknya, kupikir dia sungguh tidak akan memaafkanku sekarang.


『Tapi tidak masalah kok. Lagipula, kamu mengatakan itu demi aku. Tunggu, jangan bilang kamu memikirkannya?!』


Saat aku menjawab "Iya" atau "Tentu saja" Siska terkekeh karena itu.


"Tunggu, aku serius mengatakannya!"


Wajahku sudah memerah sekarang, bersamaan dengan pipi ku yang mengembung.


Entah kenapa, namun aku merasa kali ini Siska terdengar menyebalkan.


Apakah ini tentang alasan dia yang memanggil ku?


"Aku akan senang melakukannya, tapi sepertinya ini sudah waktunya untuk──"


Ah, benar. Sekarang sudah lewat dari jam yang aku tentukan, bahkan aku merasa itu sudah di angka melebihi pukul 11 malam.


『Sungguh? Oh, tidak! Ya, aku mengerti. Aku tidak akan memaksamu untuk datang kesini kok.』


Aku melebarkan mata, ketika Siska berniat mengakhiri obrolan itu──


"Tunggu! Aku memang mengatakan ini sudah lewat dari jam yang ditentukan ... Tapi, aku akan kesana!"


 ---


"Oh, Jean! Akhirnya kamu datang juga!"


Aku melihat Siska yang melambaikan tangan ke arahku.


Setelah berlari cukup jauh dari Fredomnia menuju keluar ke hutan, aku memberikan istirahat pada diriku sendiri karena sudah membuat pundak ku naik turun secara tidak beraturan.


"Jadi, apa masalahnya?"


Aku tidak berniat berbasa basi lebih panjang lagi, jadi aku akan langsung memulai dari inti pembicaraan.

__ADS_1


Siska kemudian membawaku ke suatu tempat sebelum itu yang dari wilayah pepohonan menjadi sebuah danau yang luas.


"Tebak, kamu mungkin pernah mendengar tentang monster tipe bos, bukan?"


Aku menggangukan kepala dalam pertanyaan Siska.


"Aku pernah mendengar seseorang mengatakannya. Tunggu, bukankah mereka adalah penghuni di lantai terdalam dungeon."


"Oh, jadi kamu sudah mengetahui tentang itu rupanya. Jadi, langsung saja kita akan ke pokok permasalahan."


"Emmmm?"


Aku melihat Siska sudah berdiri tegak sekarang di atas sebuah bebatuan, sebelum dengan panah yang mengeluarkan bunyi seperti CTAK! menembakan sesuatu yang memotong air di danau.


"Apa yang kau lakukan?"


"Bersiaplah, monster besar akan segera bangun."


"Eh?!"


Siska buru-buru menyeretku menjauh ketika perlahan danau menunjukan reaksi setelah panah dilepaskan kesana, ah. Bukan, kurasa ada sesuatu yang membuat air bergetar.


Bayangan besar perlahan muncul di dalam danau seiring waktu berjalan, bersamaan dengan air yang naik ke permukaan, pemilik bayangan itu menampakan diri.


 


• Monster Belut


Level: 79


HP: 10000


Attack: 15000


Physical Endurance : 10000


Agility: 9000


Skills: Electricity


"Besar sekali!"


"Yosh, kita akan memburu belut hari ini!"


"Ano ... Bisakah kamu tidak──"


Siska maju ke depan untuk mengambil inisiatif menyerang untuk pertama kali.


Aku tidak memiliki kesempatan untuk mencegahnya, jadi aku dengan terpaksa mengikutinya dari belakang untuk kemudian melihat tubuh Siska melayang ke arah──


"Wah!"

__ADS_1


__ADS_2