Game Plus School!

Game Plus School!
Chapter 27


__ADS_3

Jean buru-buru menggelengkan kepala.


"Ti-tidak! Tidak! Ini bukan seperti yang kamu pikirkan."


(Hmmm? Aneh, apakah dia semacam tipe orang yang menyembunyikan masalah dari orang lain? Jika memang benar begitu──)


"Bagaimana jika aku menggendongmu?"


Kali ini Kyle melihat Jean yang seperti lupa bernafas.


 ---


Mulutku berbentuk "O" dengan sendirinya, bersamaan ketika aku mendengar saran yang tidak terduga dari Kyle.


"Aku tidak──"


"Oh, mempertimbangkan berat badanmu? Yah, memang ... Aku rasa kamu sedikit berat, namun aku yakin kok bisa membawamu sampai ke sekolah."


Tunggu, dia mengatakan apa tadi?


Aku mengembungkan pipi dalam pernyataan Kyle, sementara cowok itu memiringkan kepala.


"Ada apa?"


"Tidak ..."


Aku buru-buru berjalan, Kyle mengikuti dari belakang dengan wajah penasaran.


Aku tidak marah kok, ya ... Memang aku sedikit berat, ya? Di matamu?


Dalam pikiran itu aku tanpa sadar sudah memperlebar dan memperlebar jarak kami ketika berjalan.


"Oi, tunggu aku!"


Aku mendengar Kyle yang berusaha untuk mengejarku, tapi aku tidak peduli.


Setelah sampai disekolah, aku langsung pergi ke kelas bahkan tanpa berpamitan kepada Kyle.


Laki-laki itu tidak mendapat kesempatan karena aku tidak memberikan jawaban atas pertanyaan dia, jadi kami berpisah pada waktu itu di lorong sekolah.


"Ada apa, Jean? Sepertinya kamu sedang marah."


"Aku tidak marah, kok!"


Siska tersenyum ke arahku.


"Heh, benarkah? Tapi ada apa dengan balon di pipimu itu, seperti terus membesar."


"Sudah aku bilang aku tidak──"


Aku menatap tajam Siska yang berusaha untuk mencari informasi dariku, dan masih mengembungkan pipi.


Dan dia terkekeh setelahnya.

__ADS_1


 ---


Bel kelas berbunyi disusul oleh seseorang dengan kacamata yang memasuki ruangan.


"Semuanya, berdiri."


Semua murid menundukan kepala lalu memberi hormat kepada yang berada di depan papan pelajaran.


"Hari ini adalah jam pelajaran bahasa, jadi bapak yang akan mengajari kalian."


"Ya."


Aku kemudian duduk bersamaan dengan guru yang mulai memberikan materi pelajaran.


"Tapi, ada apa, ya? Dia tiba-tiba berada di rumahku untuk berjalan bersama denganku?"


Aku masih memikirkan kejadian itu, meskipun aku merasa tidak perlu melakukannya, tapi aku merasa laki-laki itu memiliki tujuan dari melakukannya.


"Jean ..."


Aku memejamkan mata, "Kalau dipikir-pikir lagi, bukankah itu wajar untuk sesama murid di sekolah ini berjalan bersama?"


"... ... Jean ..."


"Yah, aku tidak masalah jika itu yang menjadi tujuannya, tentunya aku menggangap dia bukan orang jahat mengingat bantuan yang diberikan oleh Kyle kepadaku kemarin."


"Jean! Lanjutkan ..."


Mataku melebar selama beberapa detik.


Pak guru memperbaiki posisi kacamata sebelum menatap tajam ke arahku.


"Oh, apa saya perlu mengulanginya lagi?"


"Ah, iya!"


Aku dengan panik berdiri dan menangkap setiap kalimat yang ada di dalam buku ketika pak guru terlihat marah.


"Etto ... Halaman ... Halaman ... Yang ini dan ..." Aku tidak mengetahui bagian mana yang harus dibaca!


Ya ampun, pikiran tadi membuatku tidak konsentrasi.


Bagaimana ini? Sekarang, aku yakin aku dalam masalah!


Siska yang melihat kesulitanku langsung membalikan badan sebelum dengan mulutnya berkata,


"Halaman delapan puluh."


Aku buru-buru membuka lembaran yang dimaksud oleh Siska.


"Ah, ketemu, emmm ... Etto ... ... ..."


Pak guru kemudian melihatku yang membaca dengan teliti sebelum dia mengurangi tekanan dari mata dia yang menatapku tajam.

__ADS_1


"Oke, berhenti disana. Lain kali, saya akan menggangapmu tidak memperhatikan dan akan membuatmu menjalani hukuman jika mengulanginya lagi, juga!"


BAM!


Aku terkejut, begitupun dengan para murid disana.


Pak guru yang membanting tanganya dengan kasar di atas meja kemudian menatap kami sebelum dia melanjutkan.


"Itu berlaku untuk kalian semua. Jangan ada yang tidak memperhatikan di pelajaran saya! Saya tidak akan segan mengeluarkan siapapun jika melanggar."


Kami semua menggangukan kepala.


Entah kenapa, aku merasa isi pikiranku yang sudah menyebabkan ini terjadi.


 ---


"Ada apa, Jean? Tidak seperti kamu yang biasanya."


Aku menghela nafas panjang, "Begini, Siska. Aku memiliki masalah ... ..."


Yah, aku tidak berniat untuk menyembunyikannya, jadi aku akan mengatakannya secara terus terang pada Siska.


Pada saat aku mengatakannya, tentang Kyle yang tiba-tiba mengajak ku pergi bersama.


"Sungguh?! Wah, oh! Dia ... Cowok tampan itu?!"


Aku buru-buru menutup mulut dia ketika melihat semua pasang mata di dalam kelas mengamati kami.


"Tolong jangan mengatakan ini keras-keras."


"Ah, tentu ... Aku tadi kelepasan. Lalu, aku mendengar, kamu diajak pergi bersama? Heh, beruntungnya."


Tapi aku tidak merasa demikian.


"Yah, kamu tahu bukan? Dia adalah idola di sekolah ini, jika gadis-gadis melihat dia bersamaku ..."


"Oh, aku mengerti sekarang."


Sederhana saja, ini tentang kedamaian.


Aku tidak berharap merusak hati penggemar Kyle karena sudah mengambil kesempatan untuk bersama dengannya ketika dalam perjalanan pergi ke, ah ... Tidak! Tidak! Aku bahkan tidak pernah memikirkan untuk melakukan ini!


"Hah, tapi, tetap saja. Kamu harus menyelesaikan masalah ini, tentang dia yang mengatakanmu berat ..."


Wajahku memerah dengan sendirinya, "Tu-tunggu──"


Siska mengamatiku, "Yah ... Meskipun dilihat dari penampilan, kamu memang imut dan juga mungil. Lalu, whoah, mereka besar di bagian itu."


Siska dengan senyuman nakal menatap bagian dadaku.


"Ini ..."


Aku merasa Siska sudah keterlaluan sekarang, ketika dia menatap dan membandingkan dengan ukuran rata miliknya.

__ADS_1


"Aku tidak──"


__ADS_2