
"Oh ..."
"Kamu?"
Ketika Kyle sudah berada cukup dekat dengannya, dengan inisiatif Kyle memulai pembicaraan.
(Ternyata memang benar. Maksudku, dia adalah cewek rambut hitam yang pernah aku temui di gang kecil itu?)
"Kali ini aku akan menggangap ini sebagai kejutan ..."
Kyle tanpa sadar mengatakannya.
Dan ups, sepertinya gadis itu cukup terkejut dengan itu karena memiringkan kepala.
(Ah, jangan sampai gadis ini pergi!)
Sebelum cewek itu berniat melanjutkan langkah kakinya──
"Tunggu, namamu adalah──"
"Jean."
"Jean rupanya."
Mata Kyle melebar dengan sendirinya, (Hohoho ... Ini semakin menarik saja.)
"Emmm, aku lihat kamu seperti terkejut tadi ..."
"Oh, ketahuan, ya?"
Kyle kemudian menggaruk kepalanya sambil menggangukan kepala, tidak menyadari gadis bernama Jean tersebut mengembungkan pipi.
"Sebenarnya aku juga pernah menemui seseorang yang sama sepertimu."
"Mungkin hanya kebetulan."
Jean terlihat ragu.
"Ya, kupikir begitu."
Kyle hanya menggangukan kepala setelahnya.
(Tapi, aku pikir itu adalah sesuatu yang lebih dari kata itu.)
"Ah, tunggu sebentar, kamu ... Etto, kamu belum memperkenalkan diri."
Kyle melihat gadis itu sambil terlihat gugup menanyainya.
"Oh, namaku adalah Leon."
Kyle tersenyum kecil.
(Aku merasa memberitahu nama asli itu tidak perlu, lagipula tujuanku adalah menyelidiki dia dan Kakak dia. Ya, dengan begini setidaknya dia tidak mencurigai aku yang berusaha mendekatinya di dua dunia.)
"Leon, ya?"
__ADS_1
Kyle menggangukan kepala sambil tersenyum.
(Oke, saatnya untuk memulai rencana dua dari misi.)
"Dan, kamu, bisakah kita membuat party?"
"Permisi?"
---
Aku tidak tahu kenapa, tapi aku baru saja diundang oleh seseorang yang baru aku kenali untuk bergabung dalam party dia.
"Pastinya kamu akan menolak ini, bukan?"
Aku buru-buru menggelengkan kepala ketika dia terlihat murung.
"Ah, emmm ... Bukan! Aku tidak bermaksud seperti itu! Tapi, jika bisa──"
---
"Jadi, kita akan ke restoran terlebih dahulu, bukan?"
Aku menggangukan kepala dan dengan sedikit gugup aku menoleh-noleh sedikit ke samping dan menemukan wajah tampan laki-laki itu yang tersenyum.
Ya ampun, aku tidak tahu harus bagaimana bereaksi dengan ini, tapi sepertinya kami akan menghabiskan waktu bersama untuk beberapa waktu ke depan.
"Apa yang aku pikirkan, kenapa aku tiba-tiba menerima ajakan dia untuk saling mengenal satu sama lain?"
Dia, maksudku cowok ini memang mengajak ku tadi berkeliling sebentar untuk alasan seperti itu.
Maksudku, dia adalah cowok! Bukan cewek!
Yah, aku akan baik-baik saja jika dia adalah salah satu dari Siska dan Kakak Janny.
Tapi, aku rasa ini pertama kalinya aku berada berdekatan seperti ini dengan laki-laki, jika mengecualikan ayah ku tentunya.
"Tapi, baru pertama kali aku melihat skill [Appraisal] ku tidak bekerja pada pemain lain."
"Ah, uhmmm ... Mungkin itu karena [Block Appraisal]."
"Kamu mengatakan apa tadi?"
Aku buru-buru menggelengkan kepala.
"Ah, tidak. Hanya saja aku cukup terkejut, kenapa tiba-tiba kamu berniat mengajak ku bergabung ke dalam party mu?"
"Kenapa ... Ya?"
Uhmmm? Apakah aku sudah melakukan kesalahan. Leon ini tiba-tiba menggumamkan, "Emmm ..." yang sama setelah aku──
"Karena kamu cantik mungkin?"
Mataku melebar, bersamaan dengan aku yang mulai lupa cara bernafas.
"Bercanda, aku hanya tertarik karena aku rasa kita sama-sama tidak mempunyai party, benar begitu?"
__ADS_1
"Yah, uhmmm ... Sepertinya demikian."
"Jadi, sudah diputuskan!"
"Maaf, tapi aku memerlukan──"
Aku buru-buru menghentikan Leon yang akan mengumumkan sesuatu sebelum melihat wajah dia yang murung.
"Ah, uhmmm ... Bagaimana dengan satu pertarungan terlebih dahulu?"
"Oh, iya? Sungguh? Begini-begini aku juga termasuk pemain hebat, lho."
Yah, setidaknya, aku tidak perlu menerima ajakan dia sekarang.
---
Kami kemudian pergi untuk sedikit berkelahi setelah memulihkan masing-masing status kami.
• Ras: Hobgoblin
Level: 25
HP: 250
Attack: 300
Physical Endurance : 280
Agility: 165
Skills: Two heavy Attack
"Bagaimana dengan itu?"
Yah, uhmmm ... Aku tidak terlalu berharap banyak tentang ini, tapi sepertinya ada beberapa hobgoblin yang sudah mengepung kami.
"Mereka adalah milik ku, dan ... Bagaimana jika aku mengambil kesempatan ini sekaligus untuk menunjukan kemampuanku?"
Aku menggangukan kepala, setelahnya aku seperti mendengar sesuatu yang dahsyat dari depan.
"Selesai!"
"Eh? Sudah?!"
Aku melihat Leon menggangukan kepala sambil menunjukan beberapa hobgoblin itu sudah menjadi batu kristal sekarang.
Tidak menyadari, senyuman percaya diri yang tenang itu ternyata adalah keterkejutan di sisi lain.
(Buset, aku bersyukur karena aku memiliki skill unik itu. Jika tidak, aku pasti akan mati tadi!)
Tidak mengetahui isi pikiran Leon yang kacau, aku hanya terkagum-kagum melihat itu, sebelum dia bertanya──
"Nah, sekarang ... Bagaimana jika kamu menunjukan kemampuanmu?" (Karena aku yakin dia masih pemula dalam hal ini, yah ... Aku akan menggangap diriku ini mungkin lebih hebat darinya karena sudah memainkan game ini lebih lama.)
"Oh, uhmmm ... Tentu."
__ADS_1
Aku menggangukan kepala pelan, dan melihat beberapa jumlah hobgoblin lain mendekat.