Game Plus School!

Game Plus School!
Chapter 19


__ADS_3

"Uhmmm? Apa yang terjadi?"


Ketika Kakak menyanyakan kepadaku alasan dia bisa gagal mengaktifkan skill, dia kemudian mengetahui perubahan dalam statusku.


Aku menjelaskan semuanya ketika dia menatapku tajam, dan sepertinya dia merasa terkejut ketika mendengar aku menyalin 5 % poin statusnya.


Pada akhirnya aku kalah dalam pertarungan itu ketika tubuhku sudah dalam kondisi sekarat total.


Kak Janny bahkan menyerangku tanpa ampun setelahnya, mungkin merasa kesal karena aku melakukan cara curang untuk naik level?


---


"Tapi ini mengejutkan, kamu bahkan memiliki skill yang luar biasa seperti ini. Bagaimana mungkin itu bisa terjadi?"


Aku menaikan bahu sambil melihat Kak Janny sudah merebut semua uang beserta beberapa batu item ku.


Sepertinya setelah pemain kalah dalam pertarungan mereka akan membutuhkan waktu selama beberapa saat sebelum bisa dihidupkan kembali.


Contohnya pada kasus aku.


Aku harus menunggu selama belasan menit sebelum bisa bergerak, dan bahkan itu membuat Kak Janny harus menunggu lama.


"Tapi, setidaknya, apakah perlu mengambil uang dari adik sendiri?"


Aku masih mengembungkan pipi, tahu? Dia serius melakukannya.


"Pertandingan tetaplah pertandingan, kamu harus menuruti yang menang, lho."


Kak Janny menatapku sambil terkekeh.


Ini, kenapa aku merasa dia seperti sedang merampok saja?


Sekarang, aku sudah tidak mempunyai uang lagi.


Dan yang lebih menjengkelkannya, Kak Janny tahu aku yang memiliki uang sedikit, tapi tetap mengambil semuanya tanpa sisa!


"Haha, sudahlah! Jangan marah lagi, setelah ini kamu bisa mendapatkannya lagi kok, asalkan mengikutiku dengan baik ketika di dungeon."


Aku menggangukan kepala dengan tidak antusias, Kak Janny segera menyeretku ke sebuah tempat.


---


"Ini adalah ... Sebuah gua?"


Kak Janny menggangukan kepala, "Ya, begitulah. Namun kamu bisa mengenalinya sebagai dungeon untuk mengumpulkan batu kristal."


Dia berniat masuk ke dalam, aku mencegahnya.


"Tunggu dulu, kak! Dungeon itu seperti apa?"


"Kamu tidak mengetahuinya?"


Ketika Kak Janny membalikan kepala nya saja, aku menggelengkan kepala.

__ADS_1


Ini pertama kalinya bagiku mendengar tentang dungeon sebelumnya, jadi aku bisa dibilang belum paham bagaimana itu bekerja.


"Sederhana saja, dungeon itu adalah sarang bagi monster berada. Lalu, mereka dilengkapi oleh lantai-lantai tertentu. Nah, pada kasus kali ini, dungeon yang kita kunjungi adalah sarang goblin. Kau akan mengetahuinya setelah masuk ke dalam."


Aku mengikuti setelah Kak Janny memasukinya.


Pertama-tama aku melihat itu cukup gelap, namun sangat sunyi.


"Apakah disini tidak ada pemain?"


"Oh, pertanyaan yang bagus. Hanya ada kita berdua!"


"Eh? Permisi?"


Kak Janny menggangukan kepala.


Tunggu, jika hanya ada kami berdua tanpa ada pemain lain──


"Kau benar, ini adalah tempat rahasia yang aku temukan."


"Bagaimana bisa itu terjadi?"


Yah, aku tidak akan terkejut karena mungkin Kakak yang sudah lama bermain game menemukan satu tempat semacam ini.


"Sebelumnya aku hanya jalan-jalan di dekat hutan goblin, sampai tidak sengaja menemukan dungeon──Ada yang datang."


Kak Janny menarik senjata begitupun dengan aku ketika kami mendengar ada suara langkah kaki dari depan.


• Ras: Hobgoblin


Level: 25


HP: 250


Attack: 300


Agility: 165


Skills: Two heavy attacks


Aku melihat Kak Janny sudah menoleh ke arahku sekarang.


"Kamu bisa nengatasinya?"


"Ah, emmm ... Etto ..."


Mempertimbangkan bahwa statusku sudah meningkat begitu pesat.


Yah, mengapa aku harus ragu untuk melakukan ini?


Aku kemudian maju ketika ada kesempatan dan membuat celah ketika pertarungan terjadi.


Tidak banyak yang bisa disaksikan selain hobgoblin yang terpukul mundur setelahnya, sampai aku melakukan tebasan terakhir yang mengarah ke kepala hobgoblin yang tubuhnya sudah terjatuh di lantai.

__ADS_1


---


• Ras: Hobgoblin


Level: 25


HP: 250


Attack: 300


Agility: 165


Skills: Two heavy attacks


• Ras: Hobgoblin Archer


Level: 30


HP: 150


Attack: 350


Physical Endurance : 100


Agility: 200


Skills: Poison Arrow


Skill [Appraisal] ku terus menangkap hobgoblin yang mulai bermunculan.


"Kali ini ada panahnya?"


Aku ingat, terakhir kali aku terkena racun dari hobgoblin archer.


Itu memang mengurangi HP secara perlahan dalam jumlah yang sedikit pula, namun kecepatannya tidak boleh diremehkan.


Tapi, kali ini aku tidak mempunyai zirah yang melindungi, namun aku masih memiliki perisai, bukan?


Aku menangkis satu panah yang melundur dan kemudian menghindari yang lain.


Hobgoblin archer yang melihat itu segera mundur ketika aku semakin mempersempit jarak, bersamaan dengan hobgoblin pedang yang menghalangi jalanku.


"Dia setidaknya bisa bekerja sama dengan baik."


Aku sedikit merasa kurang diuntungkan sekarang.


Selain hobgoblin archer yang terus menerus menyerang secara membabi buta, dia berhasil mendaratkan beberapa anak panah di tubuhku, lalu semua itu beracun.


Dan yang lebih menjengkelkan adalah hobgoblin pedang yang menghalangi aku untuk mendekati hobgoblin archer.


"Two Heavy Attack!"


Ketika aku tidak punya cara lain selain menggunakan skill tersebut untuk membuat terobosan.

__ADS_1


• Hobgoblin | HP 7 / 250 | Status: Sekarat


Musuh yang menghadang langsung terlempar, aku akan mengambil kesempatan itu untuk melakukan serangan, "Double Attack!" sambil mengarahkan pedangku ke arah hobgoblin archer.


__ADS_2