
Aku mendengar pemberitahuan dari sistem setelah berhasil mengalahkan monster belut.
• [Peningkatan Level Aktif]
[HP + 10000, MP + 8000, Attack + 15000, Physical Endurance +10000 , Agility + 9000, Luck + 50.]
[Menyesuaikan skill, skill Auto Protection di dapat.]
"Itu ... Skill yang lumayan."
Aku kemudian menoleh ke status ku.
• Nama: Jean
Level: 75 (Up)
HP: 39070 / 75030 (Up)
MP: 57050 / 66526 (Up)
Attack: 82070 (Up)
Physical Endurance: 75170 (Up)
Agility: 68362 (Up)
Luck: 535 (Up)
Skills: [Double Attack] | [Appraisal] | [Two Heavy Attacks] | [Strong Shield] | [Block Appraisal] | [Sword Master] | [Poison Sword] | [Night vision] | [Auto Protection (New)]
Skill Unik: [Menambahkan] | [Mengurangi] | [Mengalikan] | [Membagi]
Sementara itu.
"Itu tadi sangat luar biasa, Jean. Lalu, bagaimana caramu naik level secepat ini padahal aku mengira kamu sebelumnya berada di level dua puluh lima?"
Ketika Siska menanyakannya, aku tersenyum canggung ke arah dia sebelum menjelaskan tentang fungsi dari skill unik ku.
Karena Siska bisa dipercaya, maka aku tanpa ragu akan mengatakan semuanya.
"Sungguh? Heh, aku menjadi sangat iri karena kamu memiliki kemampuan seperti itu."
"Yah, uhmmm ... Tapi mereka tidak sepenuhnya bisa digunakan secara berlebihan."
Contohnya, ada semacam cooldown yang membatasi penggunaan sihir.
Dan itu akan mendapat jeda dalam jumlah yang bervariasi.
"Aku mengerti kok. Jarang ada yang memilikinya, bahkan aku yakin hanya kamu yang sekarang mempunyai skill semacam ini. Yah, uhmmm ... Aku sangat yakin dengan itu."
Siska kemudian mengatakan tidak semua orang bisa memiliki skill unik yang sama.
"Kecuali pemain lain merebut skill unik pemain lain. Skill unik adalah skill yang dimiliki oleh para pemain untuk membedakan dia dengan yang lainnya. Juga, itu mengambil sedikit keahlian di dunia nyata."
Aku menggangukan kepala.
"Apakah itu termasuk dalam pertarungan? Maksudku, itu berarti kita tidak boleh kalah melawan pemain lain ketika bertarung, ya?"
__ADS_1
"Itu juga termasuk. Tapi, jarang ada kasus semacam ini di kota Fredohmnia. Jadi, kamu akan baik-baik saja selama bisa menyembunyikan skill."
Upss, ketika dia menyinggung soal itu, aku jadi teringat dengan [Block Appraisal] yang aku dapat dari Kak Janny.
"Ngomong-ngomong, Jean. Kenapa aku tidak bisa melihat statusmu?"
Aku tersenyum lebar, "Kenapa bisa begitu, ya?"
Aku pura-pura tidak tahu, padahal aku yakin penyebabnya adalah skill block tersebut, dan membuat wajah Siska mengembung di bagian pipi setelahnya ... Oh, apakah dia mulai marah?
"Duh, Jean pelit!"
"Biarkan saja, toh aku juga tidak diizinkan melihat status kemampuanmu pada waktu itu."
Aku hanya menaikan bahu, itu benar apa adanya.
Siska bahkan mengaktifkan skill serupa ketika aku berusaha melihat kemampuannya pada waktu itu dan bahkan juga sekarang, jadi bisa dibilang kami sama-sama impas.
...----------------...
Pada keesokan harinya aku terbangun setelah selesai bermain game.
Pada akhirnya aku tidur melebihi waktu yang telah ditentukan.
Aku buru-buru pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka, melepaskan pakaian lalu mandi.
"Uahmm ..."
Aku terlalu mengantuk pada hari ini.
Kakak Janny juga terlihat mengantuk pada pagi hari itu, ketika dia sedang menyiapkan makanan.
Namun, setelahnya wajah dia menjadi ceria.
Kak Janny kemudian meletakan piring berisi makanan di atas meja.
"Ngomong-ngomong, Jean! Kakak tidak akan memaafkan kamu yang mencuri status poin ku."
Sendok ku berhenti di mulut bersamaan dengan seperti kilatan listrik yang menyambar.
"Ha, Ha! Tentang itu Kak. Aku sangat-sangat minta maaf!"
Aku buru-buru menyelesaikan sarapanku dan bergegas berpakaian untuk pergi ke sekolah.
...----------------...
"Kamu?"
"Yo ..."
Ketika aku membuka pintu, aku menemukan wajah yang aku kenali.
"Bisakah kita berjalan bersama?"
__ADS_1
Aku tanpa sadar menggangukan kepala ketika dia menanyaiku begitu.
Kyle, laki-laki yang sudah menyelamatkan aku dari preman kemarin berdiri di depan pagar pintu rumahku, dan dia sepertinya sudah menungguku cukup lama.
"Ah, emmm ... Etto, kenapa kita harus pergi bersama?"
"Tentu saja, bukannya jalan sekolah kita sama?"
Eh, aku rasa dia tidak menangkap apa maksud dari perkataanku, tapi aku juga tidak bisa menolak dia.
Bagaimana ini? Seharusnya aku pergi sendiri ke sekolah, bukan bersama dengan seseorang laki-laki tampan sepertinya.
Membayangkan saja ketika aku dilihat oleh penggemar dia ketika berjalan bersama ke sekolah.
Ah, tentu saja itu akan menjadi masalah!
Siska juga pernah mengatakan Kyle cukup populer di sekolah, lalu, ehmmm ...
"Apa kamu demam, Jean? Kenapa mukamu memerah?" (Kyle)
Ketahuan?!
"Mulai dari sekarang aku berniat untuk mendekatinya untuk mengetahui rahasia tentang kakak dia."
(Ya, ngomong-ngomong aku setidaknya perlu melihat wajah Kakak Jean itu untuk memastikan, lalu nama dia juga. Jika bisa, mungkin saja aku juga perlu ke rumah Jean jika keadaan memungkinkanku melakukannya.)
Kyle pergi dari rumah untuk kemudian berhenti di suatu tempat.
"Ngomong-ngomong, apakah Jean selalu pergi ke sekolah pada jam segini?"
Kyle tidak tahu, tapi dia merasa sudah pergi lebih awal dari jam biasanya pergi ke sekolah.
"Setidaknya, aku sudah satu jam lebih awal."
Ketika Kyle dalam pikiran itu, terdengar suara seperti, "Aku berangkat." kemudian disusul oleh, "Ya." dari arah dimana dia menemukan seseorang yang dia cari keluar dari rumah.
"Kamu?"
"Yo ..."
Kyle dengan percaya diri menyapa Jean dalam pertanyaan itu.
"Bisakah kita berjalan bersama?"
Kyle tersenyum ketika melihat Jean menggangukan kepala.
(Sepertinya dia menerimaku. Mungkin karena aku adalah penyelamatnya?)
"Ah, emmm ... Etto, aku hanya penasaran saja, kenapa kita harus pergi bersama?"
"Tentu saja, bukannya jalan sekolah kita sama?"
Kyle kemudian melihat Jean cukup terkejut dengan jawabannya, namun mengabaikan di bagian panik.
Dalam perjalanan itu Kyle sesekali menoleh ke wajah Jean dan menemukan ada yang berbeda darinya.
__ADS_1
(Huh, aku tidak tahu dia sakit. Dari wajahnya yang──)
"Apa kamu demam, Jean? Kenapa mukamu memerah?"