Game Plus School!

Game Plus School!
Chapter 66


__ADS_3

[Ano ...]


Ketika aku menoleh ke samping, aku melihat Anak itu menoleh gugup ke arahku.


Jika aku harus mengatakannya, dia sudah mewarnai pipinya sendiri sekarang.


"Ugh, apakah ada masalah?"


Dalam pertanyaan ku itu, Gadis itu hanya menggangukan kepala.


[Tidak ... Emmm, etto ... Aku hanya merasa sedikit bersalah karena sudah merepotkan kalian. Jadi, ano ...]


Wajah gadis itu sekarang sudah dipenuhi dengan rasa bersalah, setidaknya dia sudah benar-benar memerah lalu sebelum dengan sedikit ragu menoleh ke arahku.


Gadis itu kemudian melanjutkan perkataanya dengan senyuman.


[Lupakan saja tentang menjagaku, kalian fokus saja dengan perjalanan kalian. Toh, setelah ini dia tidak akan mengincarku jika kalian tidak peduli kepadaku.]


Nah, dalam hal ini aku merasa itu ada benarnya.


Setelah melihat gadis itu yang tidak berharga lagi untuk digunakan sebagai alat mencapai keinginannya, aku berharap Ellen akan menyerah dengan keinginannya menuntut balas.


Tapi sebelum itu bisa menjadi pilihan.


"Ooo, rencana yang bagus. Tapi apakah memang benar begitu? Bisa saja aku akan menjadikanmu peliharaanku, lho. Meskipun kamu sudah tidak berguna lagi."


Aku menoleh dan menemukan wanita itu sudah berada disamping kami.


Hanya dengan mendengar saja aku sudah tahu apa maksud dia tentang menjadikan peliharaan itu.


"Sudah aku putuskan, aku akan melindungi dia! Selama itu kamu tidak akan bisa berbuat yang aneh kepada ... Etto ..."


Karena aku masih bingung dengan ini, aku rasa aku harus melakukan sesuatu untuk berhenti memanggilnya "NPC".

__ADS_1


Sebuah nama mungkin akan terdengar cocok.


"Adik Ayano! Nah, aku akan melindunginya karena dia adalah adik ku sekarang!"


Aku terpaksa membuat keputusan sepihak, tidak tahu bagaimana reaksi yang aku beri nama itu sekarang.


Cuteee ... Maksudku, dia memerah dalam hal wajah sekarang.


"Eh?! Apakah ada yang salah? Maaf tiba-tiba memberikanmu nama seperti itu."


[Aku tidak keberatan, justru aku merasa senang. Jarang-jarang makhluk seperti kalian melakukannya. Aku sungguh merasa punya identitas sekarang.]


Ugh, makhluk katanya, huh?


Melihat itu Ellen hanya tertawa dengan lantang dan keras.


"Sekarang apa lagi rencanamu? Menamai karakter buatan seperti dia? Lalu, emmm ... Meskipun begitu, rencanamu boleh juga tentang menungguku log out."


Ellen menunjukan punggungnya dan berdiri untuk menghadap langit sebelum balik menoleh ke arah kami lagi.


Ughhh, ini adalah jawaban yang tidak aku inginkan keluar dari mulut orang ini.


Aku memang bisa begadang dan menahan untuk tidak mengantuk sepanjang malam dalam batas tertentu, tapi aku juga tidak bisa mengabaikan tentang kehidupanku di dunia nyata.


Maksudku, akan menjadi hal yang buruk jika sampai nilaiku menurun karena melakukannya sampai pagi.


"Aku tidak yakin manusia bisa tidak tidur."


"Heh? Itu menurutmu. Kalau aku kebetulan sudah tidur siang sebelumnya, dan suamiku berkata aku boleh memainkan ini sampai pagi."


Tusukan demi tusukan kalimat memenuhi hatiku sekarang.


Aku sudah benar-benar kehilangan harapan setelah ini.

__ADS_1


"Tunggu, jadi kamu sudah menikah, huh? Baik sekali suamimu membolehkanmu main game sampai pagi."


Sementara itu, Siska justru terkejut dengan hal lain.


"Ya, begitulah. Dia adalah yang terbaik dari terbaik. Aku mencintai dia, lalu ... Aku juga suka dia yang mengizinkanku melakukan ini sampai puas."


"Oh, boleh juga. Tapi aku tidak akan kalah, lho."


Ketika Siska mengatakannya dengan senyuman percaya diri.


...----------------...


"Tunggu sebentar! Jangan bilang kamu akan ikut begadang sampai pagi?"


Siska menggangukan kepala.


"Tapi bukan dari sekarang, melainkan besok. Nah, aku akan mulai online pada jam setelah kamu mencapai batas."


Oh, aku mengerti sekarang.


Sederhana saja, ini hanya tentang berbagi tugas berjaga.


"Ara, ara ... Apa kalian yakin dengan itu? Tapi, bagaimana cara kalian menghubungi satu-sama lain pada dunia yang berbeda tanpa harus log out?"


Ellen menyingung soal itu yang kemudian membuatku segera menyadari kekurangan dari rencana tersebut.


Itu memang menjadi masalah, kami memang tidak bisa menghubungi orang lain jika kami berada dalam game. Dan itu hanya bisa dilakukan antar pemain.


Oh, atau ngomong-ngomong aku bisa melihat jam sebagai jalan keluarnya?


Ketika aku mengatakannya, Ellen langsung tertawa keras.


"Sepertinya aku akan mulai serius sekarang."

__ADS_1


Sebelum aku merasa dia melakukan untuk [Panggilan suara 》 Suami].


__ADS_2