Game Plus School!

Game Plus School!
Chapter 55


__ADS_3

Ketika Lyon mengatakan alasannya.


"Jadi karena kamu adalah murid pindahan, kamu belum mendapatkan buku pelajaran kami?"


"Ya, begitulah. Lalu ... Uhmmm ..."


Seperti dia memohon untuk aku mengatakan, "Iya" dalam permintaan itu.


Aku memasang wajah bermasalah sebelum terpaksa melakukannya, maksudku menyetujui itu.


"... Boleh."


"Terimakasih, Jean!"


Dia langsung bahagia, bersamaan dengan itu, meja kami saling berdekatan sebelum dari bentuk persegi menjadi persegi panjang.


...----------------...


"Bapak akan mulai dari penjumlahan ini."


Aku mencatat semua yang ditulis di papan.


Pelajaran dimulai dengan bidang yang sebelumnya sulit, tapi ... Yah, aku bisa mengatasinya karena aku sudah belajar dengan──


"Ugh, apa maksudnya ini?"


Ketika soal-soal mulai ditulis pada papan aku menyelesaikan itu dengan cepat, tapi tidak untuk Lyon yang sedang dalam kebingungan.


Dia terlihat kesulitan untuk mengerjakan semuanya, maksudku soal-soal itu, bahkan aku sampai tidak melihat satupun yang dipenuhi oleh coretan di bagian jawaban setelahnya.


Separah itukah?!


Pada akhirnya, kertas-kertas berisi lembar jawaban dikumpulkan sebelum dibagikan lagi.


• [Janny: Nilai matematika \= 89]


Yeay!


Aku tersenyum puas melihat itu.


Akhirnya, setelah sekian lama nilai berhasil meningkat dari rata-rata 85.


"Aku mendapat tiga puluh di bagian matematika? Ughh ..."


Tidak sama sepertiku, Lyon kali ini terlihat murung.


Ketika aku melihatnya karena penasaran, rupanya itu karena di bagian tertentu kertas dia terdapat angka.


"Eh ... Tiga puluh?"


...----------------...


Aku menutup mulutku ketika aku menyadari aku sudah salah bicara.


Disampingku, Lyon yang ternyata mendengar itu sebagai bunyi keras langsung merespon setelahnya.


"Ah, maafkan aku!"


Aku buru-buru meminta maaf.


"Yah ... Kamu tidak sepenuhnya salah. Memang, aku tidak pandai dalam hal ini. Begitupun dengan yang lain."


Lyon menghela nafas sebelum tersenyum ke arahku.


Tunggu. Apa maksud dia tentang "Begitupun dengan yang lain" itu?

__ADS_1


Dalam perbincangan itu, Siska yang menyaksikannya segera menggangapnya sebagai kesempatan untuk──


"Hei, murid baru. Disampingmu ini adalah gadis yang menempati juara umum tiga di angkatan kita."


"Sis-Siska?!" Wajahku tersipu bersamaan ketika Lyon terlihat antusias.


"Sungguh?!"


Yah, jika dia mulai membicarakan tentang itu.


Aku hanya diam sambil menunjukan wajah bermasalahku kepada Siska, dan dia terlihat menikmati itu.


Duh, dasar dia!


"Ngomong-ngomong, kenapa tidak meminta Jean untuk mengajarimu?"


Dan kita berhenti disana sekarang!


Kurasa, Siska sudah benar-benar seenaknya sendiri!


Sebelum masalah ini menjadi lebih rumit. Aku berniat untuk menjelas──


"Oh, tentu saja! Jean, aku membutuhkan bantuanmu! Bisakah ..."


Ugh, aku tidak menduga dia akan terlebih dulu mengatakannya.


...----------------...


Aku dalam kebingungan dalam permintaan itu.


Di satu sisi Siska dengan senyuman nakal berusaha untuk mempersulitku, sementara untuk Lyon.


"Yah, kau tahu? Tentang alasanku pindah ke sekolah ini berhubungan dengan nilai?"


Aku melebarkan mata.


Dia menggangukan kepala.


"Tapi, dengan kepindahanku kesini keluargaku berharap aku akan membawa perubahan. Setidaknya itulah yang mereka pikirkan, sebelum ..."


Lyon memperlihatkan lembar jawaban itu sebelum dengan santai menghiasi wajahnya dengan senyuman.


Ugh ... Sementara aku, firasatku mengatakan bahwa ini adalah hal yang buruk.


"Baiklah! Jean! Dia sekarang akan mengajarimu!"


Siska yang terbawa arus pembicaraan, maksudku, Eh?! Tentu saja, ini akan terjadi.


"Tu-tunggu dulu! Emmm, anu ... Aku bahkan tidak──"


"Sungguh, Jean? Kamu bersedia mengajariku?"


Lyon menatapku dalam harapan.


Tapi sebelum itu menjadi gelengan kepala.


"Aku ... Tidak ..." Uh, apa yang harus aku lakukan?


...----------------...


Pada akhirnya, melewati beberapa hal setelahnya.


Dengan terpaksa aku mengajari Lyon beberapa hal yang tertulis di buku.


"Jadi ... Kamu akan menemukan jawaban setelah mengurangi bagian ini lalu membaginya."

__ADS_1


Dan, begitulah. Aku mengambil jam istirahat itu untuk program kursus kedua dariku setelah mengajari Siska.


Tapi, kali ini. Tidak seperti gadis itu yang lebih cepat mengerti, sebaliknya Lyon justru masih kebingungan tentang ini.


"Aku memiliki masalah ..."


"Apa itu?"


Ketika aku menanyainya.


"Aku tidak bisa berhitung."


"Uh, apa?"


...----------------...


Beberapa waktu setelahnya, aku melihat Lyon menundukan kepalanya ke arahku.


"Terimakasih atas bantuanmu, Jean!"


Aku menggangukan kepala.


"Tapi kamu harus belajar lagi, lho. Aku lihat kamu masih tidak bisa menjumlahkannya dengan benar."


Yah, meskipun pada bagian tertentu ada beberapa kemajuan.


Tapi tetap saja, setidaknya dia harus melakukannya sampai berhasil mengatasi masalah tersebut.


Lyon menggaruk kepalanya.


"Ketahuan, ya? Uhmmm ... Setidaknya pada bagian lain aku jago kok."


Dia kemudian berbicara dengan bahasa yang menurutku merupakan──


"What is your name?"


Eh? Percakapan ini?


"Etto ... My name is Jean. And you?"


"I Lyon. Thanks for the help today."


Pada bagian itu dia kemudian pergi setelah mengatakan akan menuju kantin.


Aku kemudian melihat itu sambil tidak bisa menyembunyikan rasa keterkejutan.


Meskipun tadi dia kesulitan mempelajari matematika, setidaknya Lyon mampu menguasai bagian tersebut, bahasa inggris.


Yah, mungkin karena dia berasal dari luar negeri yang membuat itu menjadi tidak mustahil.


Bersamaan dengan itu, setelah Lyon pergi aku melihat bayangan seseorang melewati pintu kelas ku.


"K-Kyle?"


Aku langsung menyapa dia tanpa pikir panjang.


Tapi setelahnya, yang terjadi adalah──


"Ughhh ... Dia tidak memperhatikanku?"


Kyle yang mungkin tidak menyadari aku memanggilnya dan melewati kelas begitu saja.


Tapi, mengesampingkan soal itu.


Pada bagian wajah dia, aku melihat itu menjadi dingin.

__ADS_1


Bahkan siapapun akan mengenali itu sebagai tatapan kosong dan hampa.


__ADS_2