Game Plus School!

Game Plus School!
Chapter 73


__ADS_3

Aku memeggengam kedua tanganku di depan dadaku.


"Aku tidak tahu."


Bagiku, keduanya merupakan sesuatu yang tidak boleh aku pilih-pilih.


Maksudku, Leon sudah repot-repot datang untuk membantuku mengatasi masalah dengan Ellen.


Namun, disisi lain Ayano akan dalam kondisi yang sangat kritis jika aku tidak memberikannya pertolongan pertama.


"Kau harus cepat memilih, Jean. Juga, NPC yang sudah mati tidak akan bisa dihidupkan kembali."


Aku melebarkan mataku dalam pernyataan Siska, dan dengan sedikit ragu menoleh ke arah Ayano sebelum mengganguk setuju meskipun pada awalnya aku ragu dengan keputusanku menyelamatkan dia.


• Leon | HP: 2 | Status: Keracunan


• Leon | HP: 0 | Status: Die


Mataku menoleh kosong ke arah tempat Leon kemudian menghilang.


Tapi sebelum itu, aku akan melihat seseorang akan semakin membaik setelah Siska memasukan sesuatu ke dalam mulut dia.


Ayano yang sebelumnya wajahnya memucat, lalu luka di bahu dia, akhirnya sembuh setelah menegak potion yang diberikan oleh Siska.


"Nah, mari kita membawa dia ke kota Fredohmnica, lalu menghidupkan Leon disana untuk kemudian mencari penginapan."


Aku menggangukan kepala dalam perkataan Siska.


Tapi sebelum itu.


"A-ano ... Terimakasih banyak karena sudah membantu kami."


Aku menundukan kepala kepada Petang dan Senja yang terlihat bahagia dengan senjata baru mereka, sampai-sampai mereka tidak menyadari tindakanku.


"Ough, oke ..."


"Tidak masalah ..."


...----------------...

__ADS_1


"Lalu, etto ... Bukankah kita mencari penginapan?"


Sementara aku bingung kenapa Siska membawaku ke sebuah rumah di luar benteng kota.


"Nah, karena kita sudah sampai di Fredohmnica, maka aku akan mengatakan beberapa hal yang bisa kita lakukan di tempat ini, tentu saja ... Membeli rumah dan mendirikan markas party juga termasuk."


Eh? Apa yang dia katakan? Dan ketika Siska menjelaskan bahwa dia juga tidak ingin terus-terusan membuang uang untuk menyewa penginapan.


"Nah, pada saat itulah aku berfikir untuk mengajak Jean ke kota ini dan membeli rumah bersama-sama."


Jika itu yang dia katakan.


Aku menggelengakan kepala.


"Aku tidak keberatan tidur di penginapan."


Dan wajah Siska langsung cemberut setelahnya.


Bertanya-tanya apakah aku sudah membuat kesalahan?


"Tapi aku memang memiliki cukup uang untuk membelinya."


"Benar, kan?"


"Eh? Tapi kenapa harus diluar benteng kota?"


"Ya, itu demi kenyamanan, kau tahu? Tempat kita berada ini bukan di benteng utama. Namun berada di daerah desa dekat kota berada. Dengan alasan seperti itulah, jarak antara rumah dengan lokasi berburu akan diperpendek."


Juga, kalau aku lihat-lihat lagi, ternyata aku baru sadar jika tembok kota berada cukup jauh dari tempatku berada.


Dan sepertinya di sekeliling tempat ini ada beberapa rumah kayu.


Meskipun beberapa terdapat bangunan berlantai dua, nah ... Aku pikir mereka adalah pemain yang mendirikan rumah.


"Lalu, keuntungan lain yang didapat adalah kita bisa mendapatkan halaman yang luas."


Aku mengangkat tangan sebelum mengatakan.


"Boleh aku melihat-lihat rumah ini sebentar?"

__ADS_1


"Oh, tentu saja!"


...----------------...


Emmm, mari kita lihat, aku akan mulai dari bagian luar.


Rumah yang diperkenalkan Siska ternyata tidak buruk juga.


Mereka berlantai dua.


Lalu memiliki halaman luas seperti yang dimaksud oleh Siska.


Kemudian akan ada banyak kamar yang mungkin bisa aku temukan mengingat ukuran rumah ini yang setidaknya menyamai penginapan besar di kota.


"Yosh ... Semuanya tidak ada masalah."


"Jadi, kita akan membelinya, kan?"


Tapi ada masalah untuk itu.


"Aku ingin tahu berapa harga mereka?"


"Dua ratus lima puluh juta. Nah, aku akan membayar setengah lebih, dan kamu hanya perlu membayar sisanya."


"Eh? Kamu yakin?"


Siska menggangukan kepala.


"Lagipula, yang meminta kita membeli rumah adalah aku, bukan?"


Ya, itu akan menjadi masuk akal untuk di dengar.


Namun, tetap saja.


Aku tidak pernah mendengar Siska mempunyai uang sebanyak itu, dan ketika aku menanyakan tentang hal tersebut.


"Aku punya lima ratus juta tabungan, kok."


Mataku langsung melebar tidak percaya bersamaan dengan Siska yang mengatakan itu.

__ADS_1


Jika dia mempunyai tabungan yang sama banyaknya denganku.


Ngomong-ngomong, jadi aku harus membayar sebanyak 1 00 000 000 emas untuk bisa memilikinya.


__ADS_2