Game Plus School!

Game Plus School!
Volume 1 - Game Plus School Ch 33 Status: [End]


__ADS_3

Lanjut ke beberapa hari setelahnya.


Di sekolah aku mengajak Kyle untuk pergi ke atap sekolah.


"Seperti yang aku janjinkan, Kak Janny memiliki waktu di hari sabtu ini, dan kamu akan memiliki kesempatan untuk berbicara dengannya di taman dekat rumah kita."


Kyle dengan tegas menggangukan kepala.


Aku seperti melihat dia begitu menantikan ini.


Jadi, akhirnya hari itu tiba, ya?


Yah, aku tidak menyangka ini akan terjadi begitu cepat dari dugaanku, tapi setidaknya semua akan berjalan lancar jika sesuai dengan yang direncanakan.


Aku kemudian berpisah dari Kyle setelah bel sekolah berbunyi.


 


...----------------...


Kyle tersenyum puas ketika dia memasuki rumah.


Hari ini adalah hari yang sepesial baginya.


"Aku enaknya pakai pakaian apa, ya?"


Karena dia akan bertemu dengan sosok yang dia kagumi sejak kecil.


Tentu saja Kyle akan menyiapkan baju terbaiknya hari ini.


"Oh, Kyle. Kau sudah pulang?"


"Dan kau mau pergi kemana?"


Ketika Kyle membuka pintu, dia sudah melihat seorang pria yang sama tapi dengan setelan rapi, juga dilengkapi oleh dasi.


"Aku mau pergi kencan, kau tahu? Ini akan menentukan apakah aku bisa menikahinya atau tidak."


"Tu-tunggu dulu. Bukankah kau masih sekolah? Kupikir ini terlalu awal untuk itu."


Kyle yang mendengar ini jelas tidak bisa menyembunyikan keterkejutaanya.


(Jika harus membandingkan, sepertinya usia orang ini sama dengan Kakaknya Jean.)


Mengabaikan itu, pria tersebut mendorong Kyle dari tepatnya berdiri.


"Sudah, jangan menghalangi. Pernikahan tetaplah pernikahan, kau tahu? Aku setidaknya berencana membuat janji pertunangan dengan dia, sebelum menjadi pernikahan."


"Oh, aku mengerti sekarang."


 


...----------------...


Sementara itu.


"Jean, Kakak benar-benar minta maaf! Sepertinya Kakak tidak mempunyai waktu hari ini!"

__ADS_1


"Eh? Kenapa?!"


Aku melihat Kak Janny terlihat panik ketika aku baru pulang.


Tunggu, itu bukan masalah utamanya!


"Kakak tidak bisa menepati janji?!"


Kak Janny menggangukan kepala, "Tiba-tiba dia mengajak ku untuk pergi ke lokasi yang sepertinya cukup mahal yang sudah dia pesan untuk acara ini."


"Memangnya siapa yang Kakak akan temui?"


Begitu aku menanyakannya, Kakak hanya menjawab dengan, "Emmm." atau, "Ah, itu ..." sampai aku mendengar suara klakson mobil di depan rumah aku.


Juga, sedikit tambahan.


Hari ini Kakak berpakaian begitu rapi dan terlihat cantik dengan pakaian mahal itu.


Tunggu, mungkinkah ini adalah ...


...----------------...


Aku buru-buru pergi ke rumah Kyle untuk menemui dia.


"Permisi, uhmmm ... Kyle!"


Aku mengetuk pintu dan tidak mendapatkan jawaban.


• Ting! Anda mendapatkan pesan masuk!


[Jean, aku berharap kamu bisa menemuiku dalam beberapa menit lagi setelah aku selesai mengatakan semua itu kepada Janny.]


"Apakah dia sudah berada di taman?"


Oh, tentu saja itu akan terjadi!


Maksudku, Kak Janny pergi di waktu yang sedikit bersamaan dengan janji dia bertemu dengan Kyle.


Kalau saja aku bisa bilang acara ini diundur beberapa hari lagi.


"Ah, tidak ada waktu!"


Aku tidak ingin membuat Kyle sedih atau bagaimana, karena aku juga sepertinya bertanggung jawab atas semua ini.


Jadi, dengan secepat mungkin aku berusaha mencapai taman tempat Kyle berada, sebelum menemukan seseorang dalam posisi berlutut setelah sebuah mobil hitam melewatinya.


"Apakah aku sudah terlambat?"


 


...----------------...


Kyle melihat ke arah langit dan merasa ini sudah melebihi waktu yang ditentukan.


"Kenapa dia lama sekali, ya?"


Sampai dia menemukan sesuatu yang dia kenali lewat di jalan raya.

__ADS_1


"Hmmm? Bukankah itu adalah mobil Kakak, lalu ..."


Kyle tersenyum, dia merasa Kakak dia membawa seseorang di dalam setelah menangkap ada sesosok wanita berambut hitam disana.


Dan itu membuat dia dengan cepat mendekati mobil itu dengan harapan bisa melihat siapa yang menjadi calon kakak iparnya nanti.


 


...----------------...


"Kyle!"


Aku mendekati orang yang berlutut ternyata memang adalah Kyle.


"Ah, kamu, apakah ..."


Aku memanggil dia berulang kali, tapi dia hanya menatap kosong ke arah bawah tanpa menjawabku setelahnya.


Kemudian, terlihat dia yang mulai membasahi lantai dengan air mata.


"Aku ... Aku tidak percaya ini, ternyata ... Ternyata dia adalah ... Calon kakak iparku? Yang seharusnya menjadi pacar ku dimasa depan."


Aku memiringkan kepala, ketika Kyle menyinggung soal dia yang melihat Kak Janny pergi bersama dengan laki-laki lain.


"Huh, maksudmu, kakak kamu dan kakak ku saling berkencan! Lalu, eh! Menikah?!!!"


Aku menutup mulut, juga dalam posisi berlutut setelahnya.


Aku tidak tahu ini akan terjadi.


Jadi ... Itu adalah alasan Kak Janny begitu mempedulikan penampilannya hari ini karena memang di waktu ini adalah sesuatu yang spesial baginya.


Tunggu, pernikahan?! Aku tidak tahu Kakak Janny akan secepat ini melakukannya, kemudian ...


"Katakan sesuatu, Jean."


"Tentang apa?"


Aku melihat ke arah Kyle yang sudah menghilangkan air matanya.


"Memangnya apa yang bisa aku lakukan ketika yang menjadi sainganku adalah Kakak ku sendiri?!"


Dia memegangi pundak ku dan menatapku dengan kedua mata seriusnya, tapi aku hanya melebarkan mata sebelum menundukan kepala.


"Ini ... Sungguh sangat sulit."


"Benar, kan?"


Kyle melepaskan pegangannya.


Dia kemudian menyerah untuk mencari jawaban sebelum berdiri meskipun kaki dia terlihat lemas untuk melakukannya dan mulai menjauh.


Sementara aku, aku hanya diam disana selama beberapa waktu sebelum ikut meneteskan air mata.


 


Volume 1 - Game Plus School [End]

__ADS_1


__ADS_2