
"Bagus, keponakanku, kau melakukan pekerjaan dengan baik."
Ellen's Brother-in-law tertawa ke arah gadis mungil di sampingnya.
"Hmph, paman ... Aku sudah merasa bosan melihat dia yang tidak melakukan perlawanan, dan entah kenapa HP dia bisa sebanyak itu meskipun es-es ku sudah menusuk di bahu lalu lengan kiri dia dan memberikan racun mematikan."
Sebuah skill yang Eldest Princess Ellen itu berhasil sembunyikan dari [Appraisal] lawan mereka.
Sederhana saja, es yang menusuk di tubuh Jean akan mencairkan racun yang terkandung pada air beku itu.
Dan akan mengurangi HP Jean secara perlahan.
Gadis itu melebarkan mata sebelum menemukan satu [Ice Arrow] miliknya yang tiba-tiba berbalik arah sebelum menghindar.
"Tapi tidak hanya itu saja, karena menurutku skill ini sangat berguna, aku menambahkan beberapa pembaharuan seperti membuatnya dengan cepat menghisap HP lawan. Lalu, oh, NPC itu akan segera mati jika kau tidak melakukan sesuatu."
"Aku tahu itu."
Karena tujuan mereka adalah untuk menculik Ayano jika situasi berbalik ke arah yang tidak terduga.
Ellen's Brother-in-law segera maju.
Dengan pedang yang sudah terangkat dia akan mendaratkan serangan [Brutal Attack + Holy Sword] yang akan membuat Jean tidak bisa segera merespon itu dengan cepat.
...----------------...
Karena aku menyadari jika mengaktifkan [Auto Protection] terlalu lama bisa membuat MP ku menjadi boros, aku menyimpan itu untuk sementara waktu ini.
Tapi sebelum aku bisa menyadarinya, aku akan segera menyesali keputusanku karena sudah [Auto Protection 》 Tidak Aktif].
Setidaknya, sesuatu dari dua arah yang berlawanan seperti gabungan antara [Ice Spear 》 Ice Arrow 》Ice Crystal] sudah memenuhiku dalam jumlah banyak di depan, dan mereka ternyata mengarah ke arah Ayano.
Lalu aku mendengar seseorang mengatakan, "Holy Sword!" dari atas ditambah dengan, "Brutal Attack." yang juga mengarah ke arah gadis NPC itu.
__ADS_1
Aku merapatkan gigiku sebelum dengan perlahan mengaktifkan kembali [Auto Protection].
Namun karena aku baru saja menekan, [Nonaktif] pada bagian itu, waktu untuk periode cooldown mengaktifkannya kembali akan membutuhkan setidaknya 30 detik.
Aku tidak mempunyai waktu untuk menunggunya selama itu.
Jadi dengan pilihan yang tersisa, seperti berlari ke arah Ayano untuk kemudian memeluknya dan melindunginya adalah satu-satunya cara yang bisa aku gunakan.
Pertama-tama aku bisa merasakan damage dari gabungan [Ice Spear 》 Ice Arrow 》Ice Crystal] sudah menusuk punggung ku sekarang.
Sebelum serangan mematikan sekelas [Holy Sword] ditambah [Brutal Attack] akan memberikan kerusakan yang tidak terduga.
• Jean | HP: 3 000 000 / 4 895 060
Sementara pemberitahuan itu masih mengejutkanku, serangan demi serangan kembali dilancarkan ke arahku dari dua orang yang berbeda.
Dan itu kemudian akan membuat pemberitahuan demi pemberitahuan akan memenuhi pandanganku.
Mata Ayano terbelalak mendengarnya.
[Kakak tinggalkan saja aku sendirian disini! Aku akan baik-baik saja kok! Lalu, kamu tidak perlu sampai mengorbankan dirimu lagi!]
...----------------...
"Huh? Jean?!"
Ketika Leon menyadari Jean diserbu habis-habisan seperti itu.
Leon dengan dicampur amarah segera menghantam dan menghantam Ellen's nephew sebelum dengan kartu truf dia.
"Tornado Api!"
Yang diarahkan pertama-tama ke lawan dihadapannya, sebelum dengan segera menerobos sampai ke tempat Jean.
__ADS_1
"Kau pikir aku akan membiarkan itu terjadi?!"
Ellen's nephew yang menggangap itu sebagai perlawanan tidak terduga mengambil lebih banyak sikap bertahan daripada menghindarinya.
Leon terkekeh.
"Jangan meremehkan tornado api ku, begini-begini dia bisa lebih besar lagi!"
Dengan Leon yang berada di antara angin api yang mengelilinginya, secara tidak terduga Lson membuat tornado kloningannya ke arah Ellen's nephew dan berhasil mengecohnya.
"Oh tidak!"
Sementara Ellen's nephew terjebak dalam serangan itu, kali ini Leon akan menggangap itu sebagai sebuah skill attack yang akan membebaskan seseorang dari serbuan brutal ketika tubuh dia meluncur ke arah Jean.
...----------------...
Ketika aku menyadarinya, aku sudah menemukan tornado api mendekat ke arahku.
Ketika aku berfikir pemilik serangan itu adalah lawan kami.
"Leon?!"
Aku melihat cowok itu yang terbang dengan speed yang mengejutkan ke arah kami, segera menghantamkan dirinya ke arah Ellen's Brother-in-law yang masih mencerna situasi itu dan berhasil membuat tubuh dia menari di atas udara.
"Masih belum!"
Dan pada saat aku mengira Leon akan berhenti disana, dia justru menggunakan lebih banyak MP untuk membuat tornado api dia semakin besar.
Sebelum kali ini ini dengan brutal menargetkan seseorang sebagai sasaran empuk.
Disana, aku akan melihat yang menyerangku dengan Ice tersebut melayang di udara sebelum dengan [Appraisal] aku menemukan.
• Ellen s Princrs | HP: 3 90 000 / 1 500 000
__ADS_1