
"Jean! Jean!"
Suara samar-samar memenuhi pandanganku ketika aku melihat seseorang yang terasa akrab bagiku sudah berada dihadapanku sekarang.
Dia memanggilku berulang kali.
Aku juga merasa aneh, padahal ini hanya game.
Tapi entah kenapa ini terasa begitu nyata.
Untuk setiap serangan ... Dan juga efek dari menerima damage yang dahsyat dari skill mematikan dragon king.
...----------------...
Aku yang ditampar oleh ekor naga meluncur ke atas langit sebelum menabrak pepohonan di hutan.
• Jean | HP: 101 / 2 115 960 | Status: Berdarah
Ouch, satu lagi terkena damage dari naga aku pasti akan mati sekarang.
Nah, aku tidak mengharapkan itu terjadi, setidaknya sampai beberapa goblin mengelilingiku disana.
"Apa yang ..."
Aku yang menyadari mereka adalah memang seekor monster, berusaha untuk menggerakan tubuhku yang kemudian tidak memenuhi perintahku.
Melihatku yang lumpuh akibat serangan, goblin saling memandangi satu sama lain sebelum bersama-sama memukuliku dengan senjata kayu primitf mereka.
Pukulan-pukulan itu memang tidak memberikan banyak damage jika aku dalam kondisi prima, namun karena aku yang sekarang dalam kondisi luka berat.
• Jean | HP: 1 / 2 115 960 | Status: Berdarah
Itu cukup untuk menghasilkan total 100 kerusakan.
Oh, no ... Kali ini, satu damage lagi aku pasti akan die dan permainan berakhir.
Aku juga merasa akan menjadi bencana setelahnya, seandainya aku gagal melakukan misi ini.
Kehilangan 10 juta TP itu akan membuatku selamanya tidak bisa mengambil misi dari NPC lagi.
Dan aku juga merasa ikut bersalah karena sudah melibatkan Rendy dalam hal ini, padahal dia berniat untuk menolak sebelumnya.
__ADS_1
Semakin aku memikirkannya, aku teringat akan perkataan seseorang.
"Ummm ... Mungkin ini karena aku tidak mendengarkan yang dia katakan?"
Aku mulai menyesal, tapi itu tidak berlangsung lama karena aku juga merasa tidak punya pilihan pada waktu itu.
Setidaknya, dalam satu serangan terakhir goblin disekelilingku itu.
DHUAK!
Sesuatu yang kuat menghantam setelahnya.
Aku memejamkan mata pada saat itu terjadi, namun ...
"Huh? Aku masih baik-baik saja?"
Mengesampingkan soal itu.
"Jean!"
Bersamaan ketika aku melihat para goblin sudah tumbang, seseorang yang terasa akrab bagiku muncul dalam kesempatan itu.
...----------------...
Aku melihat Siska sudah memeluk ku sekarang, sebelum dia melepaskan pelukan itu dan menatap wajahku lalu memainkannya.
"Aduh ... Siska, towlong ... Akyu ..."
Pipi ku yang ditarik-tarik oleh Siska membuat kalimat yang aku keluarkan berantakan.
Dalam kesempatan itu, aku melihat wajah Siska yang mengembung di bagian pipi sekarang.
"Aku marah, lho ... Karena kamu seenaknya mengabaikanku."
Eh, tentu saja ini akan terjadi.
"Pokoknya kamu harus meminta maaf! Tapi, yah ... Mempertimbangkan bahwa ada yang perlu kita urus terlebih dahulu."
Tentu setelahnya, aku akan mendengar suara, "RrrrOooAaaRrrGggHhh!" yang panjang, bersamaan ketika Siska membawa tubuhku yang sekarang setengah lumpuh ke lokasi yang lebug tinggi.
"Naga masih hidup meskipun aku memberikannya serangan seperti itu?"
__ADS_1
Yah, uhmmm ... Mempertimbangkan betapa banyaknya HP dia, aku rasa itu mungkin-mungkin saja terjadi.
Tapi, aku akan merasa ini bencana jika naga akhirnya masih bisa melanjutkan pertarungan.
"Tenang saja, tentang naga yang sudah hampir sekarat itu akan aku tangani dengan satu serangan pamungkas."
Siska kemudian mengeluarkan busur panahnya.
"Etto ... Aku berharap kamu bisa mengalahkannya."
Meskipun aku berharap demikian, nyatanya perasaan buruk di dalam hatiku masih ada.
"Tenang saja, aku akan menggunakan kartu truf ku mulai dari sekarang. Saa, ayo muncul! Item sihir andalanku yang langka 》 panah 》 Anak Panah Pembeku Naga milik ku."
Siska menarik busur panah dia bersamaan ketika anak panah mulai dibentuk dari gerakan itu.
Aku kemudian melihat ada warna-warna biru pada setiap ukiran anak panah.
...----------------...
Panah dilepaskan dari tempat dia berada.
Serangan itu begitu cepat bagaikan petir yang menyambar.
Setiap lintasan anak panah akan muncul warna cahaya kebiruan.
Panah itu segera mencapai targetnya dalam hitungan detik lalu menghantam kepala naga yang mengakibatkan ledakan es.
"Tapi, tidak hanya sampai disana. Membekulah, Naga!"
Perlahan, aku melihat dari atas, bongkahan es mulai terbentuk bersamaan dengan dragon king yang berusaha untuk memberontak atas situasi tersebut.
Tapi sayang sekali, naga yang tidak memiliki kesempatan untuk mengetahui siapa pelaku yang sudah menyerangnya diselimuti oleh es sampai ke seluruh tubuhnya.
Aku melihat sekarang patung es naga besar sudah selesai dibuat, dan itu adalah sebuah pemandangan yang menakjubkan untuk dilihat.
Siska kemudian mengangkat tangannya lalu mengepalkannya ke arah naga yang beku, seketika itu perlahan membuat patung tersebut KRAK! mengeluarkan suara retak sebelum disusul oleh DHUAR! yang menghancurkan.
Sampai membuat patung naga tersebut menjadi ribuan bagian.
Aku yang melihat ini hanya terkagum-kagum dengan efek dari serangan tersebut.
__ADS_1