Game Plus School!

Game Plus School!
Chapter 46


__ADS_3

"Oh, iya, Rendy. Aku baru menyadarinya, tentang mantel yang kamu pakai itu ..."


Rendy menoleh ke arah mantel yang aku tunjuk.


"Mereka juga tahan api."


"Jadi kamu sudah mempersiapkannya sejauh itu?"


Rendy menggangukan kepala dalam pertanyaanku.


"Tentu saja, aku tidak akan bertarung tanpa persiapan yang matang."


Contohnya ketika dia membawa satu mantel yang aku pegang itu.


Nah, mereka pasti adalah cadangan, mungkin itu juga termasuk untuk perisai.


"Apakah kamu adalah pengguna senjata?"


"Tidak, hanya seorang penjinak binatang sederhana.'


Aku tidak mengerti apa maksud dia dengan "Sederhana" itu.


Tapi ya sudah, aku tidak akan mempedulikan ini lebih lanjut.


...----------------...


Kami kemudian tiba di bagian dalam gua.


"Ada sesuatu yang mendekat."


Sambil memegangi telinganya Rendy menoleh ke satu arah.


Aku segera siap dengan pedang dan perisaiku lalu menegang dalam kesempatan tersebut.


• Ras: Cave Spider


Level: 99


HP: 10000


Attack: 15000


Physical Endurance : 5000


Agility: 9000


Skills: Trap Nets


Aku bernafas lega karenanya.


"Kupikir dia adalah naga."


Sementara itu, Rendy terlihat cukup serius dengan kehadiran monster pertama itu.


"Jangan lengah, kamu akan menyesali hal itu cepat atau lambat ketika meremehkan musuh."

__ADS_1


Aku menganggukan kepala tegas.


"Aku mengerti ... Jadi, bolehkah?"


Aku berniat untuk menerobos maju dan mengalahkan Laba-Laba itu dengan pedang, tapi sepertinya mereka terbakar oleh sesuatu sebelum aku berhasil melakukannya.


"Fire Ball!"


Sebelumnya muncul sebuah bola api yang dahsyat, atau aku bisa menyebut mereka lebih kuat dari yang aku punya.


"Eh?! Jadi selain seorang Beast Tamer kamu juga bisa menggunakan sihir?!"


Dari yang aku lihat itu, apakah mereka adalah sihir api?


Rendy menggangukan kepala.


"Setidaknya itulah skill serangan yang aku dapat. Lalu, uhmmm ... Kita akan masuk ke bagian lebih dalam lagi, jadi pastikan kamu buat dirimu berguna setelahnya."


Aku mengembungkan pipi, dia pasti sengaja melakukannya, bukan?


"Kali ini aku akan mengalahkan mereka lebih banyak darimu."


"Oh, aku sangat menantikannya?"


Rendy tersenyum dalam kesempatan untuk mengejek ku.


Entah karena aku didahului mengalahkan Cave Spider atau bagaimana.


Tapi, setelah [Appraisal] ku menangkap sesuatu dari depan, tanpa melihatnya terlebih dahulu aku langsung bergerak.


"Oke, sekarang adalah giliranku!"


"Ugh ... Benda ini keras sekali!'


Setidaknya sebelumnya aku hanya asal menyerang musuh di wilayah gelap itu, tapi tidak menduga mereka bisa tahan terhadap senjata pedang.


Tapi, ngomong-ngomong, kenapa laba-laba bisa memiliki sayap dan ekor yang panjang?


"Bodoh, kamu akan dalam masalah jika tidak kembali. Naga, dia adalah yang kita cari!"


"Eh?!"


Aku segera melompat dari berada di atas tubuh yang dikatakan adalah.


"Wah! Naga katamu?!"


Makhluk di bawah ku segera menunjukan respon setelah menyadari akan seranganku.


Dia sebelumnya tertidur yang menyebabkan naga ini membiarkan aku dengan mulus menyerang.


Tubuhku terjatuh dengan sendirinya di tanah, bersamaan dengan itu.


"RrrOooAaaRrrGggHhh!"


Naga meneriaki itu sambil terlihat marah.

__ADS_1


Matanya yang berwarna merah terlihat mengintimidasi.


Dan kemudian, tubuhnya yang memenuhi sampai langi-langit gua.


Aku kemudian menghindar setelah menangkap maksud naga dari membuka mulut.


Api menyembur dari lokasi sebelumnya aku berada.


Naga segera mengarahkan mulut yang membuat api-api itu lagi untuk mengikuti gerakan aku berlari.


Pada bagian ini, aku hanya bisa menghindar dan menghindar tanpa banyak melakukan perlawanan.


"Summoning."


Rendy yang melihat itu segera membuat seekor burung terbang membelakangi naga dalam serangan tersebut, sebelum.


"Tambah Kesadaran 》 Fire Ball!"


"Cit! Cit!"


Lingkaran sihir kecil muncul di tepat di depan paruh burung bersamaan dengan kemunculan bola api yang burst out dalam jumlah banyak.


Dari depan Rendy menyerang secara membabi buta, begitupun dengan belakang.


Mereka bekerja sama dengan baik, aku bahkan merasa kehadiranku disini seperti tidak diperlukan.


Naga kemudian berubah dari posisi menyerangiku berganti menjadi bertahan, setidaknya dia akan melakukan sesuatu dari rentetan serangan mendadak itu.


...----------------...


"RrrAaaRrrGggHhh!"


Naga menyemburkan api bersamaan ketika Rendy mundur dari sana.


"Kau cepat lakukan sesuatu, aku kesulitan disini!"


"Oh!"


Aku tersadar dari lamunanku, dan segera maju mendatangi naga, tapi sebelum itu.


Aku melompat ketika ekor naga berniat untuk menamparku, sebelum dengan pedang aku sudah berada di depan kepalanya.


(Karena dia terlihat cukup kuat, maka aku akan menggunakan skill tingkat tinggiku secara langsung.)


Ummm, sepertinya itu boleh-boleh saja.


"Sword Master!"


Aku langsung menebas bagian kepala dia dengan itu, dan naga langsung terpukul mundur secara sembarangan hingga membentur tembok.


Tapi, tidak sampai disitu saja.


"Two Heavy Attack!"


Setidaknya aku berniat mengakhiri serangan dengan memberikan damage yang besar.

__ADS_1


Nah, jarang-jarang aku mendapatkan kesempatan melawan naga.


Dan aku tahu di bagian sisik mereka sangat keras, lalu tentunya aku perlu bekerja ekstra keras untuk dapat menembus pertahanannya.


__ADS_2