
Ketika aku berniat menggunakan [Appraisal] untuk membaca skill lawan kami, seseorang tiba-tiba menghentkanku.
"Jean, aku tidak menyangka kamu akan membutuhkan bantuanku. Jadi, siapa yang akan menjadi lawanku?"
Seseorang dengan rambut pirang sudah ada di sampingku sekarang.
Yup, dia adalah yang mungkin satu-satunya aku bisa mintai bantuan dalam situasi ini.
Ketika aku menjelaskan setelahnya, tentang masalah kami.
"Oh, jika hanya tentang melindungi NPC ini aku bisa melakukannya."
"Mohon bantuannya ..."
Tanpa sadar aku sudah menaruh harapan pada cowok itu, meskipun aku yakin ini adalah pertama kalinya aku bergantung pada laki-laki.
Setelah itu Leon hanya tertawa kecil sebelum menggaruk kepalanya dan berkata, "Justru ini tidak ada apa-apanya dengan yang kamu lakukan."
Dan dalam momen itu aku hanya memandanginya dengan heran ketika dia tiba-tiba mengatakan hal yang tidak aku mengerti.
"Huh, permisi?"
Ketika aku berniat mencari tahu, Ayano yang berada di dekatku mendatangi kami sebelum menundukan kepalanya.
[Mohon bantuannya juga, etto ...]
"Leon, itu adalah namaku."
Ayano menggangukan kepala sebelum berlatih cara memanggil Leon.
Sekarang, karena masalah ini sudah selesai, ups ... Aku bahkan sedikit lupa tentang Siska yang memanggil teman dia.
__ADS_1
Dua perempuan dengan penampilan yang menurutku mirip dengan seorang ninja muncul dihadapan kami sebelum masing-masing mulai memperkenalkan diri.
"Perkenalkan, aku adalah petang dan ini adalah rekanku, senja."
Eh, oh ... Nama-nama ini?
"Apakah kalian memakai nama samaran?"
"Ya, setidaknya itu untuk menjamin kerahasiaan tentang informasi kami."
Petang menggangukan kepala sambil tersenyum bangga.
Eh, aku baru mengetahui kalau kita bisa mengatur nama seperti itu.
"Tapi kami tenang saja, Jean. Mereka bisa dipercaya, meskipun aku perlu mengeluarkan beberapa benda untuk bisa membujuk mereka datang kesini."
...----------------...
Ketika Ellen yang tidak bisa menyembunyikan perasaan gelisahnya.
Seseorang dengan kacamata yang dia panggil "Kakak Ipar" itu memainkan kacamatanya sebelum dengan tenang menjawab.
"Kamu berhenti khawatir soal itu, My Sister. Nah, karena NPC itu tidak memiliki anti sabotase seperti yang dimiliki oleh gadis bernama Jean dan Siska itu ..."
Dan dengan beberapa gerakan ringan, dia kemudian seperti JEREET!yang membuat Ayano seperti medapatkan sengatan listrik sebelum berjalan terhuyung-huyung dan perlahan memasuki luar wilayah Fredohmnia.
"Seperti yang diharapkan, kakak ipar memang hebat. Lalu, darling, sepertinya kita harus memanfaatkan kesempatan ini dengan baik."
"Aku mengerti ..."
...----------------...
__ADS_1
Aku yang sedang sibuk dengan pembicaraanku pada dua ninja tersebut tidak menyadari Ayano yang berada di belakang Leon menunjukan perubahan seperti berjalan ke perbatasan lain.
"Hmmm? Ada apa denganmu?"
[Ugh, entah kenapa seperti setiap gerakanku dikendalikan.]
Aku kemudian memandangi Leon untuk memberi dia tanda menyelidiki itu, sebelum sebuah serangan tiba-tiba menghantam dia setelah diketahui ikut menyeberang perbatasan.
...----------------...
"Arghhh!"
"Bwahahaha! Rasakan itu, bocah!"
Leon yang tadinya terpental lalu menabrak bebatuan setelah menerima serangan berubah ke posisi bertahan ketika dihadapannya sudah ada dua orang yang dengan senjata mengincarnya.
"Ugh ... Lumayan paman, tapi aku masih bisa bertahan!"
Sebelum itu menjadi sebuah serangan lagi, aku dengan cepat muncul diantara keduanya bersama dengan pedang aku yang sudah mengarah ke arah Ellen.
...----------------...
"Ugh, paman ... Apakah kita hanya diam seperti ini dan menonton ayah dikeroyok seperti itu?"
Pria berkacamata mengamati pertarungan sebentar sebelum memberikan lampu hijau kepada dua keponakannya yang memegangi senjata dengan gelisah.
Tapi, sebelum itu bisa menjadi sebuah bala bantuan──
"Kau pikir bisa seenaknya maju tanpa hambatan. Kalian berhenti sekarang! Aku yang akan menjadi lawanmu!"
Dua gadis ninja sudah berada di hadapan mereka untuk menghadang.
__ADS_1