
"Setelah ini, Jean. Apakah setelah ini kamu berniat untuk bergabung ke dalam anggota party Holy Knights?"
Aku menggelengkan kepala ketika Kak Janny tiba-tiba menanyaiku begitu.
"Aku masih lemah, Kak. Lagipula aku tidak memiliki cukup banyak pengalaman sebagai pemain."
"Lalu, aku lihat kamu sudah di level lima puluh ... Dengan skill unik yang memang unik."
Dia tertawa ketika melihat tentang status kemampuanku.
"Dan, Kakak juga."
Aku berusaha menggunakan [Appraisal] untuk membaca status Kak Janny.
"Huh, itu masih belum bekerja."
"Nah, itu karena kamu masih lemah."
Janny mengatakan itu ketika aku mulai murung dan mengembungkan pipi.
"Ini tidak adil, kalian semua bisa melihat status kemampuanku sementara aku tidak."
"Apakah memang seperti itu? Tapi, khusus untukmu aku akan memperlihatkannya sedikit."
"Sungguh?!"
Kak Janny menggangukan kepala, lalu dengan, "Buka [Block Appraisal] ..." dia mulai melakukan sesuatu pada statusnya.
Aku kemudian menggunakan [Appraisal] ketika Kakak sudah mengizinkan aku memakainya.
Selanjutnya, sesuatu yang mengejutkan akan memenuhi pandanganku.
• Nama: Claude
Level: 775
HP: 100000?--- [Gagal Membaca]
MP: [Rusak]
Attack: ???????
Physical Endurance : 10000?0
Agility: 00000??
Luck: 0000
Skills: [Appraisal] | [Block Appraisal] | [Sword Master] | [King of war] | [Holy Sword] | [Strong Physique] | [Speed Up] | [???] | [???] | [???] | [???] | [???]
Lalu, emmm ... Kacau.
"Kak, aku masih tidak bisa melakukannya!"
Entah kenapa, aku merasa kepalaku berputar sekarang begitupula dengan mataku.
"Ini aneh, kupikir seharusnya aku sudah menurunkan kemampuan [Block Appraisal] ku."
Aku menggelengkan kepala ke arah Kak Janny.
"Sudah, aku tidak berniat kepo lagi. Lalu, aku lihat sekilas HP mu luar biasa banyak."
__ADS_1
Kalau tidak salah, aku merasa itu sampai satu juta jika aku menggangap tanda "?" setelah "0" terakhir termasuk dalam jumlah digit.
Lalu, uhmmm ... Seperti yang diharapkan ketika bertemu dengan pemain kuat.
"Mengerikan, itu sudah tujuh ratus tujuh puluh lima?"
Wow, membayangkan saja sampai berapa lama aku bisa mencapai level itu dengan kemampuanku yang sekarang?
Eh, tunggu. Aku rasa itu tidak mustahil sekarang.
Mempertimbangkan aku yang memiliki skill [Mengalikan] lalu [Menambahkan] yang bisa aku gunakan untuk menerapkan skill pada item.
Yah, dengan sedikit berusaha aku mungkin bisa mencapainya, meskipun itu akan memakan waktu.
Namun, ngomong-ngomong tentang skill unik.
"Kakak Janny, apa skill unikmu?"
Karena aku tidak bisa menemukan bagian itu bahkan dengan [Appraisal] aku──
"Oh, kalau tidak salah [Mengamuk] atau semacamnya."
"Sungguh, eh?"
Mengamuk? Aku tidak tahu itu termasuk skill unik.
Lalu, sepertinya itu juga terdengar mengerikan.
"Emmm, ngomong-ngomong Jean. Mengalikan, menambahkan, mengurangi, dan membagi ... Bukankah itu mirip dengan matematika?"
Pastinya Kakak akan bilang begitu, lalu Uhmmm ... Bagaimana, ya? Jika aku mengatakannya?
"Bagaimana dengan pertarungan?"
"Uhmmm? Permisi?"
---
"Tunggu, Kak? Serius?! Kamu serius mau melawanku?!"
Kak Janny menggangukan kepala.
"Yah, sebagai sesama pemain, mengapa kita tidak mengatakan ini untuk mengukur kemampuanmu. Lagipula, hadiah dari mengalahkan pemain lain adalah bisa memperoleh skill mereka, lho."
Sungguh, tapi ... Eh?!
"Kenapa aku merasa justru Kakak yang mengincar skill, ku?"
Jangan bilang, dia tertarik kepada Menambahkan lalu Mengalikan itu.
Ah, tidak-tidak! Jika dia sampai mengetahui aku bisa melipat gandakan status hanya dengan skill itu──
"Aku sudah tahu kok, tentang bagian skill unik itu."
Pufft!
Jika bisa aku akan tersedak sekarang karena terkejut.
"Oh iya?!"
Tunggu, seperti aku lupa bahwa dia sangat tinggi pada bagian level.
__ADS_1
Jadi, beginikah ketika aku bertemu dengan seseorang yang jauh lebih tinggi dari padaku.
Yah, secara status kami mungkin jauh berbeda, namun──
"Aku tidak akan kalah!"
Ya, selama ini aku sudah memikirkannya, untuk bisa mengejar Kakak Janny.
"Tapi jika bisa aku ingin melampauinya."
Meskipun di dalam game, tapi aku tidak mempermasalahkannya.
Jika aku tidak bisa melakukannya di dunia nyata, maka aku akan mencobanya di dunia ini.
---
"Lalu, aku lihat kamu juga menggunakan pedang sama sepertiku."
Aku sudah berdiri dihadapan Kak Janny yang juga mengeluarkan senjatanya.
Itu adalah pedang yang indah, lalu mereka juga terbuat oleh sesuatu yang berwarna perang terang dan ada ukiran emas di bagian tertentu.
"Pedang yang bagus."
Aku tanpa sadar mengatakan isi dalam pikiranku.
"Ini!"
Setelah Kak Janny seperti mengeluarkan sesuatu dari penyimpanan dimensi.
"Ini, bukankah sebuah pedang?!"
Kak Janny menggangukan kepala, "Ganti pedangmu dan gunakan yang ini."
"Bukankah ini adalah senjatamu?"
"Ya, memang. Itu adalah senjata cadanganku. Kamu boleh memilikinya jika kamu mau, tapi untuk perisai ..."
Aku menggelengkan kepala dengan tegas, "Tidak! Tidak! Aku rasa ini sudah sangat cukup!"
Kemudian, Kak Janny melakukan sesuatu pada panel miliknya sebelum itu menjadi pemberitahuan untuk ku.
• [Ting!]
[Mendapatkan undangan pertarungan persahabatan dengan Claude.]
Pilih [Setuju] atau [Tidak]?
Eh, emmm ... Jadi kita harus melakukan ini sebelum memulainya?
Setelah aku menekan di bagian pertama.
"Lalu, oke. Sepertinya semua sudah beres."
Kemudian, aku seperti melihat Kak Janny hanya diam menunggu pada beberapa waktu setelahnya.
"Uhmmm ... Ano ..."
Hanya untuk memastikan, apakah pertarungan sudah dimulai?
"Ayo, serang aku!"
__ADS_1
Janny menghunuskan pedang ke arahku, dan kemudian dia menatapku dengan senyuman mengejek.