Game Plus School!

Game Plus School!
Chapter 21


__ADS_3

• Nama: Jean


Level: 65 (Naik)


HP: 55090 / 64580 (Naik)


MP: 53100 / 58076 (Naik)


Attack: 66170 (Naik)


Physical Endurance: 64870 (Naik)


Agility: 58612 (Naik)


Luck: 485 (Naik)


Skills: [Double Attack] | [Appraisal] | [Two Heavy Attacks] | [Strong Shield] | [Block Appraisal] | [Sword Master] | [Poison Sword] | [Night vision (New)]


Skill Unik: [Menambahkan] | [Mengurangi] | [Mengalikan] | [Membagi]


Yeay! Naik lagi.


Ketika aku merasa aku sudah cukup untuk mengalahkan banyak hobgoblin, aku akhirnya berhenti pada penjelajahan kami di lantai dua itu.


Nah, ngomong-ngomong itu sudah termasuk level yang lumayan, menurutku, tapi.


"Masih terlalu lemah, aku bahkan yakin aku hanya perlu memberikan beberapa pukulan untuk bisa mengalahkanmu."


"Kakak ..."


Aku murung dengan tatapan kosong, Kak Janny yang menyadari perubahan wajahku menjadi panik.


"Eh, a-aku hanya bercanda kok! Tentu saja Jean sudah berusaha!"


"Sungguh?!"


Janny menggangukan kepalanya, "Yah, meskipun aku bisa mengatakan kamu memenuhi syarat untuk bergabung pada event berikutnya──"


"Emmm?"


Kak Janny kemudian menjelaskan, dengan status ku yang sekarang aku kemungkinan bisa menjadi salah-satu pemain yang naik daun.


Oh iya, aku juga sudah mendapatkan [Night Vision] dari mengalahkan hobgoblin archer, jadi itu mungkin bisa membantuku banyak di petualangan nanti di dungeon.


"Dan itu bisa membuatmu memenuhi syarat untuk bergabung di dalam party kami."


Tapi, aku kemudian mendengarnya, bahwa Kakak Janny atau aku bisa panggil dia sebagai Claude di dunia ini mengatakan dirinya tidak bisa menunjukan perhatian sebagai seorang Kakak disini.


"Aku akan cukup terbantu jika Jean merahasiakan identitas Kakak, lalu ... Tentang memanggilku──"


"Aku mengerti, Kak Jan──Ah, bukan, Kak Claude."


"Nah, begitu baru bagus."


Setelahnya, kami kemudian berpisah setelah dia mengatakan mempunyai urusan dengan party dia, dan sepertinya dia terburu-buru.

__ADS_1


Setelah aku berpikir-pikir lagi, ternyata Kakak memang adalah Kakak ku yang aku selalu idolakan itu.


 


"Karena HP ku belum pulih──"


Yah, untuk sekarang, kupikir sudah waktunya menyebut ini sebagai makan di restoran.


Aku kemudian mencari teman untuk mengisi perut, hmmm ... Tidak tepat mungkin menyebutnya demikian karena aku hanya mengisi HP saja?


Kebetulan, ada rumah yang sepertinya menjual makanan di dekat sini.


Dari yang aku dengar, mereka terletak di jalan gelap di samping aku berada──


"Oh ..."


"Kamu?"


Apa ini yang namanya kebetulan?


Aku melihat laki-laki yang sama, maksudku cowok rambut pirang yang waktu itu.


"Kali ini aku akan menggangap ini sebagai kejutan ..."


"Permisi?"


Cowok itu mengatakan hal yang tidak kumengerti, jadi aku hanya berbicara beberapa kata sebelum pergi──


"Tunggu, namamu adalah ..."


"Jean."


Oh, hei, apakah itu adalah sesuatu yang mengejutkan?


"Emmm, aku lihat kamu seperti terkejut tadi ..."


"Oh, ketahuan, ya?"


Dia kemudian menggaruk kepalanya, kalau aku pikir-pikir lagi orang ini ternyata cukup menyebalkan.


"Sebenarnya aku juga pernah menemui seseorang yang sama sepertimu."


"Mungkin hanya kebetulan."


"Ya, kupikir begitu."


Cowok itu hanya menggangukan kepala setelahnya.


Sungguh ... Jadi, apakah aku bisa bilang pembicaran ini mencapai jalan buntu?


"Ah, tunggu sebentar, kamu ... Kamu belum memperkenalkan diri."


"Oh, namaku adalah, emmm ... Leon."


"Leon, ya?"

__ADS_1


Aku menggangukan kepala.


"Dan, kamu, bisakah kita membuat party?" (Leon)


"Permisi?"


 


Kyle pergi ke kamar nya setelah selesai dengan sekolahnya hari ini.


"Kakak, aku pulang."


"Emmm ..."


Setelah perbincangan singkat itu dia langsung menuju ke dalam kamar untuk kemudian menjatuhkan diri di ranjang.


"Aku masih tidak bisa melupakan gadis itu."


Sebelumnya Kyle melihatnya juga, sosok yang dia kenali sebagai gadis yang dia selamatkan tadi berada di dunia yang dia sebut sebagai game.


"Jika memang benar, bukankah berarti mereka ada kemungkinan adalah saudara."


(Mempertimbangkan bahwa Jean memiliki ciri-ciri serupa dengan sosok yang menyelamatkanku pada waktu itu dari perampok──)


"Tunggu, aku masih tidak yakin."


Tapi, satu hal yang Kyle ingat adalah, pada waktu itu ... Semuanya sangat mendadak dan mendadak.


"Aku hanya berharap bisa bertemu dengan dia lagi untuk memastikan."


Untuk itu dia kemudian memasang benda mirip kacamata yang menutupi penglihatannya sebelum membuka yang namanya permainan [AWWOF].


"Hmmm ... Enaknya aku pergi mengalahkan monster jenis apa terlebih dahulu, ya?"


Setelah cukup lama memutuskan, Kyle pergi dari lokasi muncul dalam game dan lanjut ke perjalanan menuju luar kota, bersamaan dengan kerumunan yang ada di sampingnya.


Tapi dia tidak mempedulikan itu dan lanjut ke sana.


Kyle kemudian terlibat perkelahian dengan beberapa hobgoblin.


"Kalian bukan tandingan bagi pedangku!"


Pertarungan berlangsung sengit setelah hobgoblin mengepung dia.


Kyle kemudian menggunakan salah-satu skill dia untuk mengalahkan mereka sekaligus.


• Nama: Kyle | HP: 150 / 5000 | Status: Setengah Sekarat


"Namun harga dari pertarungan itu ternyata harus kehilangan HP dalam jumlah banyak."


(Aku tidak menyangka akan secepat ini untuk kembali, tapi aku harus mengisi HP terlebih dahulu sebelum bertarung.)


--


"Apakah ini yang namanya kebetulan?"

__ADS_1


Di Fredohmnia, dia kemudian pergi ke satu arah jalanan, tempat dia menemukan seseorang yang akrab baginya.


"Aku tidak tahu apakah itu dia, tapi bagaimanapun aku harus memastikan ini dengan mata kepala aku sendiri!"


__ADS_2