
"Akhirnya ... Sudah selesai!"
Aku menjatuhkan tubuhku di atas padang rumput setelah selesai mengurusi permintaan yang terakhir.
"Dan ... Emmm, sepertinya aku mendapatkan dua ratus lima puluh ribu emas dari menyelesaikan seluruh misi itu."
Jika dibandingkan dengan sebelumnya, aku merasa ini jauh lebih baik dan menguntungkan.
Jadi, ummm, dengan begini aku bisa dengan cepat mengumpulkan uang bukan?
Tapi tetap saja, aku tidak berharap para NPC itu diserang oleh naga lagi.
[Setidaknya ini bukan kali pertama mereka menyerang kami.]
"Oh, jadi sebelumnya kalian juga pernah mendapat serangan?"
Itu mengejutkan, kau tahu?
Ketika aku menanyakan alasannya pada Kakek tua itu.
[Yah, uhmm ... Meskipun itu sudah satu tahun yang lalu. Ada kemungkinan mereka terbangun dari tidur panjang mereka untuk mencari makanan, dan menemukan desa ini.]
Ini menjadi cukup masuk akal sekarang.
Yah, jadi ini hanya tentang mencari makan, ya?
[Tapi, aku juga berharap mereka bisa dihabisi secepat mungkin.]
Ughh ... Kakek itu kemudian menoleh ke arah kerumunan yang sudah terbentuk mengelilingiku.
Ah, uhmmm ... Suasana ini, sepertinya terasa akrab bagiku.
...----------------...
• Misi: Mengalahkan naga
》 Hadiah: 10 000 000 emas
Aku menghela nafas panjang sambil berjalan menuju ke arah gunung.
Pada akhirnya aku terbawa perasaan untuk membantu para warga melindungi desa nya.
Yah, aku juga merasa tidak bisa tinggal diam dengan itu.
Mengingat NPC yang sudah aku selamatkan sebelumnya, dua anak itu, aku ingin membuat mereka setidaknya bisa hidup dengan damai, meskipun hanya seorang karakter buatan.
__ADS_1
Aku kemudian menghubungi seseorang dengan "Panggilan Suara" sebelum sesuatu yang dahsyat tiba-tiba menamparku.
『APA?! Jean?! Apa yang kamu lakukan?! Kamu tahu apa artinya menerima misi yang bahkan tidak bisa kamu atasi sendiri?!』
Siska marah besar dengan keputusanku. Yah, aku juga merasa demikian.
"Tapi, ummm ... Setidaknya aku harus melakukan sesuatu. Begini-begini mereka juga berhak untuk hidup damai."
Aku seperti mendengar Siska menjadi lebih marah sebelum terdengar suara dia menghela nafas setelahnya.
"Anu ..."
Aku dengan gugup berusaha untuk menjelaskan kepada dia.
『Oke, akan aku jelaskan sedikit hal kepadamu. TP kamu akan menjadi dikurangi seratus ribu jika gagal melakukan ini, juga ... Aku tidak yakin bisa datang kesana sekarang.』
Aku dengan tegas menggangukan kepala.
"Jadi, itu masih perlu enam puluh ribu lagi sebelum menjadi seratus ribu."
Fumu, aku merasa itu bukan sesuatu yang buruk jika aku kalah.
Jadi aku hanya bersikap optimis untuk itu.
"Eh? Siska ..."
Aku baru saja ingin mengatakan sesuatu ketika dia tiba-tiba memutus panggilan.
Ngomong-ngomong tentang itu, aku mendengar suara langkah kaki setelahnya.
...----------------...
"Jadi kamu datang seperti yang aku sudah perkirakan."
Aku melihat seseorang yang aku kenali sudah berada dihadapanku.
Dia adalah Rendy.
"Etto, apakah kamu juga mengatakan berniat untuk mengalahkan naga itu?"
Karena aku yakin naga tersebut memenuhi syarat untuk bisa disebut sebagai monster kuat.
"Oh, kamu menyadarinya? Ya, monster itulah yang menjadi targetku selanjutnya."
Aku dengan tegas menggangukan kepala setelahnya sebelum menatap mata dia dengan penuh harapan.
__ADS_1
"Kalau kamu tidak keberatan, bisakah kita membentuk party?"
"Huuu ..."
Setelahnya, aku seperti merasa dia tersipu karena alasan yang tidak aku kenali.
Aku memiringkan kepala.
"Ada apa dengan wajahmu?"
"Aku tidak ..."
Setelah itu, Rendy kemudian memperbaiki posisi dia berdiri sebelum membuat lingkaran sihir muncul di tanah dekat tempat aku berdiri ... Wah!
"Itu adalah skill [Summoning], pemanggilan hewan kontrak. Nah, karena kamu menggangu disana, bisakah kamu menyingkir sebentar?"
"Huh, apakah seperti ini?"
Aku kemudian mundur beberapa langkah sebelum itu menjadi lebih besar lagi dan perlahan memunculkan sesuatu.
• Griffin
Level: 100
HP: 57000
Attack: 90000
Physical Endurance : 50000
Agility: 170000
"Itu adalah seekor singa berkepala elang?"
Lalu memiliki sayap di ke dua tubuhnya.
"Dia adalah Neon ku yang sangat berharga."
Makluk besar itu, Rendy kemudian tanpa ragu seperti memeluk dia dan mengelus-elus punggungnya yang bahkan lebih tinggi dari kepalanya.
Setidaknya itulah yang aku lihat, dan dengan staree yang serius aku mengamati teliti sesuatu yang disebut sebagai griffin itu sebelum melihat perubahan ekspresi pada wajah Rendy.
"Nn, bisakah kamu berhenti melakukannya?"
"Oh, maafkan aku."
__ADS_1