Game Plus School!

Game Plus School!
Chapter 69


__ADS_3

Sementara itu, aku yang sedang berhadapan dengan Ellen dalam pertarungan itu segera mendominasi pertarungan dengan skill-skill yang sudah diarahkan ke bagian tidak terduga tubuh Ellen.


"Serangan ini? Bagaimana mungkin kau bisa sekuat itu dalam waktu singkat ini?!"


Aku hanya mengabaikan pertanyaan bingung Ellen sebelum memberikan lebih banyak serangan lagi.


Sementara itu, Siska yang melawan pria laki-laki disamping Ellen menembakan setiap anak panah dia dalam waktu reload yang singkat.


Sebelum itu menghasilkan ratusan panah setiap kurang dari 1 menit sekali.


...----------------...


"Aku tidak pernah berfikir Paman dan Bibi akan kesulitan melawan mereka yang merupakan pemain pemula."


Keponakan Ellen mengatakan itu sambil terlihat heran dengan kemajuan pesat pada pihak lawan dia.


"Tapi tenang saja, aku sudah bisa menebak ini dan sudah menyiapkan rencana ..."


"Ho, benarkah?"


Ayah Keponakannya itu segera menargetkan seseorang di depan Ayano untuk kemudian, JEREET! yang seperti menyetrum laki-laki itu.


...----------------...


"Ughhh, ada apa dengan tubuhku?!"


Ketika Leon berfikir ada yang salah dengan kakinya, maksud dia adalah itu tidak bisa bergerak sesuai dengan keinginannya.


Leon segera menoleh ke depan setelah mendengar.


[Ada yang melompat ke arah kita!]


Sebelum itu menjadi SLASH! yang brutal yang memunculkan asap dari setiap lintasan pedang.


Leon yang akhirnya mendapatkan sedikit kendali atas tubuhnya mundur beberapa langkah setelah pedang dia beradu dengan pedang musuh dan sedikit untuk berada di dekat Ayano.


Tapi sebelum itu bisa menjadi serangan balik.


Yang menjadi penyerang dia dengan mendadak keluar dari dalam asap putih tersebut dengan sesuatu yang Leon dengar seperti, [Skills 》 [Brutal Attack] 》[Posion Sword]]


Antara gabungan serangan brutal dengan pedang racun──Dalam setiap lintasan pedang Ellen's nephew akan memunculkan warna hijau yang samar-samar, sebelum itu akan perlahan menguras HP seseorang jika tersentuh.

__ADS_1


Tubuh Leon mundur beberapa langkah lagi ketika dia menemukan bahu dia sudah diwarnai menjadi hijau.


• Leon | Status: Keracunan


...----------------...


Sementara aku yang tidak menyadari Leon kesulitan melawan Ellen's nephew, wanita yang menjadi lawanku tertawa sebelum menunjuk ke satu arah.


"Sekakmat. Pelindung gadis itu sudah kalah, lalu kamu tidak akan memiliki kesempatan lagi setelah kami menyandera dia!"


"Ughh, apa?"


Ketika aku menoleh ke samping, mata aku terbelalak ketika melihat Leon yang berhasil dipukul mundur oleh seorang laki-laki bertubuh tinggi, menerima serangan yang begitu brutal lagi setelahnya.


Aku tanpa sadar sudah memusatkan seluruh perhatianku pada pertarungan itu, dan justru mengabaikan bahwa Ellen sudah berada disampingku sekarang.


"Not a good ending, ini adalah pembalasanku [Holy Sword!"


Sebelum pedang Ellen berhasil menyentuh leherku, aku menghela nafas panjang sebelum membuat [Skills 》 Auto Protection] untuk melepaskan energi listrik dan membuat jeda pada serangan Ellen.


Aku melihat ke samping, untuk menemukan wajah Ellen yang dipenuhi oleh beberapa ekspresi keterkejutan sudah memenuhinya.


Karena aku akan memiliki kesempatan untuk menyerang dia dengan mulus, dengan pedang aku kemudian menusuk di bagian tubuh vital dia dengan harapan itu bisa memberikan damage yang luar biasa.


Aku tidak menggunakan skill dalam proses tersebut, sehingga itu mungkin akan terkesan terburu-buru sebelum pergi dari sana meninggalkan Ellen yang terluka parah.


...----------------...


"Ayano ..."


[Kakak!]


Ayano yang berada diantara pertarungan Leon dengan Ellen's Nephew mendatangiku sebelum memeluk ku dengan erat.


Aku melebarkan mata selama beberapa detik sebelum mengelus kepala dia.


"Yosh ... Yosh ... Kamu akan aman sekarang, aku datang untuk membantu kalian."


Sementara itu.


Leon yang mendengar perbincangan tersebut hanya menghela nafas panjang, sebelum melanjutkan serangannya lagi untuk mengatasi [Brutal Attack] Ellen's nephew sebelum seseorang dari kejauhan membaca sebuah mantra.

__ADS_1


"[Ice Arrow!]"


Tanpa menyadarinya sama sekali, aku dengan tanpa mengetahui ada sebuah serangan yang mengarah ke arahku hanya berfokus pada pertarungan Leon.


Tepat ketika disanalah aku mendengar seseorang berdiri untuk menghalau serangan es tersebut.


"... Ayano?"


...----------------...


"Waa ..."


Mata semua orang tertuju pada satu lokasi, sementara aku yang kebingungan karena pemilik jeritan itu berada di dekatku.


"... Ayano?"


Aku melihat tubuh dia sudah tertusuk es, setidaknya di bagian bahu di lengan kiri yang akan perlahan membeku bersamaan dengan es-es lain yang akan segera menuju ke arah kami.


"Oh tidak!"


Aku segera berdiri di depan Ayano untuk melindunginya dan dengan [Auto Protection].


Tapi, sebelum aku mengira serangan-serangan itu akan mendapat jeda, aku tidak akan pernah menyangka ternyata "Ice Arrow itu" masih bisa bergerak.


• Terkena Damage | [- 15 000]


Ugh, apa yang terjadi?


Aku yakin seharusnya efek dari skill ku sudah membuat panah-panah itu melayang tanpa bergerak di udara.


Tapi entah kenapa justru sebaliknya.


Namun, mengabaikan hal tersebut.


Lebih banyak serangan lagi ternyata sudah ditembakan dan kali ini akan megincar gadis di belakangku.


"Sword Master!"


Karena aku tidak bisa menangkis itu dengan [auto protection], maka aku akan menghancurkan mereka dengan pedang yang akan dihantamkan ke arah air beku yang melayang tersebut.


Sebelum dengan Shield aku melindungi Ayano dari serangan lain.

__ADS_1


__ADS_2