Game Plus School!

Game Plus School!
Chapter 40


__ADS_3

Juga, meskipun lizardman lebih rendah statistik poinnya dariku, tapi tetap saja monster itu yang pernah membuat kemajuan pesat dalam pertarungan adalah hal yang tidak bisa aku lupakan.


Mungkin ini karena level.


Aku lihat dia sudah di 150-an.


Jadi, aku merasa ini wajar jika itu yang menjadi masalahnya.


Namun tetap saja.


"Aku mungkin harus menambah level mengesampingkan hal lain."


Contohnya, untuk berjaga-jaga aku juga berencana meningkatkan bagian skill [Block Appraisal] itu.


Nah, seseorang pernah memberitahuku untuk membuat mereka menjadi lebih kuat aku perlu yang namanya membuat levelku meningkat.


Dengan sendirinya, skill-skill tersebut akan mengalami perubahan seperti peningkatan otomatis.


Aku tidak tahu apakah itu akan bekerja karena belum pernah mencobanya.


Dalam pikiran itu aku kemudian mendengar seseorang memanggilku dari samping.


[Un, permisi? Apakah kamu sudah selesai dengan lizardman?]


Oh, iya! Aku bahkan sampai lupa dengan seseorang yang sudah menungguku di kereta.


Wanita pedagang itu langsung tersenyum ke arahku ketika aku mendatanginya.


"Anu ... Emmm, berapa yang bisa aku hasilkan dari batu-batu ini?"


NPC itu memeriksanya sebelum dia menggangukan kepala.


[Iya, jika aku mengkalkulasikan menurut tingkat kesulitan monster yang dilawan, mereka akan dihadiahi sebanyak lima puluh ribu."


"Emas?! 50 ribu katamu?!"


Yah, uhmmm ... Tenang dulu, Jean! Ini termasuk monster lainnya, tidak hanya lizardman.


Aku menganggukan kepala dan menyerahkan semuanya, lalu melempar uang yang aku hasilkan ke [Storage] cincin ku.


Kurang lebih sekarang, uhmmm ... Kita lihat, sekarang mereka sudah berapa.

__ADS_1


"Jika lima ribu titambah dua puluh lima ribu lalu ditambah lima puluh ribu lagi ..."


80000, nah kurang lebih aku merasa di angka demikian.


Jadi, butuh sekitar 920000 lagi aku untuk bisa melunasi seluruh hutang tersebut, ya?


Aku tidak akan melakukannya terburu-buru lagi.


Menyelesaikan misi ini saja sudah cukup bagiku untuk menghasilkannya sampai seratus ribu per hari, mungkin itu bisa diatur agar menjadi satu juta dalam 5 hari?


Oh, dan ... Setelah ini aku akan mendapatkan 150000 tambahan dari hadiah menyelesaikan misi pengawalan jika semuanya berjalan dengan lancar.


Setelah tersenyum lebar dengan isi pikiran itu, aku kemudian naik ke kereta lalu kami melanjutkan perjalanan selama beberapa waktu.


Tidak ada yang bisa aku lakukan setelahnya selain hanya memastikan tidak ada monster yang menyerang.


Karena sepertinya monster tidak menyerang pada bagian ini, akhirnya kami mencapai sebuah desa dengan lancar setelahnya.


Kurasa, karena aku melihat ada bangunan disana ... Jadi, aku bisa mengatakan itu adalah ...


[Tepat di depan itu adalah desa sebelum desa yang aku tuju.]


Heh? Itu bukan akhir?


NPC pedagang kemudian menghentikan kereta di depan sebuah rumah, aku ikut dengan dia setelah wanita itu mengajak ku.


[Permisi, kami memesan minuman.]


[Anggur seperti biasanya, kan?]


Aku hanya melongo melihat itu.


Dihadapanku sekarang adalah terlihat dua NPC saling berkomunikasi layaknya adalah manusia sungguhan.


Maksudku, mereka memang terlihat begitu.


Aku tidak tahu wanita NPC itu membawa aku kemana, tapi dari yang aku lihat mungkin ini adalah bar untuk minum?


Oh, tentu. Disana juga ada beberapa meja yang diisi oleh tamu dalam jumlah sedang, dan sepertinya kebanyakan adalah penduduk lokal yang juga NPC.


Lalu, ada satu yang aku bisa kenali sebagai pemain duduk di paling sudut tempat itu.

__ADS_1


"Jadi selain pemain, NPC juga bisa berdagang, ya?"


Aku menggelengkan kepala dengan tegas sebelum NPC pedagang kembali menanyakan tentang pesananku.


[Aku akan mentraktirmu, jadi jangan ragu untuk memesan.]


"Ah, uhmmm ..." Aku bingung untuk memilih kalimat selanjutnya. Karena aku tidak bisa minum minuman keras, "Satu gelas jus buah."


...----------------...


Aku kemudian duduk di meja yang sudah disiapkan sementara NPC pedagang berada di depan konter untuk berinteraksi dengan sesama NPC lain.


Yah, ini mungkin agak membingungkan pada awalnya, tapi aku mungkin perlu membiarkan keduanya menghabiskan waktu.


Ngomong-ngomong, aku mengetahui mereka adalah teman dari cara mereka berbicara, sementara pemilik bar yang diajak bicara oleh wanita pedagang adalah seorang laki-laki bertubuh kekar.


Oh, tentu saja. Ini akan menjadi cukup seru jika keduanya memiliki hubungan yang lebih dari kata "teman".


Sayangnya, aku tidak melihat itu diantara keduannya.


Mengabaikan hal tersebut, pemain misterius yang duduk di pojok ruangan tiba-tiba mendekat ke arahku.


"Kamu mau membantuku mengalahkan monster di gunung?"


Karena wajahnya tidak kelihatan karena menunduk.


Lalu, mantel hitam yang sampai menutupi kepalanya, aku hanya secara samar-samar menemukan rambut dia berwarna perak.


Mengesampingkan tentang itu.


"Kamu, kamu mengajak ku membentuk party?!"


Lalu, mengalahkan monster di gunung katanya?!


Karena melihat reaksi terkejutku, pemain itu terlihat mengangkat sedikit kepalanya dari posisi menoleh ke bawah menjadi ke atas, pada saat itulah aku menemukan bahwa dia adalah laki-laki.


"Ya, uhmmm ... Begitulah, aku berniat untuk memburu monster kuat disana, katanya mereka bisa meningkatkan banyak level jika berhasil mengalahkannya."


Aku tersenyum canggung dalam permintaan tiba-tiba dari laki-laki itu.


"Eh, emmm ... Sebenarnya aku tidak mempunyai alasan untuk menolak. Hanya saja, aku memiliki misi yang harus terlebih dahulu diselesaikan."

__ADS_1


"Oh, aku mengerti ..."


Pemain itu menoleh ke arah pedagang yang duduk di konter sambil terlihat mabuk, pada saat itulah aku mengetahui bahwa level dia berada pada tingkat yang melebihi kata normal.


__ADS_2