
"Tunggu, berhenti disana! Kamu tahu uang itu kamu dapat dari mengambil drop item pemain lain, bukan?"
Ketika Ellen menggangukan kepala.
"Nah, itu akan menjadi adil jika kami melakukan hal yang sama dengan yang kau lakukan pada pemain lain."
Aku juga merasa itu memang seharusnya.
"Menurut peraturan, pemain boleh mengambil apapun dari yang kalah bertarung melawannya. Kenapa kamu meminta aku mengembalikan barang yang sudah menjadi milikku?"
Aku kemudian melihat wajah Ellen yang terlihat sedikit kesal dengan itu, namun setidaknya dia bisa mentralkannya sebelum tersenyum santai.
"Oh, begitukah? Kalau begitu mau mun, bagaimana dengan aku yang akan menggangu perjalanan kalian?"
"... ... ..."
"... ... ... ... ... ..."
Ugh, ini buruk. Namun, aku merasa tidak mempunyai jalan keluar jika pemain lain sengaja mengikuti kami.
Maksudku, ini akan menjadi sangat tidak nyaman jika dia mengawasi kegiatan kami sepanjang waktu.
"Aku juga menggangap ini sedikit menggangu, tapi setidaknya dia tidak akan bisa berbuat apa-apa dengan pemain lain tanpa undangan pertarungan, bukan begitu, Ellen?"
Ellen yang mendengar itu tersenyum tipis.
"Oh, benarkah demikian? Kupikir aku bisa melakukan sesuatu pada NPC mu yang imut itu."
Ketika dia menunjuk ke anak yang aku selamatkan, nah ... Kita berhenti dulu disana.
"Kamu berniat untuk melukai dia?!"
Merasa sudah menemukan jawabannya.
__ADS_1
Maksudku, Ellen tadi seperti tersenyum kecil sebelum dia memperhatikan reaksi ku yang panik.
Mengabaikan itu, oh astaga. Aku bahkan tidak menyadari itu sebelumnya.
Bertanya-tanya apakah aku sudah salah bicara hingga membuat kelemahanku bocor.
"Yare-yare ... Memang aku tidak bisa berbuat banyak kepada kalian untuk membalas, tapi setidaknya aku bisa melakukan sesuatu pada NPC mu yang berharga itu."
Ketika tatapan Ellen diarahkan ke gadis kecil disampingku.
Aku segera maju ke depan untuk melindunginya, tapi beruntung seperti yang aku pikirkan, dia belum bertindak sejauh itu.
Hanya mengamati kami, mata dia masih tertuju pada anak perempuan itu.
[Ugh ... Apakah aku melakukan kesalahan sampai membuat dia seperti itu?]
Aku menggelengkan kepala.
Kumohon, setidaknya aku memerlukan bantuan dari sistem seperti.
• Ting! Misi melindungi gadis NPC.
Namun itu tidak pernah muncul dalam pandanganku.
Ada apa dengan program pemberian misi tersebut?
"Ara-ara ... Apakah kamu sudah lupa dengan skill unik [Sabotage] yang aku miliki? Nah, aku merusak sistem pengendali pikiran gadis itu agar melepas program NPC pada dia sebelum kau berhasil menyadarinya."
Merusak program NPC kata dia, huh?
"Ini gawat Jean! Setidaknya dia sudah mengendalikan ini."
Siska yang biasanya hanya tenang terdengar panik sekarang.
__ADS_1
Juga, aku merasa ini adalah sepenuhnya salahku karena sudah melibatkan gadis ini.
Maksudku, mungkin cerita ini akan berbeda jika aku meninggalkannya disana──Ugh, tidak, kurasa itu terlalu kejam bagiku untuk bisa melakukannya.
Dengan kata lain.
Sekarang, aku dapat menyimpulkan program pemberian misi secara otomatis dari NPC itu sudah dihentikan oleh Ellen.
Maksudku, tadinya aku berharap dengan adanya misi itu aku bisa bertarung melawan Ellen untuk menyelesaikan masalah ini sekarang, namun sepertinya itu tidak akan semudah kelihatannya.
...----------------...
"Apakah kamu ada rencana, Siska?"
Aku melihat gadis itu menggelengkan kepala sambil sedikit-sedikit menoleh ke arah Ellen yang duduk tidak jauh dari tempat kami berada.
"Ini buruk, setidaknya kita masih bisa melakukan sesuatu jika Wanita itu menyerang sekarang. Namun, aku tidak bisa menjamin kita bisa online selama dua puluh empat jam untuk melindungi NPC itu."
"Kau benar."
Tapi, entah bagaimana aku merasa mungkin aku sanggup melakukannya.
"Kau akan begadang main game?"
Setelah aku mengatakan yang menjadi isi dalam pikiranku.
"Ya, setidaknya sampai batas tertentu. Ellen juga pemain sama seperti kita, bukan? Nah, sambil menunggu dia log out aku akan tetap online meskipun itu akan memakan waktu lama."
Iya, dan ketika itu terjadi, aku hanya perlu memastikan sudah membawa anak itu ke tempat yang aman.
Dengan begitu masalah akan selesai, uhmmm ... Begitulah setidaknya yang ada dalam rencanaku.
Ketika aku mengatakannya, tanpa sadar aku mendengar suara khawatir dari sisi lain pembicaraan.
__ADS_1