Game Plus School!

Game Plus School!
Chapter 30


__ADS_3

Kemudian, setelah aku memutuskan untuk pergi memasuki rumah.


"Ya, aku sangat menantikan itu. Lalu, bisakah kamu menungguku untuk ..."


"Kakak sedang bicara dengan siapa?"


Aku melihat Kakak Janny sedang memegangi ponsel pintar dia untuk melakukan pembicaraan dengan seseorang yang aku dengar suaranya menyerupai laki-laki.


"Hanya teman lama, atau aku bisa bilang ..."


Wajah Kak Janny terlihat tersipu pada saat mengatakannya.


Aku hanya memiringkan kepala sebelum mengatakan yang menjadi tujuanku menemui Kakak.


"Jadi bocah itu belum menyerah juga, ya?"


"Ah, tolonglah, Kak. Dia sudah membantu menyelamatkanku dari preman itu. Lalu, jika kamu tidak menemuinya──"


"Eh, tunggu sebentar. Maksudmu, kamu pernah diganggu oleh ..."


Aku menganggukan kepala, mata Kak Janny melebar setelahnya.


"Benar, dia yang sudah menyelamatkanku."


"Ini tidak bisa dipercaya."


Meskipun sudah diperkuat dengan alasan ini, tapi aku merasa Kak Janny seperti memiliki kesibukan lain melihat dari ekspresi wajahnya yang seperti menantikan hal lain.


"Maafkan aku Jean, sepertinya Kakak tidak bisa menemuinya sekarang."


"Setidaknya kamu bisa mengatakan alasannya ..."


"Yah, uhmmm ... Itu karena aku sudah ada janji sama cowok lain."


 ---


"Lalu, begitu kata dia."


"Jadi dia sudah memiliki janji lain, ya?"


Aku menggangukan kepala ke arah Kyle, ketika kami berdua bertemu di taman yang tidak jauh dari rumah kami.


"Tapi, tenang saja. Meskipun besok tidak bisa, tapi kabar baiknya kamu akan mendapatkan tujuanmu setelah menunggu satu minggu lagi."

__ADS_1


"Maksudmu aku tetap bisa menemui dia?! Be-betapa luar biasanya!"


Setelahnya.


"Eh? Apa yang──"


"... ... Jean ..."


Pada sore itu, di taman ini, aku akan selalu mengingat itu sebagai sesuatu yang berharga.


Tepat ketika angin bertiup semakin kencang, disanalah aku melihat wajah cerah seseorang yang disinari cahaya matahari yang setengah terbenam.


Aku membuka mataku lebar dan tersadar dari lamunan ketika Kyle sudah memegangi kedua tanganku sambil menunjukan senyuman bahagia.


"Aku tidak tahu harus mengatakan apa, tapi aku sangat-sangat berterimakasih karena kamu sudah melakukannya untuk ku. Setelah lama aku mencarinya, akhirnya ... Akhirnya kesempatan ini datang!"


Ah, uhmmm ... Aku sejujurnya tidak pandai tentang menangani situasi ini, tapi aku rasa mungkin perlu menunjukan senyuman juga.


"Tidak masalah ... Aku mengerti kok, jika ini hanya tentang menyampaikan sesuatu yang sudah lama dipendam──"


Yah, entah kenapa lagi.


Mungkin ini sudah menjadi yang ketiga kalinya aku merasakannya, perasaan yang begitu aneh yang sulit aku cerna bahkan ketika membayangkannya saja aku tidak tahu apa yang aku rasakan ini.


"Bahwa ... Mungkin saja aku tanpa sadar telah memilikinya, perasaan ini."


Tidak, tidak mungkin!


Jika memang benar pun, aku merasa ini tidak mungkin karena aku sesungguhnya tidak tahu apakah itu memang yang aku rasakan.


Kemudian, aku hanya bisa mendoakan kebahagian mereka.


Aku tahu Kyle memang menyukai Kakak sekarang.


Lalu, yah ... Sepertinya ini sudah jelas bahwa aku hanya akan menjadi penggangu hubungan mereka jika terlalu terlibat.


"Tapi aku akan tetap melakukan yang terbaik untuk mereka."


Meskipun aku sedikit ragu apakah ini akan berhasil.


"Ada apa, Jean?"


"Tidak ..."

__ADS_1


Aku menggelengkan kepala, bersamaan ketika aku pergi dari sana.


 ---


"Ouch ... Akhirnya semua ini berakhir."


Aku langsung menjatuhkan tubuhku di kasur setelah pulang dari rumah.


"Oh, tentu ... Mmm, aku harus menghubungi Siska terlebih dahulu!"


Aku tidak berharap kejadian yang sama terjadi kepada gadis itu, tapi ... Yah, aku sungguh tidak mengharapkan itu menimpa dia.


Aku kemudian mengambil ponsel ku untuk menghubungi seseorang.


『Oh, Jean! Bagaimana dengan kencan mu hari ini?』


"Aku tidak melakukan itu ..."


Tunggu, entah kenapa pembicaraan ini menjadi jauh dari yang aku harapkan.


Setelah aku menjelaskannya, tentang semua yang terjadi hari ini kepada Siska.


『Heh, jadi pernah terjadi hal seperti itu ya?』


Aku menggangukan kepala.


"Sepertinya Kyle serius dengan perasaannya, lalu, mengenai Kak Janny."


『Oh, mengenai Kakak mu itu? Emmm, sepertinya ini akan menjadi rumit.』


"Benar, kan?"


Aku juga merasa demikian, tentang Kakak yang sepertinya tidak menggangap ini serius.


"Tapi pokoknya, aku ingin meminta dukunganmu dari rencana ini, bisakah ..."


『Oh, tentu. Jika itu yang kamu inginkan.』


Kami kemudian selesai dalam pembicaraan itu setelah mematikan telepon.


"Lalu, uhmmm ... Sepertinya ini sudah beres juga."


Tinggal mengurusi pekerjaan rumah yang menumpuk di meja.

__ADS_1


Yah, aku akan tetap belajar dengan giat hari ini, meskipun telah mengalami berbagai hal yang mengejutkan dalam satu hari.


__ADS_2