Game Plus School!

Game Plus School!
Chapter 9


__ADS_3

"Hai Jean! Disini!"


Aku melihat suara ada Siska di depan rumahku ketika aku sampai disana.


Dia melambai-lambaikan tangan ke arahku.


Aku kemudian memperkenalkan dia kepada Kakak Janny setelah mengajaknya masuk ke dalam.


"Jadi, dia adalah temanmu, Jean?"


Kak Janny menghentikan kegiatan memasaknya dan menoleh ke arah kami berdua.


"Ya, begitulah."


Aku menggangukan kepala.


"Senang bisa bertemu denganmu, etto ..." (Siska)


"Kak Janny. Itu adalah namanya." (Jean)


Ketika aku mengatakannya, Siska terlihat mengeluarkan ekspresi lain.


"Ah, oh! Kamu ... Jadi kau adalah kakaknya Jean yang terkenal itu?!" Siska menatap Janny antusias.


Eh, kenapa aku merasa dia agak berlebihan mengatakannya di bagian itu.


Dan, apa-apaan dengan bintang yang bersinar di matamu itu?!


Tapi, yah ... Aku tidak akan membantah mengenai Kakak ku yang ternyata masih populer meskipun beberapa tahun sudah berlalu.


"Lalu, mengenai makan malam."


Kak Janny tersenyum ketika aku menanyakannya.


"Aku mengerti, aku akan mempersiapkan untuk teman mu juga."


"Yeay! Dapat makan masakan Kak Janny!"


Siska mengatakan itu sambil melompat.


Ups, awas perabotan di belakangmu!


---


"Jadi, Jean. Bisakah kau mengatakan sudah berapa kali kau memainkan ini?"


"Uhm, bukankah aku sudah bilang baru mencobanya?"


Aku menatap Siska sambil menggembungkan pipi.


Dan, dia menggaruk kepala sebelum masuk ke dalam ruangan kami dengan, "Hehehe ..."


"Apa yang kau tertawakan? Meskipun kau datang kesini hanya untuk bermain game, tapi aku tidak akan melupakan tentang bagian belajar itu."


"Ah, aku mengerti kok, aku akan belajar juga!" Siska yang berwajah bahagia masuk ke dalam kamarku.


Baguslah jika dia mengerti, dengan begini bukankah aku sudah bisa belajar dengan tenang.


Tapi, meskipun dia mengatakannya begitu dengan tegas.


"Ini, apa maksudnya?"


Siska menunjukan satu lembar soal kepadaku di buku.


"Etto, kamu hanya perlu mengalikan ini untuk mendapat jawabannya, terus membaginya setelah selesai mengkalkulasikan semuanya──"


"Huh, ternyata memang belajar itu merepotkan. Aku lebih menyukai bermain game!"


"Ingat janjimu?"


Aku menatap dia tajam.


"Ah, aku mengerti, aku mengerti! Aku akan bersungguh-sungguh, oke?"


---


"Akhirnya, selesai mengerjakan pekerjaan rumah untuk ke dua kalinya dalam hidupku."


"Memangnya kau tidak pernah membuat PR di rumah?"


"Yah, itu karena aku lupa waktu bermain game sampai melupakan di bagian itu."

__ADS_1


Hahaha ... Aku sudah bisa menebaknya, gadis ini cukup pemalas.


Bahkan aku tidak menyangka seumur hidupnya dia hanya mengerjakan dua PR?


Tunggu, aku tidak percaya dengan omong kosong itu!


"Oke, jadi pertama-tama kita akan login ke game terlebih dahulu, sebelum kita mulai membuat party."


"Party katamu?"


Siska menggangukan kepala, "Ya, party. Apa kamu sudah pernah mendengar tentang event perang party?"


Oh, yang Go all out, itu?


"Pernah."


"Nah, karena kamu sudah mengerti. Bagaimana jika kita mulai saja?"


Aku menggangukan kepala, kami kemudian berbaring bersama di atas ranjang sebelum mulai memasangkan benda mirip kacamata itu di wajah kami.


[Loading ...]


[Data telah tersimpan, apakah anda berniat untuk melanjutkannya?]


Aku kemudian menemukan dua pilihan sebelum menekan " [Setuju] pada bagian memulai dari progres yang sudah aku save.


"Jadi, aku kembali."


Akhirnya, setelah beberapa waktu tidak bermain, aku tidak menyangka akan pergi ke dunia ini lagi.


---


"Uhmmm? Jadi aku kembali ke tempat semula?"


Sebelumnya aku yakin terakhir kali berada di Silver Moon Inn.


Namun, dari tempat munculnya, kenapa di jalanan penuh oleh para pemain ini?


Sebenarnya, dari yang kulihat, bukan hanya aku yang muncul dari lokasi yang sama.


"Itu, seperti semuanya memulainya dari sini."


Seperti biasa, aku yang masih belum memahami bagaimana game tersebut bekerja hanya mematung untuk menunggu seseorang, sampai itu menjadi sebuah pelukan yang mengangetkan.


Dia melepaskan pelukannya setelah itu, lalu mata kami saling bertemu.


Seorang gadis dengan telinga runcing? Lalu rambut yang berwarna pink?


"Huh, maaf? Apakah kita saling mengenal?"


"Duh, jahat! Teganya kamu mengatakan itu padahal kita adalah teman baik di dunia nyata!"


Dia seperti marah kepadaku setelah mengembungkan pipi, bertanya-tanya apakah aku sudah membuat kesalahan?


"Ah, biar aku tebak. Kamu adalah Siska bukan?"


"Ya, memang! Dan ini adalah avatar buatanku."


Eh, yang benar saja, pantesan aku tidak mengenalinya.


---


"Oke, biar aku lihat. Sepertinya kamu mempertahankan avatarmu agar menyerupai wujud di dunia nyata."


Aku menganggukan kepala, sambil menekan panel 'setuju' untuk pemberitahuan [Menambahkan Siska ke dalam daftar teman].


"Memang, aku menyuruh sistem untuk tidak memberikan modifikasi."


"Heh, tapi ini jarang, lho, ada yang menggunakan penampilan asli dalam game."


Apa mungkin karena aku yang bisa merubah warna rambut itu?


"Ah, aku hanya suka pada penampilanku yang seperti biasa."


Siska terkekeh.


"Kamu tidak berubah."


Lalu, dia kemudian mengajak ku ke sebuah restoran, tempat kami akan memesan sesuatu.


"Tolong dua minumannya ..."

__ADS_1


Orang di meja resepsionis mengacungkan jempol setelah Siska mengatakan pesanannya.


"Tapi, uhm ... Aku tidak mempunyai uang yang banyak."


"Aku yang teraktir."


---


• Nama: Jean


Level: 7


HP: 40/ 90


MP: 63/63


Attack: 135


Physical Endurance : 135


Agility: 81


Luck: 9


Skills: [Double Attack] | [Appraisal]


Siska menggunakan [Appraisal] untuk melihat status levelku.


"Baik, aku akan memulai masalah pertamamu. Pada bagian HP, kenapa itu masih belum penuh?"


Aku menggangukan kepala.


"Nah, pada bagian inilah yang tidak kumengerti."


"Heh, jadi begitu, ya?"


Entah kenapa dia hanya mengatakan, "Heh." dan "Hum." pada kalimatnya sampai seseorang meletakan dua minuman di meja?


"Lalu, kita lihat. Bagaimana jika kau meminum ini?"


Dia menunjukan minuman itu kepadaku..


"Itu adalah ... Jus buah?!"


"Kamu dalam masalah, bukan? Karena tidak bisa menyembuhkan HP mu?"


"Ya, begitulah."


Kemudian, Siska seperti membuatku untuk menegak minumanku.


Aku dengan agak bingung mengambil gelas itu lalu memasukan cairannya ke dalam mulut.


Ketika aku melakukannya, ada sensasi rasa yang tidak pernah aku bayangkan berasal dari minuman itu.


"Ini ada rasanya?"


"Hebat bukan? Mereka membuat ini agar menyerupai dunia nyata, tapi. Ummm, tetap saja di bagian terkena damage itu tidak akan terasa sakit. Namun mengesampingkan soal itu, sepertinya HP mu sudah penuh menjadi sembilan puluh."


"Tunggu, apa?"


• Nama: Jean


Level: 7


HP: 90/ 90!


MP: 50/63


Attack: 135


Physical Endurance : 135


Agility: 81


Luck: 9


Skills: [Double Attack] | [Appraisal]


"Benar, itu kembali dari yang sebelumnya empat puluh menjadi sembilan puluh?!"


"Ini adalah hal yang biasa, untuk menyembuhkan HP lewat memakan sesuatu."

__ADS_1


"Huh, bisa begitu rupanya?"


__ADS_2