Game Plus School!

Game Plus School!
Chapter 28


__ADS_3

"Jadi, Jean. Aku akan mendukungmu jika itu adalah pilihanmu. Saa, ayo kita temui dia untuk menyelesaikan ini!"


"Eh, Siska ...?"


Aku melihat tangan gadis itu sudah menangkap pergelangan tanganku lalu menyeretku secara paksa ke luar kelas.


"Tidak, aku rasa ini tidak baik. Dan, aku juga tidak yakin dengan ini, jadi ..."


"Ah, ayolah. Kau hanya gugup, tahu? Itu saja."


Siska semakin menguatkan tarikannya, aku hanya bisa pasrah ketika dia membawaku sampai ke depan pintu sebelum mendorongku ke dada seseorang yang berjalan di lorong.


"Oh, kamu?"


"Tidak! Tidak! Tidak! Ini tidak seperti yang kamu ..."


Aku menoleh ke atas ketika melihat seseorang yang ditabrak ku adalah──


"Kebetulan, Kyle. Dia ingin mengatakan sesuatu kepadamu."


"Aku?"


Kyle menunjuk dirinya sendiri, sementara itu Siska sibuk mengatasi mulut ku yang berontak.


"Aku ... Ummm──Tidak ...!"


"Ah, tenang ... Gadis ini hanya ingin berbicara berdua denganmu, kan?"


Kali ini aku dengan seluruh kemampuan menggelengkan──Tapi sebelum itu bisa menjadi penolakan, Siska juga menahan di bagian tersebut.


"Nah, begitu. Jadi, bisakah kamu membawa dia untuk berbicara sebentar, aku punya urusan untuk dilakukan, jadi ..."


Dan dengan satu dorongan kecil Siska membuat tubuhku dengan mudah berpindah lokasi mendekati Kyle, sementara dia lari dari lokasi.


"Tu-tunggu dulu, Siska!"


Dia lari begitu cepat, aku bahkan bisa menghitung itu sebanyak beberapa detik sebelum tubuhnya menghilang.


"Jadi, apa masalahnya?"


Aku mematung bersamaan dengan kepala yang perlahan menoleh ke belakang ketika Kyle mengatakan itu.


 ---


"Maafkan aku, aku sungguh tidak mengetahuinya, bahwa kamu ternyata marah ketika aku tanpa sengaja mengatakannya."


"Eh?"


Aku melihat Kyle dengan sungguh-sungguh menundukan kepala ketika hanya kami berdua di atas atap gedung sekolah yang terbuka.


Tempat itu memang sepi dan sunyi dan berada di lantai paling tinggi juga dari sekolah bertingkat itu.

__ADS_1


Namun di balik angin yang sedang berhembus cukup kencang itu, aku yang sedang melihat seseorang meminta maaf kepadaku, justru merasa terkejut.


"Tidak ... Aku juga, karena tiba-tiba marah tanpa alasan yang jelas."


Hm, sekarang, jadi kami sudah berbaikan? Masalah terselesaikan, begitu?


Ketika ini menjadi tidak canggung lagi, tetap saja masalah baru akan muncul meskipun masalah pertama sudah selesai.


"Anu ..."


"Jean, kalau bisa, aku serius ingin melakukannya!"


"Melakukan apa?"


Aku tidak tahu apa yang dia maksud, tapi aku pikir itu adalah sesuatu yang luar biasa sampai membuat Kyle terlihat bersemangat begitu.


Aku kemudian diminta untuk menunggu di depan sekolah ketika jam pelajaran berakhir.


Tepatnya ketika pulang, dia berkata akan melakukan sesuatu.


"Kira-kira apa, ya? Yang akan dia lakukan."


Aku bahkan sampai membuat Siska pulang duluan dan membiarkannya pergi sendiri.


Aku sungguh merasa tidak enak hati karena hal tersebut, tapi dia juga mengatakan akan baik-baik saja lalu menyuruhku untuk lebih mementingkan menepati janji daripada──


"Maaf, aku sedikit terlambat."


Aku bermaksud untuk menanyakan apa yang akan dia lakukan, tepat setelah Kyle membuat tubuhku melayang di udara ... Wah!


"Ini, kamu ... Apa yang kamu lakukan?!"


Kyle menutup mulutku dengan satu jari lainnya ketika aku berisik.


Dan itu akan membuat wajahku memerah untuk beberapa waktu lalu disusul oleh semacam uap yang mulai keluar dari wajah merah tomat ku.


Mata kami saling bertemu, sebelum itu menjadi hal yang menurut aku sangat memalukan.


Kyle mulai berbicara ketika aku benar-benar mengunci bibir.


"Nah, untuk menjawab pertanyaan apakah kamu memang berat atau tidak. Aku akan melakukan uji coba ini kepadamu untuk membuktikannya."


Jadi begitu alasan dia, yang mengangkat tubuhku ... Tidak, atau lebih tepatnya menggendongku dengan kedua tangan di depan?


Bahkan ketika aku membawa ransel yang berat di punggungku?


"Sebenarnya kamu tidak──"


"Sudah, jangan katakan lagi! Sebagai permintaan maafku, izinkan aku yang baik ini mengantarmu pulang."


"Bahkan sambil menggendong?"

__ADS_1


Wah, ini, emmm ... Yah, aku ragu dia bisa melakukannya sampai sejauh itu, tapi tetap saja!


"Ini agak memalukan untuk dilihat!"


 ---


"Kamu tidak apa-apa?"


"Ah, tentu saja aku sehat ... Hanya saja pundak ini bergerak tidak wajar."


Pada akhirnya, cowok yang mengatakan dirinya siap membawaku sampai ke depan rumah dengan menggendong harus tumbang bahkan sebelum itu bisa menjadi setengah jalan.


"Ini, aku memberikan minuman ini untukmu."


Aku menyerahkan botol air kepadanya.


"Wah, terimakasih banyak!"


Kyle kemudian mengambilnya, dan dengan rakus meneguk semuanya sampai kering.


Ugh ... Melihat ini aku yakin dia benar-benar kelelahan.


"Tapi ini memang benar-benar mengejutkan lho, meskipun aku yakin kamu tidak akan bisa melakukannya. Tetap saja jarak ini lumayan jauh dari perkiraanku."


Fumu, setidaknya kami berhenti di depan supermarket terdekat yang hanya berjarak lumayan dekat dari rumah kami.


"Jadi kamu sebelumnya meragukanku, ya?"


Entah kenapa, tapi aku merasa perkataanku tadi menusuk di bagian hati Kyle.


"Maaf, aku tidak sengaja!"


"Ah, tidak masalah."


Perbincangan menjadi canggung setelahnya.


Sementara aku yang merasa perlu membiarkan Kyle beristirahat terlebih dahulu membawa dia ke lokasi di depan supermarket.


"Oh, kebetulan disana ada kursi."


"Sungguh? Apakah tidak masalah jika kita beristirahat sebentar?"


Aku menggangukan kepala.


"Ini semua juga karena ku. Memang benar, tentang kamu yang mengatakanku berat, dan aku rasa itu memang be──"


"Sudah, cukup. Aku baik-baik saja! Lalu, ayo kita lanjutkan yang tadi!"


"Eh?!"


Setelahnya, tepat setelah Kyle yang tiba-tiba semangatmya meledak-ledak, tubuh yang kurus itu tidak mampu bergerak sesuai keinginan dia dan berakhir terjatuh dengan sedikit BAM! yang brutal.

__ADS_1


"Kyle?!"


__ADS_2