GRACELLA REVENGE (proses revisi)

GRACELLA REVENGE (proses revisi)
Bagian 22


__ADS_3

...☠️☠️☠️...


Setelah kepergian Rafka dan putranya , Cella kembali ke tempat Daniel berada


Dia menatap benci pada mereka semua.


'' Maksud lo apa bikin anak gue celaka Hah !. '' ucap Cella pada Liana.


Dengan mimik wajah yang di buat ketakutan Liana menjawab .'' G-gue nggak sengaja Cel , t-tadi gue nggak liat kalo anak lo akan lewat sini .''


Cella tertawa remeh , dia sudah menduga Liana pasti akan mengelak.


'' Nggak sengaja ? mata lo buta sampai nggak liat ada anak kecil lewat situ ?! atau lo emang sengaja mau nyelakain anak gue hm !.''


Tatapan mata Cella sangat tajam , Daniel yang melihat adiknya ketakutan segera memeluk tubuh Liana.


'' Liana udah bilang nggak sengaja berarti itu memang nggak sengaja ,lo jangan buat masalah kecil jadi besar deh. '' ujar Daniel membuat darah Cella semakin mendidih.


Untungnya keadaan taman sudah sepi ,jadi mereka tidak menjadi bahan tontonan.


'' Nggak sengaja ? maksud lo begini ?.'' ucap Cella , sedetik kemudian dia menjambak rambut Liana dan menampar pipinya.


SREETTT ! PLAAKK.!


'' Aakkhh s-sakit hiks .'' ucap Liana kesakitan ,memang tamparan Cella tidak bisa di remehkan.


'' Sialan !! kenapa lo nampar Liana Cel dia salah apa?!.'' Bentak Daniel sambil mengusap pipi Liana yang memerah.


'' Ups sory gue nggak sengaja.'' ucap Cella dengan senyum di bibirnya.


Mendengar ucapan Cella , Daniel kalap dia menampar pipi Cella tepat dimana luka tonjokan dari Sean berada hingga membuat darah keluar dari mulutnya.


' Ukh sakit banget sialan.' batin Cella namun berbeda dengan raut wajahnya yang menjadi sangat datar dan dingin.


'' Lo nggak punya otak HAH ! Lo tega nyakitin adik lo sendiri ?! lo bener-bener bukan manusia Cella !.'' teriak Daniel tepat di depan wajah Cella.


Bukanya takut ,Cella malah tertawa .''Haha lo bilang gue nggak punya otak ? gue juga bukan manusia ?!.''


'' Lalu apa bedanya gue sama lo ?! Gue cuma memberi contoh apa yang lo ucapin itu benar atau tidak ?!.''

__ADS_1


'' Lo nggak terima dia gue tampar padahal gue udah bilang nggak sengaja ! dan lo pasti tetep nggak akan terima meski gue kekeh bilang seperti itu ! karena lo liat pake mata kepala lo sendiri dan itu yang gue rasain sekarang Niel!.''


Daniel masih diam, dia belum mengerti maksud ucapan Cella.


 '' Lo bingung ?! anggap itu cara gue balas perkataan lo yang belain dia padahal lo tau dia salah.''


'' Dan gue nggak terima anak gue di lukai sama dia .'' lanjut Cella menunjuk Liana .


Cella kembali menatap wajah Daniel .


'' Satu lagi dia bukan adik gue dan gue bukan keluarga lo , semua sudah selesai semenjak dia datang menggantikan posisi gue di keluarga lo . ''


Daniel tertegun ,dia tau perbuatan nya sudah salah tapi dia tidak menyangka jika Gracella benar-benar telah membenci dirinya , namun karena ego yang terlalu tinggi membuat Daniel tidak perduli jika Cella membencinya.


'' KARENA LO PEMBUNUH ,LO YANG BUNUH CILA , LO PEMBUNUH BRENGSEK!.'' teriak Daniel dengan raut wajah marahnya.


Zander yang melihat hal itu ,ingin mengehentikan Daniel namun di tahan oleh Juna .'' Kita nggak boleh ikut campur urusan keluarga mereka Zan , kita juga nggak tau mana yang benar dan salah .''


'' Alah udah jelas yang salah pasti Gracella , dia kan jelmaan iblis .'' ujar Sean dengan nada sinis nya.


'' Lo mending diem deh , ucapan lo sama sekali nggak membantu .'' ujar Juna membuat Sean manyun.


'' HAHAHA apa lo yakin gue yang bunuh Cila hm ? Lo udah cari tau sampai mana !.'' ucap Cella .


Daniel terdiam ,dia memang tidak pernah mencari tau sebab kematian Cila adik perempuan Cella ,karena dia sudah menyimpulkan jika Gracella yang telah membunuh adiknya.


Melihat keterdiaman Daniel ,Cella tersenyum smirk . '' Hm gue rasa lo nggak pernah cari tau hal itu ? lo terlalu sibuk nyalahin orang lain !.''


'' Karena udah jelas lo yang bunuh Cila , cuma lo yang ada disana dan lo yang megang pisau berlumuran darah milik Cila !.'' ucap Daniel dengan amarah yang menggebu-gebu.


'' Jika lo di posisi gue dan lo yang megang pisau itu berarti lo yang bunuh Cila ?! sesimpel itu lo nyimpulin kematian adik lo sendiri ?! apa lo pantas di sebut kakak ?!.''


'' Dan sekarang seolah-olah lo adalah kakak paling baik yang memprotes kematian adiknya pada orang yang berusaha menolongnya ?!. ''


Prokk !Prokk Prokk!


Cella bertepuk tangan sangat keras , dia menatap tajam Daniel .'' Didikan keluarga lo sangat luar biasa ternyata !! mereka mengajarkan anaknya untuk menuduh orang lain tanpa bukti ,gue salut ternyata didikan yang orang tua lo bisa tertanam rapi di otak dangkal milik lo.''


Daniel menggeram marah ,dia mengangkat tangan nya hendak menampar Cella kembali ,sayangnya gerakan Cella lebih gesit dari Daniel Cella menendang perut Daniel hingga dia terpental ke aspal.

__ADS_1


BUUAAKKK !! BRUUK.


'' Gue nggak perduli mau lo benci sama mau lo marah terserah gue nggak perduli. ''


'' Tapi SEKALI LAGI LO BIKIN ANAK GUE CELAKA !! GUE NGGAK AKAN SEGAN-SEGAN BUNUH LO ,LO DAN KELUARGA LO !'' Teriak Cella menunjuk Daniel serta Liana.


'' Dan soal kematian Cila ,lo nggak perlu khawatir karena gue yang akan membalas pembunuhnya dan saat kebenaran terungkap jangan harap gue akan maafin lo !. '' ucap Cella dengan tegas .


Saat akan pergi Cella menyempatkan diri memberikan tamparan serta bogeman mentah pada Liana dan Sean.


PLAAK !


'' Inget liana ini baru permulaan ,gue akan buat lo hidup seperti di neraka!.'' ucap Cella di samping telinga Liana.


Cella berjalan menuju tempat Sean berdiri , tanpa ba bi bu Cella membogem wajah Sean hingga dia tersungkur.


BUUUUGHHH !!


'' Jangan mentang-mentang karena lo laki-laki lo bisa meremehkan perempuan , lo harus belajar menghargai orang lain agar hidup lo nggak kebanyakan bacot!.'' ucap Cella dan pergi dari sana dengan wajah yang bengkak karena tinju dan tamparan yang dia dapat.


Setelah Cella pergi Juna dan yang lain segera membantu Liana dan juga Daniel untuk membawa mereka pulang.


'' Lo sih udah tau Cella sekarang bar-bar , masih aja cari masalah sama dia!.'' protes Juna pada Daniel yang kini ada di sampingnya .


'' Gue cuma mastiin apa dia benar-benar berubah !.'' elak Daniel.


'' Mastiin sih mastiin tapi lo nggak perlu nampar dia juga kali ,kasian tau dia cewe dia juga sendirian dia nggak punya siapa-siapa selain anaknya dan lo yang notabenya kakak malah nambah luka dia ?! ck ck semoga ucapan Cella beneran terjadi agar lo sadar kalau selama ini lo salah nilai dia !.'' ucap Juna dengan bijak .


Daniel diam ,dia baru ingat tadi sebelum Cella pergi dia melihat darah masih mengalir dari sudut bibirnya hal itu membuat perasaan Daniel terusik.


Sedangkan Cella ,dia tengah misuh-misuh dalam perjalanan menuju rumahnya. '' Anj*** babi a** , Aaarrghhh Daniel sialan !! awas aja gue akan balas sepuluh kali lipat!.''


'' Muka mulus gue jadi jelek deh , ck gue baru kali kena tonjok , gue loh seorang pembunuh bayaran masa kena tonjok sih harga diri gue berasa tercoreng njir.!''


'' Setan sialan ,eh sean maksudnya dia banci kali yah bisa-bisa dia mukul cewe cantik tiada tandingan kaya gue ck ck !.'' gerutu Cella.


Dia tidak sedih atau pun merasa bersalah setelah membogem wajah Daniel ,karena baginya seluruh omelan Daniel ditunjukan pada Gracella yang dulu bukan dirinya, jadi dia tidak perduli !.


Dia hanya perlu membongkar siapa pembunuh Cila dan apa alasan nya , maka dari itu Cella akan mengurus hal itu terlebih dulu baru dia akan mencari pembunuh dirinya di masa lalu.

__ADS_1


...see you next time.......


__ADS_2