GRACELLA REVENGE (proses revisi)

GRACELLA REVENGE (proses revisi)
Bagian 56


__ADS_3

...✨✨✨✨...


Pagi ini terasa begitu damai bagi gracella ,dimana hari ini dia akan bertemu dengan pengacara yang sudah di sewa oleh aldrick . senyum merekah di bibirnya .


'' Gue harus berhasil dapatin rumah sakit itu.! tapi kayanya bakalan alot deh , secara si tua bangka itu pasti nggak akan ngalah gitu aja!'' ujarnya.


Cella memasukan beberapa berkas yang sudah dia siapkan beberapa hari lalu , dia menyampirkan ransel hitamnya di pundak.


Sejak kejadian makan siang kemarin bersama gavin , sky menjadi semakin akrab dengan gavin , hal itu membuat cella kesal,dia yang biasanya menghabiskan waktu bersama sky ,sekarang menjadi berkurang. terlebih lagi kedepan nya dia akan semakin sibuk.


Cella belum bisa menerima gavin dalam kehidupan nya ,rasa kecewa yang terlalu dalam membuatnya enggan memiliki seseorang lebih dari teman.


Meski dia tau jika kejadian dulu bukan dirinya yang mengalami , tapi tetap saja tubuh yang dia tempati menjadi semakin menderita sejak saat itu.


Tap. Tap. Tap.


Cella menuruni tangga ,dia mengambil kunci mobilnya ,dia sedang malas membawa motornya .


Brummm. Brumm. Brumm.


Mobil cella melesat dengan kecepatan di atas rata-rata , dia menginginkan rumah sakit tersebut untuk masa depan putranya ,agar saat dia tidak bisa lagi bekerja putranya masih memiliki penghasilan yang stabil.


Tak butuh waktu lama ,dia sudah sampai di kantor pengacara tersebut , cella memarkirkan mobilnya .


Dia mulai memasuki gedung , banyak pasang mata yang memperhatikan dirinya namun cella tetap acuh.


Dia sampai di depan kantor pengacara tersebut .


Tok. Tok. Tok.


'' Masuk.'' ucap seseorang di dalam.


Cklek.


Cella membuka pintu ,dia tersenyum melihat pengacara tersebut. '' Selamat siang bu.''


'' Siang juga. kamu yang akan jadi klien saya ?'' ujar orang tersebut.


Cella mengangguk. '' Saya ingin meminta bantuan anda untuk mendapatkan hak aset saya.''


'' Bisa kamu ceritakan aset apa yang ingin kan ?'' ujarnya lagi.


'' Rumah sakit . yang sekarang di kelola oleh pak baskara .'' jawab cella.


'' Bisa kamu berikan berkasnya ?'' ujar orang tersebut.


Cella mengeluarkan berkas yang dia bawa tadi. '' Ini dan tolong urus secepatnya .''


Orang tersebut mengangguk. '' Ini tidak sulit karena rumah sakit itu masih atas namamu , kita hanya perlu mendapat persetujuan dari orang yang mengelolanya saja ,karena disini tertulis rumah sakit akan menjadi milikmu jika kamu berumur 20 tahun dan sekarang umurmu sudah lebih dari itu kan .''


Cella mengangguk. '' Saya percayakan semua pada anda . kalo gitu saya permisi dulu bu!''


Dia dan bersalaman dengan pengacara tersebut sebelum pergi ,begitu sampai di parkiran tanpa sengaja dia melihat kenzo yang sedang melambaikan tangan padanya.


' Ngapain dia sih ' batin cella.


Kenzo berlari menghampiri dirinya dengan senyum merekah di bibir manisnya. '' Cel dari mana ?!''


'' Dari situ !'' cella menunjuk kantor pengacara.

__ADS_1


Kenzo mengangguk. '' Btw lo ada waktu nggak hari ini ?! gue mau nunjukin sesuatu sama lo!''


Cella mengernyitkan dahinya .'' Sesuatu apa ?! penting nggak kira-kira ?''


'' Penting !! ini soal liana !'' ujarnya.


'' Hm , boleh deh gue juga senggang!'' jawab cella.


Kenzo mengangguk .'' Gue nebeng yah !''


Tanpa permisi kenzo langsung masuk ke dalam mobil cella, sedangkan sang pemilik hanya bisa menghela nafas berat , dia tak habis pikir kenapa orang-orang di sekitarnya tidak ada yang waras.


Tak lama kemudian mereka sampai di kediaman kenzo, cella memarkirkan mobilnya di halaman rumah kenzo.


'' Sepi banget rumah lo , emang orang tua lo dimana ken ?!'' ujar cella begitu turun .


'' Mereka ada perjalanan bisnis ,jadi gue di rumah sendirian !'' kenzo mengajak cella masuk ke rumahnya.


Kenzo mengajak cella menuju ruang bawah tanah ,dimana liana berada.


Tap. Tap. Tap.


Langkah kaki mereka berdua terdengar di telinga liana ,dalam sekejap mereka sudah sampai tepat di depan liana.


Cella menatap ngeri tubuh liana yang sudah terkoyak dimana-mana.


'' Ken itu perbuatan lo ?'' ujar cella menunjuk beberapa luka yang terlihat masih baru.


Kenzo mengangguk. '' Lo suka karya gue hm ?''


Cella hanya mengangguk , tiba-tiba liana membuka matanya dan berteriak.


'' GUE NGGAK SALAH !''


'' LEPASIN GUE !'' liana berteriak seperti orang gila , kemungkinan kewarasannya tinggal seperempat.


'' Lo apain dia sampai dia gila ?!'' ujar cella.


'' Gue cuma main-main aja sama dia , mumpung dia belum lo bunuh !'' ujar kenzo tersenyum.


Cella menggelengkan kepalanya pelan , ''Jadi lo ngurung dia karena gue ?!''


'' Iya ,biar lo gampang eksekusinya !'' ujar kenzo.


Cella mengangguk , dia menatap benda-benda tajam yang ada di atas meja tidak jauh darinya. '' Gue boleh pinjem alat lo !''


Kenzo mengangguk senang. '' Tentu ! apa mau gue ambilin ?!''


'' Nggak ! biar gue aja!'' cella berjalan menuju meja , dia mengambil katana lalu membawanya ke tempat liana.


'' Buka !'' perintahnya pada kenzo.


Cklek.!


Kenzo membuka kunci dan cella mulai masuk dengan katana di tangan nya.


'' Bangun !'' ujar cella tajam.


Liana menatap wajah cella sinis. ''Rendahan'' kata tersebut keluar dari mulut liana.

__ADS_1


Sreeett.!


''Akkhh '' Cella menarik dagu liana hingga kukunya menembus kulit liana.


'' Gimana kalo gue yang rendahan ini bikin lo kehilangan beberapa bagian tubuh lo hm !'' ucap cella dengan tajam.


'' L-lepasin gue bi*** !'' liana berusaha melepaskan cengkraman cella namun sayang tenaga mereka berbeda jauh.


'' Harusnya lo minta maaf sama gue , bukan nya ngumpatin gue mulu.!'' ujar cella.


Setelah itu Cella menebas kaki liana hingga liana berteriak kesakitan.


BLAAASSS!


'' AAARRGHHHH ''


BLAAASSS!


'' AAAARRGHH HIKS ....HIKSS..''


Kedua kaki liana sudah terpisah dari tempatnya ,kenzo yang melihat hal tersebut ,meneguk ludahnya kasar , dia tidak menyangka jika cella memiliki sisi psikopat seperti dirinya .


'' Gimana perasaan lo hm , ini belum seberapa untuk menebus perbuatan lo sama gue !'' ucap cella.


Liana yang masih sesenggukan menatap cella tajam. '' Puas lo HAH! lo udah rebut semuanya dari gue !! ''


'' Belum !! karena gue belum balas semua orang yang membuat gue menderita !'' jawab cella datar.


'' Lo--- mereka pasti bakal bunuh lo !! semua akan menghianati lo !! nggak ada yang bakal dukung lo hahah lo sendirian selamanya !'' ujar liana .


Cella tersenyum smrik. '' Nggak masalah !! mau seluruh dunia menghakimi gue atau benci sama gue terserah ! karena gue udah terbiasa sendiri !! asal lo tau. gue nggak pernah mengharapkan ada orang yang benar-benar berpihak sama gue !''


'' Karena gue udah pernah mendapat penghianatan terbesar dalam hidup gue ! jadi lo nggak perlu susah-susah khawatirin hidup gue , oh iya tadi lo bilang mereka bakal bunuh gue kan ! kayanya ucapan lo terbalik deh .mending lo ucapin sama mereka aja! karena gue nggak akan biarin mereka tetap hidup !''


Selesai mengucapkan itu ,cella keluar dengan wajah dingin nya . dia menatap kenzo. '' Jangan kasih dia makan sebelum gue suruh !''


Kenzo mengangguk. '' Lo tenang aja ,gue nggak sebaik itu sama dia kok!''


'' Makasih ! gue balik dulu !'' pamitnya .


'' Gue nggak di ajak cel.'' ucap kenzo.


'' Gak !! lo udah di rumah , ngapain lo kerumah gue ?!'' ujar cella acuh.


'' Ck lo tega banget sih. '' Rajuk kenzo .


Cella tak menggubris , dia melanjutkan jalan nya , tapi di pertengahan tangga dia berucap. '' Besok gue traktir ! bye !''


Kenzo terbengong mendengar ucapan cella ,beberapa menit kemudian dia berjingkrak-jingkrak kegirangan.


'' Yeeeeyyy akhirnyaaaa gue bisa makan bareng sama dia hohoho!'' Senyum merekah di wajah kenzo.


Dia menatap liana yang masih menangis . '' Gue harus bilang makasih sama lo ,berkat lo gue bisa makan sama cella hehe .''


Liana tak menjawab ,dia sedang merasakan perih tidak tertahan akibat kakinya yang tertebas.


Kenzo keluar dari ruangan liana ,dia kembali mengunci jeruji besi tempat dia mengurung liana.


...see you next time........

__ADS_1


__ADS_2