
...✨✨✨✨...
Seminggu telah berlalu ,malam yang di tunggu-tunggu akhirnya tiba malam ini menjadi malam yang membahagiakan untuk keluarga Baskara .
Bahkan para tamu undangan sudah memenuhi aula , kebanyakan dari mereka merupakan rekan bisnis Baskara disana juga sudah ada Aldrick ,Gavin ,serta Kenzo .
'' Terlalu megah.'' ujar Gavin mengomentari hiasan di dalam aula.
'' Hm .'' jawab Aldrick singkat.
Acara tersebut bahkan di liput media secara langsung , pancaran bahagia menghiasi wajah orang tua Daniel .
'' Pah , mah selamat atas usia pernikahan kalian .'' Daniel tersenyum dia memberikan kado pada kedua orang tuanya.
'' Terima kasih sudah menjadi orang tua terbaik untuk aku dan Liana !'' ucap Daniel tulus.
Mamah Daniel mengusap lembut rambut putranya. '' Makasih sayang !''
Daniel mengangguk , kini giliran Liana yang mengucapkan. '' Mamah ,papah selamat atas usia pernikahan kalian ! makasih karena kalian sudah menjadi orang tua terbaik untuk aku !''
'' Sama-sama sayang !'' Jawab sang mamah bahagia .
PROKK . PROKK .PROKK.
Suara tepuk tangan memenuhi aula yang sudah di hias sedemikian rupa Semua orang mengidolakan keluarga Baskara yang selalu harmonis , tidak ada yang tau jika Baskara memiliki putri lain Baskara hanya mengenalkan Daniel ,Liana serta Cilla adik Gracella yang sudah meninggal sebagai anak pada seluruh rekan bisnisnya.
'' Wah mereka selalu harmonis yah , mereka memang pantas menjadi panutan bikin iri aja .'' ujar salah satu tamu Baskara.
'' Iya , mereka terlihat menyayangi anak-anaknya dengan sangat tulus.'' sahut tamu yang lain.
Gavin yang mendengar pembicaraan mereka ingin sekali muntah.
' Ck mereka nggak bisa bedain iblis sama setan ternyata manusia brengsek kaya gitu di bilang panutan ? otak mereka udah geser.' batin Gavin .
Acara berlangsung sesuai rencana Baskara , mereka berdua menjadi orang yang paling bahagia malam ini ucapan selamat datang bertubi-tubi dari rekan terdekat Baskara serta para tamu yang hadir.
Di luar ruangan tepatnya halaman belakang tempat acara tersebut ,dua orang lelaki sedang melakukan tanam bom mereka berdua benar-benar menginginkan semua orang mati sekaligus.
'' Yang di sana udah beres ?.'' ujar salah satu dari mereka .
'' Udah semua lo gimana udah beres kan ? waktu kita tinggal satu jam lagi jangan sampai kita gagal.'' ujar pemuda tersebut.
'' Oke !''
Mereka pergi dari sana setelah menyelesaikan pekerjaan nya .
Di sisi lain Gracella masih berpamitan pada putranya . '' Sayang mami pergi dulu yah ,kamu jangan kemana-mana jangan buka pintu dan jendela oke boy !!''
'' Oke mamih. '' jawab Sky ,dia memilin bajunya pelan .'' Tapi mamih jangan lama-lama perginya ,aku takut di rumah cuma sama bibi !''
Cella menjajarkan tubuhnya hingga sejajar dengan Sky. '' Mamih nggak lama kok , kamu jangan nakal di rumah yah jangan bikin bibi khawatir juga. ''
Sky mengangguk , dia memeluk Cella dengan lembut. '' Mamih janji harus baik-baik aja, aku tunggu di rumah .''
'' Iya mamih janji !'' Cella melepas pelukan nya dia mencium kening putranya sebelum pergi.
'' Dah sayang !'' pamitnya .
Sky melambaikan tangan nya ,perasaan nya gelisah tapi dia menutupinya di depan sang mamih.
Cella menjalankan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata , dia sudah menghubungi Rafka dkk agar mereka bertemu di lokasi.
Tak butuh waktu lama ,Cella sudah sampai di lokasi acara orang tua Daniel , mobil sportnya dia parkir dengan asal.
Cella menghampiri Rafka dkk. '' Lo semua siap ?!''
Mereka bertiga mengangguk ,Cella memberi arahan pada ketiganya.
'' Rafka sama Vero kalian menyelinap di antara para tamu , awasi setiap gerakan yang mencurigakan dan lo Rey udah tau kan apa yang harus lo lakuin ?!'' ujar Cella.
Mereka bertiga mengangguk mengerti.
'' Jangan lupa waspada !! musuh ada dimana-mana !'' peringatnya sebelum berpencar.
Malam ini Cella sangat anggun ,dia mengenakan gaun panjang berwarna hitam dengan belahan di samping kakinya hal itu yang membuatnya terlihat sangat seksi .
Tap . Tap. Tap.
Suara hells menggema di aula , semua mata tertuju pada sosok gadis cantik nan anggun yang baru memasuki ruangan.
Baskara dan keluarganya terkejut melihat sosok gadis cantik yang kini berjalan ke arah mereka.
'' Pah kenapa anak itu ada disini ?!'' bisik sang istri.
'' Papah nggak tau mah ,padahal papah nggak memberi tau dia !'' ujar Baskara.
Daniel terpaku pada sosok Cella beberapa saat , sampai tepukan di lengan nya membuat dia sadar kembali.
'' Kakak kenapa ?.'' ujar Liana.
Daniel menggeleng. '' Kakak nggak papa!''
Cella sampai di hadapan orang tuanya , dia tersenyum lembut . '' Pah ,mah selamat untuk perayaan pernikahan kalian , aku selalu berdoa kalian bahagia sampai maut memisahkan .''
Baskara dan istrinya tak bisa berkata-kata , sudut hati kecil mereka sangat ingin memeluk putrinya namun Ego mereka lebih tinggi dari apa pun.
'' Terima kasih !'' Hanya kata itu yang terucap dari bibir kedua orang tuanya .
Cella tak ambil pusing ,dia menyerahkan hadiah pada kedua orang tuanya.
__ADS_1
'' Mah , pah terima kasih berkat didikan kalian aku menjadi wanita yang kuat dan terima kasih karena kalian sudah mengeluarkan aku dari belenggu yang sangat menyesakan !'' ucapnya yang di dengar seluruh tamu.
'' Walau pun kalian udah buang aku dan ngusir aku dari rumah ,tapi berkat kalian aku bisa hidup mandiri ! '' lanjut Cella.
Semua tamu mulai heboh ,bisik-bisik terdengar jelas di telinga mereka.
Gadis itu anaknya ?.
Bukan kah pak Baskara hanya punya tiga anak ?.
Jadi dia anak yang di buang.
Kejam sekali kelurga mereka.
Aku tidak jadi mengidolakan nya.
Padahal dia sangat cantik.
Kasian jika dia anakku ,pasti akan aku besarkan dengan penuh cinta .
Daniel yang tidak terima keluarganya di jelek-jelekan ,tiba-tiba menyeret tangan Cella dengan kasar hal itu membuat Gavin ,Aldrick serta Kenzo menggeram marah.
' Sialan.' batin mereka bertiga.
'' Maksud lo apa ngomong gitu hah ?! lo mau menghancurkan acara kelurga gue !'' ucap Daniel marah.
'Emang .' batin Cella tertawa.
Cella menatap Daniel sinis. '' Lo tanya apa maksud gue ?! bukan nya lo udah tau dengan jelas maksud perkataan gue ?!''
'' Nggak seharusnya lo beberin masalah kelurga kita saat ini sialan !! lo mau mencoreng nama baik papah !'' Bisik Daniel marah.
'' Iya bahkan gue berniat ngancurin seluruh kehidupan kalian !'' Cella ikut berbisik , setelahnya dia berjalan menuju podium tempat Baskara menyampaikan pidatonya tadi.
Seluruh atensi berpusat pada Cella yang kini menatap datar semua orang .
'' Pertama-tama saya ingin mengenalkan diri saya pada kalian ,mungkin di antara kalian tidak ada yang mengenal saya. ''
'' Saya Gracella Vellisha Axelyn ,anak kedua dari tuan Baskara dan nyonya Amanda Maheswari . '' ucap Cella dengan tenang .
Daniel menggeram marah ,dia benar-benar tak menyangka jika Cella akan melakukan semua ucapan nya.
Pengakuan Gracella membuat seluruh ruangan riuh ,banyak yang tidak percaya dengan ucapan Gracella.
Sedangkan Aldrick ,Gavin ,serta Kenzo tersenyum simpul melihat Cella yang tidak kenal takut mereka juga terkejut tapi hal itu membuat mereka semakin tertarik dengan Gracella.
'Aku semakin tertarik dengan mu. ' batin Aldrick.
'Gadisku yang terbaik.' batin Gavin.
'Kau harus jadi miliki baby.' batin Kenzo.
Baskara mendatangi Cella ,dia menarik tangan Cella dengan kasar.
Cella tertawa. '' Haha papah? jadi sekarang anda mengakui saya sebagai anak ?! atau anda hanya ingin nama baik anda tetap terjaga ?!''
''Sialan turun kamu dari sini ! jangan bikin saya malu !'' ucap Baskara dengan marah.
Sayang nya hal itu tidak membuat Cella pergi. '' Saya tidak akan pergi dari sini sebelum melihat kalian hancur!''
Cella mengkode Reygan untuk memutar rekaman yang dia dapat.
tak berselang lama ,layar di belakang Baskara menyala semua orang menatap layar tersebut , awal pemutaran masih baik-baik saja namun saat pemutaran terakhir muncul vidio dimana dua anak kecil sedang bermain di taman dia Cella dan Cilla .
Vidio terus berlanjut sampai dimana Cilla di bunuh , dan Cella kecil yang berlari menghampiri adiknya dengan tersedu-sedu, saat itu muncul orang tua mereka dan Daniel yang langsung menuduh dan menampar Cella kecil.
Vidio berganti pada sosok yang telah membunuh Cilla , bahkan percakapan mereka terekam dengan jelas.
Sreeet !
'' Hah.....hah.. Hampir aja gue ketahuan !'' ujar orang tersebut .
Dia membuka maskernya ,betapa terkejutnya Baskara dan keluarganya setelah tau siapa pembunuh anaknya.
'' Andrean.'' lirih Baskara tak percaya.
Andrean merupakan supir Baskara , dia juga yang dulu hendak melecehkan Gracella saat di club bersama Liana .
Rekaman terus berlanjut sekarang giliran Liana yang ada di sana , Liana kelabakan saat tau vidio dirinya yang bersama om-om terpampang jelas di depan mata tak hanya itu rekaman pertemuan dengan Andrean pun ada di sana
'' Gak .. itu nggak benar mah ! pah itu bohong !!''
'' Kak itu bukan aku , kalian harus percaya sama aku !!'' air mata Liana berlinangan .
'' Jadi ini yang kamu lakukan selama ini !!'' ujar Baskara marah.
PLAAKK !
'' Mamah kecewa sama kamu Liana !'' ujar istri Baskara.
Sedangkan Daniel tak bisa berkata apa-apa namun sorot matanya menampakan kekecewaan dan penyesalan , bisikan kembali terdengar dari para tamu.
' Gila ternyata keluarga mereka buta .'
' Tega sekali menganiaya darah daging nya sendiri .'
' Tidak punya otak. '
' Manusia keji. '
__ADS_1
Ucapan mencemooh terus berkeliaran membuat suasana semakin gaduh .
Baskara menatap Andrean dengan marah. '' TANGKAP DIA !!'' perintah Baskara pada bodyguard yang dia sewa.
'' Sialan !!'' Andrean berusaha kabur ,aksi kejar-kejaran terjadi.
Cella menikmati setiap wajah yang kini terlihat keruh.dia bertepuk tangan pelan. '' Gimana rasanya mengetahui kebenaran hm ?! anak yang kalian banggain ternyata menusuk kalian dan menghianati kalian !! ''
'' Dan lo. '' Cella menunjuk Daniel. '' Pasti sakit kan orang yang paling lo lindungi Lo bela bahkan orang yang paling berharga buat lo ternyata punya kelakuan brengsek dan itu dia lakuin sama supir keluarga lo haha !! ''
'' Yah anggap aja ini karma buat kalian karena perlakuan kalian sama gue selama ini !''
Cella berjalan menuruni podium , di sisi lain rekan Andrean yang tadinya memantau menjadi cemas .
'' Andrean brengsek !! bisa-bisanya dia tidak tau rencana gadis itu !'' ujar orang tersebut dia bergegas keluar dari aula.
Cella yang tau kepergian orang tersebut berusaha mengejarnya , tapi saat dia ingin pergi dari sana tiba-tiba lengan nya di tahan oleh Baskara .
'' N-nak...'' panggil Baskara.
Btaasst .!
Cella menampik lengan Baskara . '' Nak ? apa saya tidak salah dengar ?!''
'' N-nak sejak kapan kamu tau semua ini ?! kenapa kamu nggak bilang sama papah ?!'' ujarnya lirih.
Cella menatap sinis papahnya .'' Why ?!'
'' Bukan kah anda tau sendiri anda tidak pernah mau mendengarkan penjelasan saya ?! saya sudah pernah memperingatkan kalian tapi ternyata kalian tidak perduli kan !''
'' C-cel g-gue minta maaf !'' ucap Daniel penuh sesal.
''Basi !!! gue udah nggak butuh maaf dari lo bahkan keluarga lo !! '' Cella hendak pergi tapi tiba-tiba tubuhnya di peluk secara paksa oleh mamahnya.
'' S-sayang maafin mamah hiks...hiks.. mamah tau mamah salah !! maafin mamah nak !'' tangisan mamah Daniel terlihat pilu.
Cella melepas paksa pelukan tersebut.
'' Aduh tante saya kan sudah bilang saya nggak butuh permintaan maaf kalian , saya juga nggak butuh keluarga seperti kalian !! saya sudah cukup bahagia hidup berdua dengan anak saya dan lagi saya memberi tau kalian karena saya tidak mau kalian terus-terusan di bodohi olehnya !''
'' T-tapi nak -----''
DUAAARRR.!
" Aaahhhkkk. " teriakan para tamu membuat terkejut.
Bahkan belum sempat mamah Daniel melanjutkan ucapan nya ,tiba-tiba terdengar suara ledakan .
Cella menghubungi Rafka dkk melalui earphone . '' Raf !! tolong lo bantu semua orang keluar dari sini !''
'' Lo gimana Cel ?!'' Cemas Rafka.
'' Nanti gue nyusul ! buruan nggak ada waktu lagi ." perintah Cella.
Rafka dan Vero mulai memerintah orang-orang untuk keluar , Cella yang masih berada bersama Baskara mau tak mau harus mengeluarkan mereka.
'' Kalian semua ngapain masih disini ? Buruan pergi dari sini kalian mau mati !'' ucap Cella tegas.
Mendengar perintah putrinya ,Baskara memboyong keluarga nya untuk meninggalkan tempat tersebut , saat Cella turun dari panggung Liana mendorong nya hingga jatuh.
BRUK !
'' LO NGGAK BOLEH KELUAR DARI SINI ****** !! LO HARUS MATI HAHA!'' tawa Liana.
Cella bangkit ,dia menatap Liana nyalang. '' Lo yang harusnya mati, udah untung lo di tampung keluarga kaya bisa-bisanya lo malah nggak tau diri !''
'' Jaga mulut lo sialan gara-gara lo rencana gue gagal !'' ucap Liana.
DUAAARRR.
Ledakan kembali terdengar , Rafka kembali menghubungi Cella.
'' Cel buruan lo keluar sekali lagi ada ledakan lo pasti nggak akan bisa keluar !''
'' Gue ngerti !'' Cella mematikan earphone nya.
Cella mendorong Liana dan berlari keluar , tapi dia di hadang mantan anggota Sword Rose.
'' Haha lo nggak akan bisa kabur !'' Ujar mereka yang berjumlah 15 orang .
'Sial .' batin Cella.
Perkelahian terjadi ,waktu terus berjalan di luar Rafka dkk sangat cemas apa lagi kondisi gedung separuh sudah terbakar .
BUUAAKKKK.
BRAKK.
DUUUGHH.
BUUGGHH
BRAAAK .
Pergerakan Cella terhalang oleh gaun nya ,tanpa pikir panjang Cella merobek bagian bawah gaun nya sampai ke bagian paha nya yang mulus .
'' Maju lo bangsat ! gue habisin lo semua !'' Cella memasang kuda-kuda.
Mereka kembali berkelahi , Aldrick ,Gavin ,serta Kenzo yang tadinya sudah di luar kembali masuk kedalam ketika membantu Cella berkelahi .
__ADS_1
Mampukah mereka keluar dengan selamat ???
...See you next time........