
...✨✨✨✨...
Tiga hari telah berlalu setelah kejadian dimana Cella bertengkar dengan kedua orang tuanya , kini dia sudah kembali sibuk dengan urusan kuliahnya.
Gracella saat ini tengah berada di lorong menuju kelasnya , dia tidak sendiri tapi bersama Vania.
'' Cel bibir lo perasaan nggak sembuh-sembuh deh !!'' ujar Vania heran.
Cella menyentuh bibirnya yang memang masih terasa perih. '' Gimana mau sembuh Van ,tiap hari aja gue di gampar mulu !''
'' Lagian lo kenapa nggak ngelawan sih ! lo kan bisa beladiri !'' ujar Vania.
Cella mengangkat bahunya acuh. '' Gue takut kualat kalo nampar orang tua Van , lagian segini belum seberapa buat gue !''
Vania prihatin melihat kehidupan Cella , nggak di rumah nggak di kampus semua sama aja .
Vania menepuk pundak Cella. '' Lo yang sabar Cel , mereka pasti bakal dapat karma yang lebih buruk dari perbuatan mereka sama lo .''
'' Amin !! itu yang gue tunggu hehe!'' jawabnya .
Vania dan Cella tidak menyadari keberadaan Liana yang kini menatap benci pada mereka berdua .
'' Gue nggak akan biarin lo hidup tenang Cella.'' ujar Liana lirih.
Liana melihat sekelilingnya ,memastikan tidak ada orang yang melihatnya. setelah memastikan semua aman dia berlari menuju arah Cella.
BRUK !
" Aduh s-sakit. !'' rintih Liana.
Gracella menatap bingung ke arah Liana ,sedangkan Vania yang melihat Cella di tabrak menjadi cemas. '' Cel lo nggak papa ? ada yang luka ? perlu ke rumah sakit nggak ?.''
'' Nggak ,lo kira gue ketabrak truk pake kerumah sakit segala.'' jawab Cella.
Vania tertawa pelan. '' Hehe Gue kan khawatir !''
Merasa dirinya di acuhkan ,Liana tiba-tiba menangis bombay.
'' Hiks.. hiks....hiks.!'' tangisan Liana sangat nyaring.
Cella berdecak sebal. '' Ck lo ngapain sih nangis disitu ?! padahal gue yang lo tabrak kenapa lo yang nangis !''
Vania mengangguk. '' Bener tuh ,yang harusnya sakit si Cella bukan lo .''
'' Hiks...hiks... hiks.'' Bukan jawaban yang Cella terima tapi hanya suara tangisan Liana yang semakin nyaring.
Karena Liana tak kunjung bangun ,Cella berniat membantunya dia mengulurkan tangan untuk membantu Liana berdiri.
Bersamaan dengan itu ada inti Sandero sedang berjalan di lorong yang sama dengan Cella dan Liana ,dari kejauhan Daniel melihat Liana terduduk di lantai . daniel menggeram marah, urat-urat di lehernya menegang dia berlari menuju Liana saat itu juga Daniel menampik tangan Cella yang berusaha membantu Liana.
PLAK!
__ADS_1
BRUKK !!
Gracella terjatuh setelah Daniel mendorongnya, Vania yang melihat perlakuan Daniel terkejut begitu juga dengan Cella.
Daniel membantu Liana berdiri .'' Kamu nggak apa-apa dek ''
Liana menggeleng .'' Aku nggak papa kak , kakak jangan marahin Gracella dia mungkin nggak sengaja!''
Mendengar ucapan Liana ,Gracella tak terima dia menatap Liana tajam setelah bangun dari duduknya di lantai .
'' Lo kalo ngomong yang bener dong !! jangan playing victim jelas-jelas lo yang nabrak gue !'' ucap Cella dengan tegas.
'' Liana nggak mungkin playing victim sama lo , dia gadis baik-baik nggak kaya lo murahan !'' ujar Daniel sambil menunjuk wajah Cella.
Sean yang sejak tadi diam pun ikut-ikutan membuat suasana semakin panas. ''Bener kata Daniel pasti lo yang fitnah Liana ,lo iri karena dia deket sama kita sedangkan lo nggak !''
Cella menggeram marah, dia merasa harga dirinya sangat di rendahkan kali ini. '' Murahan ?! dia yang murahan bangsat bukan gue , Apa kalian liat gue nabrak dia ?! apa mata kalian menyaksikan waktu gue dorong dia ?!''
'' Kalian nggak tau apa-apa ,jadi nggak usah banyak bacot apa lagi merendahkan orang lain! disini gue yang di rugikan tapi lo semua buta dan lo Daniel , lo nggak pernah introspeksi diri yah ? lo pikir diri lo paling benar ? jangan sombong karena keadaan lo lagi di atas , suatu saat kesombongan lo bakalan jadi senjata mematikan buat diri lo !'' ujar Cella.
Cella mendekat ke arah Daniel dan tiba-tiba sebuah tonjokan mendarat di perutnya.
BUUUGHH.
Daniel jatuh tersungkur di lantai sambil memegangi perutnya , melihat hal itu Gracella langsung menarik tangan Vania dan mengajaknya pergi. '' Cabut Van ,gue muak liat wajah mereka semua !''
Vania mengangguk ,mereka berdua pergi meninggalkan Daniel dkk sedangkan Juna menghela nafas dia bimbang harus membela siapa , satu sisi mereka adalah sahabatnya satu sisi lagi adalah pujaan hatinya.
Benar saja Daniel tak dapat mengelak, Juna kembali menghela nafas lelah. ''Haah kalo lo bersikap kaya gini terus yang ada Cella makin benci sama lo , lagian penyesalan lo kali ini kayanya percuma , lo liat sendiri seberapa tinggi dinding yang dia buat untuk lo !''
Daniel terdiam , meski ucapan Juna benar tapi dia enggan mengakui padahal setiap dia selesai melakukan kekerasan pada Gracella , dia selalu menyesal dan merasa sakit namun itu semua belum cukup untuk menyadarkan Daniel betapa berartinya Gracella di hidupnya , dia terlalu egois dan menekan rasa simpatinya menjadi benci.
Liana mengepalkan kedua tangan nya , dia harus berhasil mengambil seluruh simpati mereka pada Cella , agar dia lebih mudah menghancurkan Gracella.
Setelah kejadian tadi Cella akhirnya memilih menenangkan diri di taman belakang kampusnya , udara segar membuat Cella rileks.
'' Kapan urusan gue berakhir ? gue cape hidup kaya gini mulu lebih enak waktu gue jadi pembunuh bayaran deh ,nggak terlalu nguras otak !'' ucapnya sambil menatap langit.
'' Liat aja besok pagi gue bakal bikin kampus ini gempar biar mereka tau rasa.'' ucap Cella dengan serius.
Tap .Tap. Tap.
Terdengar suara langkah kaki mendekati Gracella , Cella yang mendengarnya tidak perduli dia terlalu lelah untuk kembali berdebat.
'' Ehem.'' Suara berat nan khas membuat Cella menoleh ,dia melihat sosok pemuda tinggi dan juga tampan ada di hadapan nya.
'' Siapa lo ?.'' tanya Cella sinis.
Pemuda tersebut duduk di samping Cella , '' Lo lupa sama gue Cel ?!''
'' Bukan lupa tapi nggak kenal!'' jawabnya acuh.
__ADS_1
Pemuda tersebut tertawa pelan . '' Gue temen kecil lo Kenzo !''
Cella menaikan satu alisnya .'' Masa sih ? tapi gue nggak inget punya temen kaya lo!''
'' Gue baru balik dari luar negri , selama ini gue nggak tau nomor lo jadi gue nggak bisa hubungi lo !'' ujarnya.
'' Lo bukan anak kampus ini?'' bingung Cella .
Kenzo tersenyum .'' Gue baru masuk sini beberapa bulan yang lalu !''
Cella melongo .'' Lah lo udah berbulan-bulan disini tapi lo baru nyari gue ? lo yakin gue temen masa kecil lo ?.''
'' Dulu gue takut lo benci sama gue , secara lo lagi cinta mati sama Zander kalo nggak salah !'' ujarnya membuat wajah Cella kembali datar.
'' Nggak perlu lo ingetin lagi deh , gue udah berubah you know !'' ujar Cella.
Kenzo mengangguk. '' Gue denger-denger lo udah punya baby ya Cel ?!''
Cella mengangguk , '' Hm ya gitu deh !''
'' Bunda mau ketemu sama lo katanya dia rindu sama anaknya yang udah lama nggak ketemu !'' ujar Kenzo membuat Cella terkejut.
'' Lo serius ?! '' tanya Cella tak percaya.
Kenzo mengangguk. '' Sekalian lo bawa baby lo ,biar kenalan sama neneknya !''
Cella merasa ragu. '' Gue nggak inget sama lo ,dan lagi kita juga baru ketemu kapan-kapan deh gue ketemu bunda lo .''
Kenzo tersenyum dan mengangguk. ''Kalo gitu gue masuk kelas dulu yah ,bye bye Cella !''
Cella mengangguk ,setelah kepergian Kenzo ,Cella mengelus lengan nya karena merinding. '' Kenapa gue merasa dia rada aneh yah kaya psikopat di film-film. ''
Tanpa Cella tau Kenzo masih ada disana , dia sedang menatap penuh damba pada Gracella.
'' Sampai ketemu lagi sayangnya Ken .'' ucap Kenzo lirih.
Dia Kenzo Anggara ,Psikopat gila yang menyukai Gracella karena perubahan sikapnya yang sangat mencolok di mata Kenzo.
...---------------------...
Di sisi lain Gavin tengah mondar mandir di dalam ruangan nya , dia bingung harus dengan cara apa agar Gracella mau memaafkan dirinya.
'' Apa aku harus merayu putranya lebih dulu ?!'' ujarnya.
'' Nggak pasti Cella bakalan tambah benci sama aku tapi nggak ada cara lain selain itu ,Argh aku bisa gila kalau seperti ini terus.'' ucap Gavin frustasi.
'' Baiklah aku akan coba mendekati putranya , siapa tau dia mau menerimaku menjadi ayahnya !'' Gavin tertawa sendiri membayangkan hal tersebut.
Andai Gavin tau ,bahwa yang mengincar Cella bukan hanya dirinya melainkan beberapa pria yang tak kalah jauh dengan nya.
...see you next time.......
__ADS_1