
...☠️☠️☠️...
Selepas urusannya dari rumah Daniel semalam, kini dia kembali berkutat dengan laptopnya dia sedang meretas data perusahaan dan rumah sakit milik papahnya.
Ting !
Data yang Cella cari sudah berhasil dia dapatkan , disana tercantum kekayaan milik orang tua Daniel.
'' Buset harta sebanyak ini ,gue nggak di kasih sama sekali .'' ujar Cella tercengang.
'' Kalo ngusir gue harusnya gue di kasih kompensasi dong ,masa mereka cuma menyiksa gue doang dengan gratis .''
Setelah menelusuri semuanya Cella menutup laptopnya , dia kembali merebahkan tubuhnya di kasur dimana di sampingnya ada Sky yang masih tertidur .
'' Haaah mau hidup nyaman aja susahnya minta ampun !'' gerutu Cella.
Beberapa saat dia termenung memikirkan perjalanan hidupnya sampai dia teringat sesuatu.
''Gracella nggak mungkin nggak ninggalin petunjuk sama sekali , gue harus cari di mana yah petunjuk itu?!'' ujarnya.
Sesaat dia melihat kotak di dalam lemari yang belum pernah Cella sentuh, dia berjalan menuju tempat tersebut dan mulai menggeledahnya.
Dia mulai membongkar isi lemari tersebut , beberapa menit kemudian dia melihat laci yang terkunci .
Dengan rasa penasaran yang teramat tinggi ,Cella mencongkel laci tersebut menggunakan belati miliknya hingga terbuka.
Kraak ! Bruk !
'' Gue berasa jadi maling njir !'' lirihnya.
Dia mengambil seluruh kertas yang ada di sana , ternyata kertas tersebut merupakan surat kepemilikan cafe dan juga rumah sakit yang saat ini di kelola oleh papahnya.
'' Anjir gue kira Gracella cupu ternyata suhu , berarti rumah sakit itu milik gue dong hm ternyata ini warisan dari almarhum neneknya.'' ujar Cella.
Dia tidak menyangka jika Gracella yang asli merupakan pemilik rumah sakit yang paling terkenal di negaranya.
'' Gue harus ambil punya gue , tapi nggak mungkin mereka mau ngasih secara cuma-cuma , ck bodo amat lah besok gue datangin aja ke rumahnya apa perlu gue sewa pengacara yah ?!'' ujarnya .
Cella mengecek atmnya . '' Ck duit gue tinggal segini lagi gue kerja apa yah buat sewa pengacara !''
Di tengah kebingungan nya , ponsel miliknya tiba-tiba berbunyi ternyata yang teflon adalah Rafka.
Drrrttt ! Drrrrttt ! Drrrrttt !
'Tumben nih bocah telfon.' batin Cella.
'' Halo Raf ?!'' sapa Cella begitu telfon tersambung.
'' Cel nanti malem lo nggak lupa kan ." tanya Rafka.
" Emang ada apa ?. " ucap Cella bingung.
" Nanti malem kan lo mau tanding sama Zander lo lupa ?!."
"Oiya gue lupa , btw hadiahnya berapa ?."ujar Cella.
'' Katanya 100 juta ,lo yakin jadi ikut Cel ?!.''
'' Yakin lah , tapi gue nggak yakin bisa menang deh Raf secara gue nggak pernah ikut balapan motor !'' ucap Cella lesu.
Rafka tertawa pelan . '' Lo emang belum pernah ikut balap motor tapi lo sering balap mobil iya kan .''
'' Hehe iya sih , cuma udah lama gue nggak ikut kaya gituan kira-kira skill gue masih sama nggak yah !.'' ujarnya .
'' Lo tenang aja , gue yakin lo pasti bisa gue cuma mau ngabarin itu aja , btw lo nggak ke kampus Cel ?!''
'' Gak ! gue lagi males lagian dosen nya hari ini nggak masuk ! '' jawab Cella.
'' Oh oke ,kalo gitu gue tutup ya ,gue mau ada kelas bye !''
'' Bye .'' jawab Cella dan telfon pun tertutup.
Hari ini jiwa magernya benar-benar minta di manja . '' Ck males banget sih padahal kerjaan gue banyak !''
Hari ini Sky libur karena ada rapat di sekolahnya ,hal itu menjadi kesempatan untuk Cella bermalas-malasan di rumah.
Namun lagi-lagi ada pengganggu yang mengusik ketenangan nya.
Ting ! Tong !Ting ! Tong !
__ADS_1
BUK !
Cella melempar bantal miliknya ,baru saja dia akan kembali tidur bel rumahnya berbunyi tanpa henti untung saja Sky tidak terbangun . '' Ck siapa lagi yang bertamu pagi-pagi gini !.''
Tap.! Tap.!Tap.!
Cella menuruni tangga ,karena bi sumbi belum datang dia bilang akan telat datang karena ada keperluan di rumahnya maka dia sendiri yang harus membuka pintunya .
Cklek !
" Kalo bertamu jangan pagi-pagi bisa !!'' ucap Cella begitu pintu terbuka.
''Maaf .'' jawab orang yang bertamu .
Cella menatap datar pada wajah Gavin yang kini berdiri di depan nya. '' Perlu apa lagi lo kerumah gue.''
'' A-aku mau minta maaf sama kamu." ujar Gavin gugup.
Cella berdecak sebal. '' Nggak perlu , kemaren bukan nya lo udah denger gue ngomong apa ?!''
Gavin mengangguk pelan , Cella kembali menghela nafas sebentar. '' Haah harusnya lo nggak perlu mikirin maaf dari gue , selama ini lo hidup tanpa kehadiran gue juga baik-baik aja kan jadi anggap aja lo nggak pernah ketemu gue !''
Cella hendak menutup pintu tapi tangan nya di tahan oleh Gavin. '' Beri aku satu kesempatan Cel ,aku janji bakalan tanggung jawab .''
Cella mengibaskan tangan Gavin yang memegang tangan nya. '' Kesempatan?! bukan nya gue udah kasih lo kesempatan selama 6 tahun , kalo bukan karena lo Gracella nggak mungkin milih mati .''
'' Ups. '' Cella menutup mulutnya yang tanpa sadar hampir membongkar jati dirinya yang asli.
Ucapan Cella membuat Gavin bingung , dia seolah berbicara tentang orang lain .
'' Maksud kamu apa ?! siapa yang mati !'' ujar Gavin membuat Cella gelagapan .
'' Nggak ada , lebih baik lo pergi dari rumah gue gara-gara lo mood gue jadi buruk ,jangan sampe gue maki-maki lo lagi.'' usir Cella.
'' Tapi Cel---''
'' Pergi ! lo punya telinga kan atau mau gue seret secara paksa!'' ujar Cella dengan wajah datarnya.
'' Oke aku pulang dulu ,tapi aku nggak akan nyerah buat dapatin maaf dari kamu !'' kekeh Gavin.
'' Terserah .''ujar Cella dan menutup pintu rumahnya.
...----------------------...
Tak terasa waktu telah berganti malam. Cella sudah siap dengan setelan hitamnya , dia memang menyukai warna hitam.
Jam menunjukan pukul 11 malam , Cella keluar kamar Sky secara perlahan dia berjalan menuruni tangga dan melihat bi Sumbi yang tengah berjalan menuju arahnya.
'' Bi aku titip Sky yah !'' ujar Cella.
'' Iya non , tapi kalo aden tanya nona kemana saya harus jawab apa !'' tanya bi Sumbi.
'' Bibi jawab aja aku ada kerjaan di luar oke bi !'' ujarnya.
Bi Sumbi mengangguk , Cella melanjutkan jalan nya menuju garasi dia mengambil motor dan mengendarainya menuju ke tempat balapan dimana Rafka dkk sudah menunggunya .
Tak butuh waktu lama ,akhirnya Cella sampai di sana dia melihat sekeliling ternyata inti Sandero sudah kumpul disana , Cella mengendarai motornya menghampiri Rafka.
Bruum ! Brumm!
'' Eh itu Cella Raf !'' ujar Vero menunjuk Cella yang mendekatinya .
Ckiitt !!
Cella mengerem motornya di depan Reygan.'' Wohoho akhirnya lo datang juga Cel ,gue kira lo bakal ingkar janji !''
Cella menatap datar Reygan. '' Gue mana pernah ingkar janji , jangan samain gue sama lo.''
'' Hehe iya deh , tapi mereka tau nggak kalo harus lawan lo.'' tanya Reygan pada Cella dan Rafka.
Rafka menggeleng .'' Kalo mereka tau ,Zander nggak mungkin mau lawan Cella.''
Mereka mengangguk serempak , beberapa menit kemudian suara pertanda pertandingan akan di mulai pun berbunyi.
Cella dan Rafka dkk berjalan menuju garis star .
'' Lo harus hati-hati ,mereka bukan lawan sembarangan !'' ujar Rafka.
Cella mengangguk , sedangkan inti Sandero merasa heran karena Rafka memiliki anggota baru apa lagi mereka merasa tidak asing dengan sosok yang sedang bersiap untuk bertanding.
__ADS_1
'' Anggota baru lo .'' tanya Zander yang di angguki Rafka.
Mereka berdua menyalakan motor masing-masing menunggu aba-aba untuk memulai pertandingan.
ARE YOU READY !
Zander dan Zella sama-sama mengangguk .
ONE
TWO
THREE
GOOOOO!!
BRUMMM !! BRUUMM !! BRUMM!!
Zander memimpin pertandingan , suara riuh penonton semakin menggila namun Cella masih santai di belakang Zander.
'' Raf lo yakin Cella bakalan menang !'' cemas Vero.
'' Iya Raf , lo liat kan Zander udah jauh di depan !'' ujar Reygan.
Rafka tak bisa menjawab ,dia sendiri bimbang dia cemas jika Cella akan kalah dam kecelakaan.
Tanpa di sangka-sangka ,ketika Zander sudah berada di tikungan Cella menambah kecepatan hingga membuat Zander kini berada di belakangnya.
Persaingan semakin sengit , Zander berusaha menyusul Cella namun laju motor Cella melebihi kecepatan miliknya hal itu membuat Zander kesulitan.
' Demi duit , demi duit , demi duit !' batin Cella merapalkan mantranya.
Ketika dia melihat garis finish , saat itu juga Cella kembali menambah kecepatan motornya ,hingga suara sorakan menggema menyambut dirinya.
WOOOOOO !!!
'' Gila gue nggak nyangka Gracella yang menang cuy .'' heboh Reygan.
Mereka mendekati Cella . '' Selamat ngab ! lo orang pertama yang berhasil ngalahin Zander !'' ucap Reygan.
'' Makasih blog ! lo juga orang pertama yang manggil gue ngab.'' jawab Cella jengkel membuat Rafka tertawa.
Zander yang baru sampai , turun dari motor dan mendekati Gracella.
'' Selamat atas kemenangan lo ,ini kali pertama gue di kalahin!'' ucap Zander.
Cella membuka helmnya , membuat Zander terkejut melihat orang yang mengalahkan nya ternyata Gracella.
'' Makasih , btw hadiahnya mana !'' ujar Cella.
'' H-hadiahnya--''
Belum sempat Zander menjawab ,Daniel tiba-tiba menyeret tangan Gracella hingga dia terjatuh.
SREETT ! BRUK.
'' Auhh , lo apa-apaan sih .'' marah Cella melihat pergelangan tangan nya memerah.
'' Lo yang apa-apaan , semenjak lo bergaul sama mereka sifat lo semakin brutal Cella , lo nggak tau malu!'' ujar Daniel.
Cella bangun dari duduknya , dia menatap Daniel marah. '' Mau gue nggak tau malu atau pun brutal itu nggak ada hubungan nya sama lo . ''
'' Maksud lo apa Nggak ada hubungan nya sama gue , gue keluarga lo Cella !'' jawab Daniel.
'' Pffftt keluarga ,ck ck ternyata bukan gue yang nggak tau malu tapi lo , bukan nya lo sendiri yang bilang kalau lo nggak punya keluarga seperti gue , lo juga nggak punya adik kaya gue .''
'' Apa perlu gue CONTOHIN ucapan lo HAH !! jangan sok perduli sama gue karena sejak awal hubungan gue sama lo udah hilang , Nggak ada lagi kata keluarga Baskara di dalam kehidupan gue. '' ujar Cella sebelum pergi meninggalkan Daniel dan yang lain nya.
Skakmat Daniel tak bisa berkutik ,bahkan dia tak bisa mencegah kepergian Cella.
Rafka mendekati Daniel. '' Ucapan lo keterlaluan Niel , Gracella berubah bukan karena pergaulan nya yang sekarang tapi karena sikap dia yang tulus nggak pernah kalian hargai , harusnya lo sadar diri bukan malah nyalahin orang lain lo tau persis apa penyebabnya dia berubah. ''
'' Kalau lo emang perduli sama dia , lo nggak akan pernah bikin dia kecewa setiap hari.'' ucap Rafka sebelum pergi meninggalkan Daniel dkk.
Sebelum menyusul Rafka , Reygan berucap pada Daniel. '' MAMAM TUH PENYESALAN !.''
'' Bener tuh HARUSNYA LO NGACA KELAKUAN LO UDAH BENER BELUM !! JANGAN BISANYA NYALAHIN ORANG MULU NGGAK MALU APA SAMA UMUR YANG UDAH TUA HAHAHA!'' lanjut Vero dari kejauhan ,dia sudah berjalan lebih dulu menyusul Rafka.
Reygan dan Vero bertos ria ketika sudah cukup jauh dari Daniel , mereka merayakan ucapan barusan yang membuat Daniel menggeram marah.
__ADS_1
...see you next time........