
...✨✨✨...
Hari ini merupakan hari perdana bagi Liana , hari ini dia mulai memasuki kampus dimana Gracella dan yang lain menuntut ilmu.
Bruumm !! Brruumm !
Suara deru mobil memasuki indra pendengaran para mahasiswa disana mereka mengalihkan pandangan pada satu mobil mewah lamborghini Aventador dengan warna merah darah. di susul ketiga motor sport di belakang mobil tersebut.
Bisik-bisik para mahasiswa memenuhi telinga mereka yang baru sampai di parkiran.
'' Woilah gue berasa artis deh !'' ujar Juna narsis .
'' Mana ada artis model nya kaya lo !'' jawab Sean.
Plak !
Juna menabok lengan Sean . '' Ada lah gue kan mirip sama Younghoon !''
'' Boro-boro mirip , seperempatnya aja lo nggak ada !'' sahut Sean dengan nada mencemooh.
'' Nyebelin banget lo jadi temen, nggak bisa apa lo bohong dikit !'' ujar Juna sebal.
'' Nggak , nenek gue bilang bohong itu dosa apa lagi bohongnya soal wajah lo, yang ada dosa gue jadi tujuh kali lipat !'' ucap Sean .
'' Lo bener-bener minta di gampar ye !'' ujar Juna jengkel.
Sean tak menggubris , dia berjalan menuju tempat Zander berada bersama Liana .
'' Gimana kampusnya ?! Lia suka ?!'' tanya Daniel yang kini merangkul pundak Liana.
Liana mengangguk antusias . '' Suka banget kampusnya keren kak !''
Zander yang mendengar ucapan Liana yang manja merasa jijik , Zander merasa Liana bukan gadis baik-baik firasatnya mengatakan demikian.
Di saat inti Sandero tengah berkumpul di parkiran sambil menunggu kelas di mulai Daniel lebih dulu menjelaskan kampus mereka pada Liana.
Suara deru motor tiba-tiba membuat mereka mengalihkan pandangan pada sosok gadis yang memasuki halaman kampus.
Bruumm !! Bruuumm !!
Gadis tersebut tak lain adalah Gracella . dia hari ini sengaja membawa motornya karena malas macet-macetan .
Cella memarkirkan motornya tidak jauh dari tempat inti Sandero berada.
' Lah si demit masuk kampus gue ?!.' batin Cella ketika melihat Liana berdiri di antara Daniel dan Zander.
Cella perlahan membuka helm nya dengan gaya slowmo , begitu helm terbuka rambut panjang Cella terurai dengan indahnya .
Hal itu membuat kaum laki-laki berteriak heboh melihat kecantikan Gracella yang semakin hari semakin cantik.
Berbeda dengan Liana yang saat ini mengepalkan kedua tangan nya dan menatap benci pada Gracella .
Gracella tak menggubris teriakan alay para mahasiswa disana , dia turun dari motor sportnya dengan gaya cool.
Cella berjalan dengan langkah santai , dia tidak perduli dengan inti Sandero yang sejak tadi terus menatapnya.
'' Cuit cuit , makin hari makin cantik aja lo Cel .'' ucap Juna ketika dia melintas di hadapan nya.
Cella menghentikan langkahnya. '' Oh tentu ,soalnya gue nggak munafik kaya onoh .''
Cella melirik Liana yang kini berpura-pura ketakutan . '' K-kenapa kamu menatap aku kaya gitu Cel !.''
'' Mata gue emang kaya gini kali lo aja yang baperan !'' jawab Cella acuh.
Mendengar jawaban Cella ,Liana tiba-tiba menangis hal itu membuat Cella heran.
'' Jangan banyak drama deh , sayang air mata lo jadi kebuang sia-sia !'' sindie Cella.
__ADS_1
'' Hiks ...hiks..hiks.'' tangis Liana terdengar pilu.
Daniel menatap Cella tajam . '' Nggak bisa lo sehari nggak bikin masalah HAH !! liat gara-gara lo Liana jadi sedih .''
Cella menaikan satu alisnya . '' Kok gue ?! bukanya lo juga liat gue dari tadi diem aja disini ?!.''
'' Tapi lo yang bikin adik gue nangis Cella .'' Ucap Daniel marah.
Cella menatap Daniel sinis . '' Emang apa yang udah gue lakuin sama adik tercinta lo .''
'' Ucapan lo .'' jawab Daniel.
Cella tertawa .'' Haha ucapan ?! ucapan yang mana yang bikin dia nangis hm apa ucapan gue mukul dia ? atau ucapan gue nyakitin fisik dan mental dia ?! . ''
Daniel terdiam ,sedangkan Zander diam-diam menarik sudut bibirnya .
'' Denger yah tuan Daniel yang terhormat lo harus belajar bedain mana yang pura-pura dan mana yang bukan , salah-salah lo bisa di tusuk dari belakang !.'' ucap Cella memperingati.
Setelah mengatakan hal itu ,dia kembali melanjutkan langkahnya menuju kelas .
Zander yang melihat Cella pergi ,segera menyusulnya.
Juna yang melihat Zander berlari mengejar Cella juga melakukan hal yang sama ,namun sebelum pergi dia berkata pada Daniel.
'' Kali ini gue setuju sama Cella lo harus buka mata lo Niel , jangan cuma ngandelin telinga doang biar lo bisa bedain baik dan buruknya seseorang .''
Sedangkan Sean ? dia menatap Daniel dan Liana bergantian sebelum pergi meninggalkan mereka meski Sean membenci Cella tapi kali ini dia juga setuju dengan ucapan Cella .
' Sial !gue nggak terima di giniin gue harus cari cara agar mereka berpihak sama gue. ' batin Liana.
Daniel melihat ketiga temannya pergi dengan pandangan sulit di artikan.
Di sisi lain ,Zander berhasil mencekal tangan Cella di koridor Cella yang terkejut reflek membanting Zander.
BRUUK !!
Cella menatap Zander yang kini terlentang di lantai . '' Pffftt hahaha ngapain lo tiduran di situ ?!.''
Zander mengulurkan tangan nya pada Cella untuk meminta bantuan.
'' Lo mau salaman sama gue ?. '' bingung
Cella.
Zander menghela nafas lelah .''Bantuin !''
'' Ogah,.tangan gue najis kena lo !.'' jawabnya .
Dengan terpaksa Zander bangun dengan sendirinya. '' Lo benci sama gue ?!''
Cella mengangguk . '' Banget malah , gue pengen musnahin lo dari bumi ini ,tapi gue sadar gue belum bales dendam sama lo jadi gue tunda dulu!!''
Cella menatap Zander dingin ,kini mereka berdua saling berhadapan.
Cella lama-lama merasa risih karena sejak tadi Zander terus menatapnya tanpa berkedip.
'' Kedip woy jangan sampe tuh mata keluar dari tempatnya .'' ujar Cella membuat Zander malu.
Cella menaikan satu alisnya heran ,tidak biasanya Zander bersikap seperti itu . Cella tidak mau berlama-lama dengan Zander ,maka dia menanyakan apa keperluan Zander dengan nya.
'' Lo ada perlu apa sama gue ?! atau lo mau belain demit itu ?!''
Zander kembali menatap wajah Cella , tatapan lembut dapat Cella lihat dari matanya jika itu Cella yang dulu , dapat di pastikan dia akan pingsan melihat tatapan tersebut namun sayang Cella yang sekarang memiliki dinding yang sangat tinggi untuk di gapai bahkan oleh Zander sekali pun.
'' Gue ...g-gue ''
'' Ck buruan deh jangan buang-buang waktu !'' ucap Cella tak sabar.
__ADS_1
Zander menghela nafas sebentar sebelum berbicara. '' Kenapa lo berubah ?!.''
Akhirnya kata itu yang keluar dari mulut Zander , awalnya dia ingin minta maaf namun dia gengsi untuk mengatakan nya .
Cella menaikan satu alisnya menatap Zander sinis . '' Lo ngejar gue kesini cuma mau bilang itu ?! harusnya lo sadar apa yang membuat gue berubah !.''
Zander terdiam , dia tau dengan jelas hal apa yang membuat Cella berubah tapi hati kecilnya terus menolak kenyataan itu.
'' Lo heran karena gue nggak ngejar-ngejar lo lagi ,padahal dulu gue sampe goblok bucinin lo !.'' ucap Cella.
Zander tak mengelak , dia memang heran dan juga bingung , perubahan Gracella sangat mencolok baginya .
Melihat Zander tak menjawab semua pertanyaan darinya ,membuat Cella tersenyum smirk tanpa Zander sadari.
'' Zander Refalga , anak pengusaha kaya yang menempati posisi ke 5 seAsia . Anak broken home yang harus hidup tanpa kasih sayang kedua orang tuanya , bener kan ?!'' ucap Cella menatap Zander dingin.
Degh !
Bagaikan bom , Zander tak menyangka jika Gracella bisa mengetahui semua asal usulnya bahkan dia bisa tau perusahaan ayahnya ,padahal Zander sudah menutup rapat informasi tentang dirinya.
'' Lo tau dari mana semua informasi itu.'' ujar Zander tajam.
'' Lo nggak perlu tau , lagian gue nggak akan nyebarin hal itu kok dan mulai sekarang LO JANGAN PERNAH USIK HIDUP GUE LAGI !! kalo sampe lo masih ganggu gue detik itu juga gue akan hancurin hidup lo." ucap Cella sebelum berlalu meninggalkan Zander yang masih terpaku di tempatnya.
...------------------------...
Di sisi lain tepatnya di dalam rumah megah nan mewah yang jauh dari keramaian .
Terdapat satu orang laki-laki tampan yang tengah berkutat dengan berkas-berkas yang sangat menumpuk.
Tok ! Tok ! Tok !
'' Masuk .'' jawab pria tersebut.
Cklek !
Pintu terbuka menampilkan seorang bodyguard dengan membawa satu amplop coklat di tangan nya .
'' Maaf tuan ini berkas yang anda minta .'' ucap bodyguard tersebut.
'' Hm .'' jawabnya singkat.
Bodyguard tersebut ,meletakan amplopnya di atas meja .
'' Permisi tuan .'' ujarnya sebelum pergi.
'' Hm .'' jawab pria tersebut.
Setelah bodyguard itu pergi ,pria tersebut segera membuka amplop coklat itu.
'' Jadi dia masih mahasiswi .'' ujarnya.
Pria tersebut merupakan ceo muda pemilik perusahaan Al company . perusahan yang menduduki peringkat pertama sedunia .
Dia juga ketua dari Sword Rose ,musuh Great Glory , Namun dia tidak memiliki dendam pada Great Glory yang membuat mereka berseteru adalah anggotanya dan hal itu baru dia ketahui belum lama .
'' Gracella Vellisha Exelyn satu-satunya wanita yang menjadi anggota Great Glory !!'' ucapnya setelah membaca data-data yang dia terima.
'Dia sudah meninggal ?!' batin pria tersebut.
Dia membolak balik dokumen yang ada di tangan nya , semua dia baca dengan rinci dia sudah bersusah payah membobol data milik Gracella hanya untuk mengetahui asal usulnya ,dia berhutang budi pada Gracella karena telah menyelamatkan dirinya ketika ada penyerangan di gedung perusahaan milik teman nya.
Dari sana pria bernama Aldrick Dirgantara tersebut mulai mencari segala informasi tentang Gracella yang ternyata sangat sulit dia dapatkan .
'' Apa benar dia sudah meninggal ?!.'' ucapnya lirih.
Dia menutup dokumen tersebut dan keluar dari ruang kerjanya , dia harus mencari tau informasi yang akurat untuk memastikan kematian Gracella , Dia juga ingin berterima kasih padanya karena sudah menolong dirinya pada saat itu
__ADS_1
...see you next time........