
...✨✨✨✨...
Markas Great Glory terlihat sangat sepi ,disana hanya ada Zelon seorang .
'' Mereka berdua akhir-akhir ini sering pergi, apa mereka merencanakan sesuatu !'' ucap Zelon.
Semenjak dia mengetahui jika Gracella meninggal karena di bunuh oleh sahabatnya sendiri , dari situ Zelon menjadi lebih waspada .
Dia belum tau pasti apa cuma satu yang berkhianat atau keduanya , Zelon harus mencari tau.
'' Tapi siapa gadis itu ? bukan nya dulu Grace nggak punya teman ?!'' ujar Zelon.
Lama memikirkan kenyataan yang dia ketahui membuatnya lelah ,Zelon membuka laptopnya untuk menghilangkan gabut nya namun ada yang aneh , ada jejak lain yang memasuki laman miliknya.
Zelon terkejut melihat jejak user ID yang sangat dia kenal . '' Grace'' kalimat yang terlontar dari bibir Zelon .
'' Nggak mungkin ! gue pasti salah . '' Zelon menyangkal pemikiran nya , namun jika di pikirkan sekali lagi ,hanya Gracella yang tau password akun nya .
'' Apa mungkin dia benar-benar masih hidup ?.'' ujarnya lirih .
Zelon mengotak-atik laptop miliknya hingga dia melihat ada pesan tertinggal di sana .
' hubungi nomor ini 081xxxxxxx'
Hanya itu pesan yang di tinggalkan , Zelon mencatat nomor tersebut di hp nya , dia menghapus pesan tersebut dan menutup laptopnya.
Di saat dia akan menghubungi nomor tersebut tiba-tiba Jefran pulang dengan keadaan babak belur.
Tap . Tap. Tap.
'' Zelon tolongin gue woy. '' panggil Jefran.
Zelon berlari menghampiri Jefran ,dan membantunya duduk '' Apa yang terjadi sama lo?.''
'' Gue di serang Zel , lo tau Sword Rose kan ,mereka nyerang gue pas gue baru balik dari panti asuhan !'' ujarnya.
Zelon mengernyit '' Bukanya baru kemarin Aldrick bilang kalau mereka nggak akan ganggu kita lagi ? apa lo yakin itu Sword Rose ?!''
Jefran mengangguk. '' Gue yakin ,soalnya gue liat lambang Sword Rose di lengan mereka gue juga heran kita salah apa sama mereka!''
Zelon menjadi bingung . '' Apa kita di adu domba lagi ?! gue harus selidiki nanti ''
'' Bener Zel ,gue juga ngerasa ada yang janggal informasi kita sering bocor dimana-mana ,padahal nggak ada yang tau rencana kita kecuali anggota kita sendiri.'' ujar Jefran.
Zelon mengangguk dia kembali bertanya. '' Lo ngapain ke panti bukan nya donasi udah di kirim minggu lalu?''
'' Tadi bu panti telfon gue , dia bilang ada anak yang sakit taunya semua itu rencana Sword Rose buat menjebak gue hah ! Gue bodoh ternyata'' Jefran menghela nafas berat.
'' Kenapa lo nggak bilang sama gue kalo lo kesana ?!'' Zelon merasa aneh .
Jefran mengusak rambutnya kesal. '' Ini gara-gara Aslan , dia yang ngelarang gue ngomong sama lo !''
Zelon mengernyit .'' Kenapa ? terus dia dimana sekarang ?! kenapa nggak sama lo ?.''
Jefran termenung ,dia mengingat kejadian tadi , dimana dia di tinggalkan sendirian oleh Aslan.
'' Gak tau ! dia ninggalin gue gitu aja !'' kesalnya .
__ADS_1
Zelon terkejut .'' Apa lo liat gerak-geriknya yang aneh ?!''
Jefran menggeleng. '' Gue nggak tau ,gue terlalu fokus sama pertarungan cuma gue merasa Aslan semakin hari makin aneh ,mulai dari sikap bahkan perilaku dia berubah !''
Zelon mengangguk mengerti , dia pun merasakan hal yang sama.
...----------------------...
Di sisi lain di dalam rumah sakit sedang terjadi ketegangan ,saat ini Cella sedang menjalani operasi Gavin dan Aldrick menunggu dengan cemas , untung mereka bisa keluar dengan selamat saat ledakan terakhir terjadi .
'' Apa dia baik-baik aja Al .. gue takut !'' Gavin terlihat sangat frustasi.
'' Kita do'akan saja yang terbaik .'' ucap Aldrick.
Tak berselang lama Rafka ,Vero ,Reygan serta Sky baru saja tiba disana.
'' Om mamih dimana om.'' tanya Sky cemas.
'' Kamu putranya Gracella ?.'' ujar Aldrick.
Sky mengangguk .'' Mamih dimana om !''
'' Kamu tenang dulu yah ,mamih kamu ada di dalam !'' ujar Gavin menunjuk ruang operasi.
Sky terduduk lesu , air matanya mengalir jadi perasaan cemas yang dia rasakan tadi berbuah seperti ini .
Di saat mereka kalut dengan perasaan masing-masing ,dokter yang menangani Cella keluar .
Cklek.!
'' Gimana keadaan dia dok ?.'' ujar Gavin yang di angguki semua orang .
'' Haaaah pelurunya sudah berhasil kami keluarkan tapi nona..''
'' Kenapa dok ?! dia baik-baik aja kan.'' ujar Rafka cemas.
'' Nona koma dan saya belum tau nona akan sadar kapan !'' ujar sang dokter.
'' Saya akan memindahkan nona ke ruang rawat .'' ujar sang dokter.
DEGH!
Lemas mereka terpukul mendengar jawaban sang dokter ,terlebih lagi Sky yang kini menangis tersedu-sedu di samping Rafka.
'' M-mamih hiks...hiks.. mamih. '' tangisan Sky mengundang perhatian penghuni rumah sakit.
Gavin mendekati Sky ,dia menjajarkan tubuhnya . '' Mamih kamu pasti baik-baik aja , dia wanita yang kuat .''
'' Kamu do'akan yang terbaik buat mamih yah .'' ujar Gavin tersenyum lembut.
Sky mengangguk , mereka mulai berjalan mengikuti brankar Cella yang baru saja keluar di tengah jalan Aldrick tiba-tiba menanyakan keberadaan ayah Sky.
'' Apa Cella memiliki suami ?'' bisik Aldrick pada Gavin.
'' Dia single mom .'' jawab Gavin singkat.
Aldrick mengernyit. '' Kenapa ?''
__ADS_1
'' Dia hamil di luar nikah , lebih tepatnya Cella pernah di perko*a orang nggak bertanggung jawab .'' jawab Rafka yang ikut mendengar pembicaraan mereka berdua.
'' Iya padahal dulu hidup Cella udah berat ,tapi semenjak dia di nyatakan hamil semua orang semakin membenci dan merundung nya bahkan kakaknya aja nggak perduli !'' sambung Vero.
DEGH .
Rasa bersalah menghantam perasaan Gavin ,dia tidak tau banyak tentang Cella kehidupan seperti apa yang dia terima dan luka seperti apa yang dia lalui selama ini , semua itu Gavin benar-benar lupa , dia sibuk meminta maaf tanpa tau seberapa dalam luka yang telah dia timbulkan.
Gavin hanya tau sedikit bahwa Cella di usir dan tidak di akui anak ,namun kejadian hari ini membuatnya benar-benar tak menyangka jika selama ini dia di kambing hitamkan oleh adik angkatnya sendiri.
Saat mereka sedang menunggu di depan ruang rawat Cella ,karena dokter masih memeriksanya tiba-tiba datang orang yang tidak ingin mereka lihat.
'' Mau apa anda datang kesini hm .'' ujar Gavin dingin.
'' Gimana keadaan putriku ? apa dia baik-baik aja .'' tanya Baskara.
Mereka adalah keluarga kandung Gracella , orang yang selama ini membuat hidupnya sengsara .
'' Putri ? siapa yang anda maksud ? bukan nya putri anda hanya satu yaitu Liana Malvia ?'' ujar Rafka.
GLEK.!
Baskara tak bisa mengelak ,dia memang hanya mengakui Liana sebagai putrinya tapi itu dulu sebelum kebenaran terungkap.
'' Dia bukan putriku lagi , putriku ada di dalam kan bagaimana keadaan nya !'' ujar Baskara.
Mendengar hal itu ,membuat mereka semua menatap sinis Baskara.
'' Setelah semua perlakuan anda pada Cella selama ini kenapa baru sekarang anda memanggil dia anak ? selama ini apa yang anda lakukan ?!'' ujar Aldrick yang sejak tadi hanya diam .
'' Tuan Baskara ,maaf jika saya terkesan ikut campur tapi sikap anda tidak pantas di sebut orang tua di dunia ini tidak ada orang tua yang tega menyiksa anak nya sendiri dengan dalih mendisiplinkan atau memberi tata krama.! ''
'' Sebagai orang tua harusnya anda malu , apa anda lupa berkaca ? anda membuang anak kandung anda demi anak jalanan yang anda pungut , di saat anak anda membutuhkan sosok ayah dimana anda berada ?! apa anda merangkul dia ? apa anda memeluk dia saat terpuruk ? tidak kan . ''
'' Dan sekarang anda datang lagi setelah tau apa yang terjadi ?! apa urat malu anda sudah hilang ?! '' ujar Aldrick panjang lebar.
Baskara terdiam ,ucapan Aldrick membuatnya bungkam beda dengan Daniel yang menatap marah pada Aldrick.
'' Lo semua nggak usah ikut campur urusan kelurga gue , lo semua nggak tau apa-apa !'' ucapnya.
'' Sejak awal Cella memang salah berteman sama kalian ! kalian membawa pengaruh buruk buat Cella !'' tegas Daniel.
Rafka maju menatap Daniel tajam. ''Kalo kita bawa pengaruh buruk ? terus lo apa hah ?! kekerasan yang lo lakuin selama ini apa ?! bukan nya lo yang bawa pengaruh buruk !''
''Kita memang nggak tau titik masalah awal keluarga kalian dan kita pun tidak perduli dengan itu ,tapi satu hal yang perlu lo tau Niel .''
'' Seburuk apa pun lo menjelekkan Cella ,kami akan tetap menjadi pendukung dia dimana pun itu ,dan dalam kondisi apa pun .'' ujar Rafka membuat Daniel geram.
Sky bangun dari duduknya. '' Pergi kalian jangan ganggu mamih aku lagi, kalian jahat mamih sakit gara-gara kalian , PERGI !''.
Semua orang terkejut mendengar ucapan Sky ,bocah yang baru berumur enam tahun lebih itu mampu mengeluarkan kata-kata seperti itu.
'' Kalian akan menerima balasan yang setimpal .'' Lirih Sky , tidak ada yang mendengar ucapan terakhirnya .
Baskara dan Daniel terpaksa pergi karena malu ,mereka tidak bisa mengusik Cella karena dia di kelilingi orang-orang penting yang bisa menghancurkan keluarga mereka tanpa perlu menyentuhnya.
...see you next time.........
__ADS_1