GRACELLA REVENGE (proses revisi)

GRACELLA REVENGE (proses revisi)
Bagian 50


__ADS_3

...✨✨✨✨...


Di dalam ruang kerja Al Company sedang terjadi adu argumen , dimana Aldrick sebagai ceo memutuskan mengadakan rapat dadakan hari ini juga .


'' Kumpulkan semua pemegang saham yang memiliki keterikatan dengan Al Company , Adakan rapat hari ini juga. '' perintah Aldrick tak terbantahkan.


'' Tapi pak ,mereka pasti akan menolak rapat dadakan yang anda minta . '' ujar sang asisten.


'' Jika mereka menolak ,putuskan kontrak kerja sama kita dengan mereka.'' ucap Aldrick.


Asisten Aldrick menghela nafas berat , dia sudah bekerja dengan ceo Al company bertahun-tahun dan dia sudah hafal dengan sikap atasan nya ,jika dia mengadakan rapat dadakan itu merupakan pertanda buruk.


'' Baik pak .'' jawabnya sebelum pergi.


Setelah kepergian asisten nya ,Aldrick menelfon Gavin untuk menanyakan kondisi Cella.


'' Vin gimana kondisi Cella ? apa dia sudah siuman ?.'' ujar Aldrick begitu telfon terangkat.


'' Belum ,tadi juga keadaan nya kembali menurun ."


" Sekarang gimana ? dia udah stabil ?!" ucap Aldrick cemas.


"Dia udah melewati masa kritisnya ,sekarang tinggal nunggu dia bangun ."


Aldrick menghela nafas lega. " Lo dimana ? bisa datang rapat kali ini nggak ?! ada yang mau gue bahas."


"Bisa kebetulan gue juga mau ketemu sama lo ,gue ke sana sekarang. "


" Oke." jawab Aldrick.


Telfon tertutup , Aldrick memijit pelipisnya lelah dia kembali sibuk dengan berkas yang ada di meja kerjanya.


...--------------------...


Di perjalanan menuju kantor Aldrick Gavin menyempatkan diri mampir ke rumahnya terlebih dulu.


Bruumm. Bruumm. Brumm.


Gavin memarkirkan mobilnya di halaman rumah ,dia masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dulu.


Tap. Tap .Tap.


Langkah Gavin terhenti kala Arjuna memanggilnya .


'' Bang lo dari mana ? belakangan ini lo jarang pulang .'' ujar Juna.


Di sana tidak hanya ada Juna melainkan ada Zander dan juga Sean.


'' Rumah sakit. '' jawabnya singkat.


'' Lo sakit bang ?.'' ujar Juna khawatir.


Gavin menggeleng. '' Bukan aku tapi gadisku .''


Juna mengernyit bingung. '' Siapa gadis lo bang ? kok gue nggak tau ?.''


'' Nanti juga kamu tau , abang lagi buru-buru Jun .'' ucapnya dan meninggalkan Juna dengan kebingungan.


Zander menatap Juna bingung. '' Bang Gavin punya pacar Jun?.''

__ADS_1


Juna mengangguk. '' Dia punya gebetan yang udah dia suka selama enam tahun .''


'' Wah gila yah ,kok bisa abang lo gak move on ?.'' ujar Sean.


Juna mengangkat bahunya acuh. '' Tau lah mungkin dia udah bucinable kali .''


Sean mengangguk , sedangkan di kamarnya Gavin sedang menelfon seseorang .


'' Bereskan anak Wijaya malam ini juga buat dia berada di posisi terbawah. '' perintah Gavin.


'' Baik bos. ''


Gavin mematikan telfon nya ,dia mengambil berkas yang akan dia bawa menuju perusahaan Aldrick.


Dia turun dengan terburu-buru , Juna yang akan memanggil Gavin pun tak jadi saat melihat wajah marah Gavin , Juna bingung sebenarnya apa yang terjadi dia tidak tau jika Cella masuk rumah sakit , dia hanya tau jika Liana ternyata pembohong dan juga jala**g.


...--------------------...


Di sisi lain Sky sedang meminjam laptop milik Rafka yang dia bawa sejak kemarin.


'' Kamu tau cara pake laptop Sky ?.'' heran Rafka.


Sky mengangguk. '' Aku udah biasa pake laptop om .''


Rafka mengangguk dia melihat Sky mengotak atik laptopnya dan ternyata dia meretas rumah sakit milik keluarga Baskara.


'' Wah ternyata kamu punya bakat hacker yah .'' ucap Rafka tercengang.


Sky tersenyum menampilkan gigi kecilnya , Rafka mengusak rambut Sky pelan. '' Mamih kamu pasti bangga punya anak yang jenius seperti kamu .''


Sky mengangguk pelan ,dia kembali sibuk mengotak atik laptop Rafka.


Dia menatap hangat sosok Cella yang belum juga tersadar dari tidur panjangnya. '' Gue harap lo cepet bangun Cel.''


Rafka terkejut saat menoleh ke arah Sky .'' Kamu ngapain meretas rumah sakit milik kakek kamu ?.''


'' Dia bukan kakek aku om ,aku nggak punya kakek dan ini bukan rumah sakit milik dia tapi milik mamih .'' ujarnya dingin.


' Ternyata sifat Cella nurun ke anaknya. ' batin Rafka.


Rafka baru ingat tadi sky bilang jika itu rumah sakit milik maminya ?!.


'' Maksud kamu RS itu bukan milik keluarga Daniel ?!'' tanya Rafka penasaran.


Sky mengangguk. '' Iya om. ''


Sky mengambil data-data penting milik rumah sakit tersebut ,seluruh data yang menjadi kunci rumah sakit itu sudah berhasil dia ambil.


'' Kamu mau apakan rumah sakit itu ?!'' tanya Rafka.


'' Eemm nanti om juga tau tapi kalo mamih udah bangun!'' ujarnya.


Mereke berdua sibuk berkutat dengan layar di depan nya sampai tidak menyadari jika Cella sudah sadar .


'' Sayang.'' panggil Cella lirih.


Serentak Rafka dan Sky menoleh mereka melihat Cella sudah sadar dan sedang tersenyum menatap kedua orang di hadapan nya .


'' Mamih... mamih udah sadar .'' ujar Sky dengan wajah bahagia.

__ADS_1


Cella tersenyum menyambut Sky masuk dalam pelukan nya . '' Kamu baik-baik aja kan .''


'' Aku sehat mih , aku di jagain sama teman-teman mamih.'' ujarnya.


'' Gimana kondisi lo? ada yang sakit nggak ? mau gue panggilin dokter ?.'' ucap Rafka.


Cella menggeleng .'' Gue udah mendingan btw gimana keluarga Daniel ?.''


'' Mereka dari kemaren nyariin lo terus , apa lagi Daniel dia keras kepala banget udah gitu nggak tau diri lagi ,giliran lo udah bongkar semua kebusukan adiknya sekarang dia mau baikan sama lo apa lo maafin dia Cel ?.'' Rafka hanya cemas jika Cella masih seperti dulu.


'' Gak ,gue nggak akan maafin mereka gue muak hidup di kelilingi mereka!'' ujarnya dingin.


Rafka mengangguk , mereka sama-sama terdiam untuk beberapa saat sebelum Cella kembali istirahat.


Waktu berlalu begitu cepat ,kini Cella sudah di perbolehkan pulang dan dia sudah berada di dalam mobil milik Aldrick.


Ya Aldrick yang menjemput Cella , tadi di rumah sakit Gavin dan juga Kenzo berebut ingin mengantar Cella namun keduluan oleh Aldrick.


'' Gimana kondisi kamu hm !'' ujar Aldrick dengan suara beratnya.


'' Gue udah baikan om , btw om gue boleh minta tolong nggak ?.'' Cella menatap Aldrick.


Aldrick mengernyit .'' Minta tolong apa ?.''


'' Cariin gue pengacara dong om yang paling handal sekalian bayarin ya om , nanti gue ganti kalo udah punya duit.'' ujarnya tanpa rasa malu.


'' Untuk apa kamu nyari pengacara ?.''


'' Ada lah om ,bisa kan!'' Cella menatap Aldrick dengan puppy eyes nya.


'' Baiklah nanti saya carikan.!'' ujar Aldrick singkat ,setelahnya perjalanan menuju rumah Cella kembali hening.


Di sisi lain Sean tengah berhadapan dengan orang-orang yang entah dia pun tak kenal , tiba-tiba mereka menghadang Sean saat akan kembali ke rumahnya.


'' Turun lo .'' perintah orang berbadan besar tersebut.


Sean mematikan mesin motornya namun dia tidak turun. '' Ada perlu apa kalian sama gue ?.''


'' Bacot, gue bilang turun brengsek.'' ujar pria itu lagi.


Sean mengernyit ,dia tidak pernah merasa memiliki masalah dengan mereka.


Akhirnya Sean turun dari motornya ,dia mendekati mereka tanpa di duga satu bogeman mentah mendarat di pipi kiri Sean.


BUUUGGHH.


Sean terjatuh setelah mendapat serangan dadakan.


'' Malam ini lo harus habis di tangan kita.'' ujar pria tersebut .


BUGH . BUAAAKK.


DUGHH. DUAAKK.


Mereka yang berjumlah tiga orang mengeroyok Sean hingga dia tidak bisa bergerak.


Setelah puas menghajar Sean ,mereka langsung pergi dan membiarkan Sean tergelatak di jalan.


Orang tersebut adalah anak buah Gavin ,mereka mengirim pesan pada Gavin bahwa tugasnya sudah beres.

__ADS_1


...see you next time.......


__ADS_2