GRACELLA REVENGE (proses revisi)

GRACELLA REVENGE (proses revisi)
Bagian 62


__ADS_3

...☠️☠️☠️...


Sean wijaya , pemuda yang awalnya sangat beruntung kini berubah menjadi sangat tidak beruntung, dimana keluarganya hancur, perusahaan ayahnya bangkrut, dia menjadi sengsara semenjak dia berhubungan dengan gracella.


Mulai dari sana hidupnya menjadi berantakan, seperti saat ini kediaman sean tengah ada tamu yang tidak di undang , mereka adalah para penagih hutang .


'' Pak wijaya sudah menunggak pembayaran selama lima bulan , dengan bunga 10% '' ujar rentenir tersebut.


Sean terkejut dia benar-benar tidak tau menahu tentang hutang ayahnya.


'' Memang berapa yang harus ayah saya bayar pak ?'' ujar Sean.


'' Sekitar 200 juta. '' jawabnya.


Sean membulatkan kedua bola matanya , dia tidak tau harus membayar nya dengan apa.


'' 200 juta ?! bapak serius ?!'' ujar nya tidak percaya.


'' Apa kamu kira saya bohong ?!'' tanya orang tersebut.


Sean mengusap wajahnya dengan kasar, dia stres mendapat kenyataan jika sangat ayah memiliki hutang yang begitu besar.


'' Saya bisa minta waktu beberapa hari lagi kan pak , ayah saya belum pulang jadi saya belum bisa membayarnya. '' ujar sean.


'' Baik lah saya kasih waktu sampai minggu depan, jika kalian belum bisa membayarnya maka saya akan menyita rumah kalian .'' ucap orang tersebut sebelum pergi.


Sean mengangguk, dia hanya bisa menunggu kedatangan ayahnya.


Waktu terus bergulir, tanpa terasa sudah dia hari ayahnya belum juga kembali, Sean cemas, dia berusaha menghubungi sang ayah namun tidak ada jawaban dari ayahnya.


'' Ayah kemana sih ?! '' ujarnya sembari menelfon HP ayahnya kembali.


Tak berselang lama, pintu rumahnya terbuka menampakan sosok ayahnya yang sedang mabuk, Sean bergegas menghampiri sang ayah.


'' Ayah mabuk?!'' ucap Sean.


'' Diam !! ini semua salah kamu !'' racaunya.


Sean menghela nafas lelah, setiap hari dia selalu di salahkan oleh ayahnya. hidupnya benar-benar berantakan sekarang, bahkan untuk berkumpul dengan para sahabatnya saja dia tidak bisa.


Sean mengantar ayahnya menuju kamar, dia membaringkan sang ayah di ranjang.


'' Tadi ada penagih hutang datang kesini yah, mereka minta ayah bayar hutangnya .'' ujar Sean.


'' Kamu bayar sendiri, ayah tidak punya uang. '' jawabnya.


Sean hanya bisa menghela nafas berat, semenjak perusahaan nya bangkrut ayahnya menjadi pemabuk, bahkan Sean harus bekerja sambilan untuk mencukupi kebutuhan nya.


Sean berdiri, dia keluar dari kamar sang ayah, Sean mengambil hp untuk menghubungi sahabat nya.


'' Halo bro.'' sapa sean begitu telfon terangkat.


'' Hm, ada apa ?'' ujar orang di balik telfon.


'' Haaahh apa lo bisa bantu gue zan?'' ujar Sean.


Ya dia menelfon zander, karena hanya dia yang bisa dia mintai tolong.


'' Bantu apa ?'' ujar nya.


'' Gue pinjem uang lo 200 juta bisa nggak ? gue butuh banget, nanti gue ganti kalau gue udah dapat uang.'' ujar Sean.


'' Oke nanti gue transfer. '' jawabnya.

__ADS_1


Sean tersenyum senang. '' Makasih zan .''


'' Sama-sama. '' jawab zander.


Telfon di matikan, Sean menghela nafas lega. tidak ada yang tau jika sean melakukan pekerjaan paruh waktu, para sahabatnya hanya tau jika sean sibuk mengurus ayahnya.


Tanpa terasa satu minggu telah berlalu, kini tiba saatnya sean membayar hutang ayahnya dengan uang pinjaman dari zander.


Sean berjalan menuju lemari pakaian nya, kemarin dia sudah mencairkan uang yang di transfer zander.


Sean mencari uang yang dia simpan namun tidak dia temukan, dia tiba-tiba melihat amplop yang membungkus uang tersebut sudah tergeletak di lantai dengan kondisi kosong.


Sean terkejut, dia mengambil amplop tersebut dan membukanya, tiba-tiba rasa marah dan kecewa menghampiri dirinya.


BRAAK. !!


Sean menendang kursi yang ada di depan nya. '' AAARRGGGHH .''


Sean mengamuk, dia berjalan menuju kamar sang ayah, dia membuka pintunya dengan kasar.


BRAK!!


'' AYAH !'' panggil Sean dengan wajah marahnya.


Sang ayah tak menggubris, dia sibuk dengan minuman kerasnya yang ada di atas meja.


Sean mendekati ayahnya, dia menarik kerah baju ayah nya. '' AYAH YANG NGAMBIL UANG AKU KAN !!! JAWAB YAH APA AYAH YANG NGAMBIL UANG AKU. !''


'' Haha iya !! karena kamu pelit sama ayah ! kamu punya banyak uang tapi tidak pernah berbagi sama ayah!'' jawabnya dengan santai, dia melepaskan cekalan tangan Sean di bajunya.


Sean mengusak rambutnya kasar. '' Ayah tau itu uang buat bayar hutang kita ! tapi kenapa ayah ambil hah !


, sekarang kita harus gimana? kita udah nggak punya apa-apa sekarang.''


BRAAAKK !!


PRANGG. !


Sean menggebrak meja yang berisi minuman keras hingga gelas yang ada di sana terjatuh.


'' AYAH KIRA ITU UANG AKU HAH ?!! AKU MINJEM UANG DEMI LUNASIN HUTANG AYAH !! TAPI KENAPA AYAH AMBIL UANG ITU !!! KENAPA !!'' bentak Sean.


Wijaya bangkit dan menampar anaknya.


PLAAAKK !!


'' BERANI-BERANINYA KAMU BENTAK AYAH !! KAMU MAU JADI ANAK DURHAKA'' ujar ayahnya marah .


'' Iya !! jika dengan jadi anak durhaka bisa buat ayah berubah, aku sama sekali nggak keberatan !! '' tantang Sean.


'' Sialan!! mati saja kamu brengsek !! semua salah kamu !! semua karena kamu !'' ujar ayahnya.


'' Terus aja salahin aku !! mau sampai kapan pun ayah nggak bakal liat perjuangan aku !! yang ada di kepala ayah hanya salah dan salah !! bahkan aku bernafas aja salah di mata ayah !!''


'' Aku cape yah !!! hidup aku hancur, semua berubah, bahkan sosok ayah yang harusnya jadi tempat aku pulang dan berlindung setelah bunda , malah mengingin kan kematianku !! ''


'' Kalau tau aku bakalan di perlakukan seperti ini, lebih baik AKU IKUT BUNDA!! MULAI SEKARANG AKU NGGAK AKAN IKUT CAMPUR URUSAN AYAH LAGI !'' bentak Sean.


Setelah itu, dia keluar dengan membanting pintu, Sean mengambil jaket dan kunci motornya, dia tidak tau harus kemana dan apa yang akan dia lakukan, dia hanya ingin memenangkan pikiran sejenak.


...------------------------...


Di sisi lain kenzo sedang murka, dia marah karena hutang baskara yang bernilai ratusan juta belum juga dia kembalikan pada perusahaan nya. kenzo tidak bisa lagi mentolerir sikap baskara kali ini.

__ADS_1


BRAAAKKK. !


Kenzo menggebrak meja kerjanya, dia benar-benar kesal. '' Brengsek.! berani nya dia main-main sama gue !''


Kenzo memanggil sang asisten untuk datang keruangan nya. tak berselang lama pintu ruang kerjanya di ketuk.


Tok. ! Tok. !Tok.!


''Masuk. !'' perintah kenzo.


Cklek. !


Pintu terbuka menampakan seorang pria yang terlihat lebih dewasa dari kenzo.


'' Ada apa tuan ?!'' ujar pria tersebut.


Kenzo menatap asisten nya dengan nyalang. '' Bagaimana kamu akan menjelaskan hal ini hah. !''


Kenzo melempar kertas dengan kasar ke meja, sang asisten mengambil kertas tersebut.


'' Apa kamu tidak pernah mengontrol semua itu hah ?! apa yang kamu kerjakan selama ini ?!'' ujar kenzo marah.


'' Maaf Pak, saya lupa mengecek berkas yang bersangkutan dengan pak baskara !'' sesalnya.


Kenzo mengusap wajahnya dengan kasar. '' Haaah sudah lah. sekarang kamu urus masalah ini dulu. kamu minta dia untuk melunasi nya sekarang juga!''


'' Kalau dia menolak, sita semua aset miliknya termasuk rumahnya . !'' perintah kenzo mutlak.


Sang asisten mengangguk, dia harus menjalankan perintah atasan nya secepat mungkin agar gajinya tetap aman.


'' Saya permisi dulu pak!'' pamitnya.


Kenzo mengangguk, setelah asistennya keluar, kenzo menghempaskan tubuhnya di kursi kebesaran nya. dia menatap lamgit-langit kantornya, rasa lelah menghampiri dirinya.


''Haaah !'' kenzo mengehela nafas lelah, dia mengambil pigura foto dirinya bersama gracella. foto yang dia ambil dengan cara memaksa gracella.


Kenzo mengelus foto tersebut. '' Kapan gue bisa milikin lo cel ?! gue nggak kuat kalau harus nahan perasaan gue terus!''


Cukup lama kenzo menatap foto tersebut sebelum dia mengembalikan nya ke meja.


Kenzo sadar sangat kecil kemungkinan dia bisa bersama gracella, namun dia tidak bisa mencegah perasaan nya yang semakin hari semakin besar.


...----------------------...


Berbeda dengan kenzo dan sean, di dalam ruangan yang terdapat banyak minuman keras, terdapat orang yang sedang menyusun rencana.


'' Kita harus jalanin rencana ini besok ! kita tidak bisa menunggu lagi !''ujar orang tersebut.


'' Bagaimana kalau ada yang curiga ?! '' tanya teman nya.


'' Maka dari itu kita harus gerak cepat, pergerakan kita selalu di pantau, sangat kecil kemungkinan kita bisa berhasil jika terus menunda rencananya !''ujar orang tersebut.


'' Baik lah, apa yang bakal lo lakuin ?!apa kita bakal berjalan sesuai rencana awal ?!'' ujar teman nya.


Orang tersebut tersenyum smirk. dia menatap wajah teman nya . '' Tidak ! kita akan merubah rencana awalnya agar mereka tidak curiga. !''


'' Oke ! gue nurut apa kata lo aja, yang penting nyawa gue tetap aman !'' jawabnya.


'' Lo tenang aja, kita pasti berhasil untuk menjalankan rencana kali ini!''ujar orang tersebut.


Senyum mengerikan terpatri di wajah keduanya, mereka sangat menantikan kejadian yang akan mengguncang kediaman gracella dan orang-orang terdekatnya.


Apa kah rencana mereka akan berjalan mulus ?! atau sebaliknya ?

__ADS_1


...see you next time........


__ADS_2