
...☠️☠️☠️...
Kini Gavin dan Aldrick sudah berada di dalam ruang meeting , suasana sangat tegang dimana keputusan Aldrick membuat semua orang tercengang.
'' Saya tidak akan basa basi, saya mengadakan rapat kali ini untuk menyatakan bahwa perusahan Al company akan membatalkan kontrak kerja dengan pak Baskara.'' ujar Aldrick dengan nada tegasnya.
Semua orang terkejut , sebab selama ini hubungan mereka baik-baik saja bahkan Al company menjadi sponsor terbesar untuk perusahaan Baskara.
'' Apa alasan anda memutuskan kontrak kerja dengan pak Baskara ? bukan kah selama ini anda menjadi sponsor nomor satu untuk mereka .''
'' Tidak ada alasan khusus , saya hanya melihat kinerjanya semakin buruk saya tidak mau rugi kedepan nya.'' jawabnya dengan wajah datar .
'' Tapi jika mereka menuntut bagaimana pak ? apa kita akan membayar pinalti pada mereka ?.'' ujar salah satu dari mereka .
'' Mereka tidak akan berani menuntut , bahkan mereka yang akan membayar pinalti jika memberontak, dalam perjanjian yang kita buat dengan mereka di sana sudah tertera jika perusahaan mereka menuntut maka mereka di wajibkan membayar pinalti dua kali lipat .'' ujar Aldrick.
Mereka semua mengangguk , tidak ada yang bisa melawan ceo Al company . '' Lalu apa pak Aldrick sudah memberi tau pak Baskara tentang masalah kali ini ? kenapa anda tidak mengundangnya ikut rapat ?.''
'' Saya sudah mengabarinya lewat surat , alasan saya tidak mengundangnya karena saya tidak mau ada keributan disini .'' ujar Aldrick menutupi alasan utama nya .
'' Apa anda sudah yakin akan membatalkan kontrak kerja kita ?.'' tanya salah satu dari mereka.
Aldrick mengangguk mantap. '' Yah saya yakin , jika di antara kalian ada yang tidak setuju silahkan keluar dari ruangan ini.''
Namun tidak ada yang keluar dari ruangan tersebut , Aldrick tersenyum senang . '' Baiklah rapat selesai , kalian boleh keluar dari ruangan ini .''
'' Baik kami permisi dulu.'' pamit mereka sebelum keluar.
Aldrick mengangguk , dia pun ikut keluar dengan Gavin di sampingnya.
'' Lo nggak takut rugi Al ?.'' tanya Gavin heran.
Aldrick mengernyit bingung. '' Rugi ? lo nggak kenal gue Vin ? saham perusahaan Baskara udah dia jual 50% sama gue jadi dimana gue harus merasa rugi .''
'' Lo nggak pernah berubah ternyata , lo masih aja licik .'' ujar Gavin.
Pluk.!
Aldrick menepuk pundak Gavin. '' Bukan licik tapi pintar ,orang seperti Baskara nggak bakal ngalah kalau kita nggak menekan dia dengan benar , dia terlalu menganggap dirinya hebat tanpa mau menoleh dan menyadari sikapnya yang suka semena-mena!''
'' Lo bener dia juga ngajuin kerja sama ke gue.'' ujar Gavin.
'' Lo terima ?!''
'' Nggak !'' Gavin menunjukan berkas yang dia bawa.
'' Di sini tertulis kalau kemungkinan besar untungnya ada pada dia , apa dia pikir bisa ngibulin gue !'' Gavin menutup kembali berkasnya.
__ADS_1
Aldrick mengangguk. '' Terus lo kesini mau ngomong apa ?.''
'' Gak ada sih ,gue cuma mastiin aja apa lo beneran mutusin kontrak tersebut atau nggak. '' ujar Gavin , mereka berdua berjalan menuju ruangan Aldrick.
...-------------------...
Di sisi lain Gracella sudah memutuskan untuk kembali aktif menggeluti profesinya yang dulu , dia harus kembali bekerja agar bisa memenuhi biaya kuliahnya dan juga kebutuhan untuk Sky , belum lagi dia harus membayar pengacara yang akan dia gunakan untuk merebut kembali aset miliknya yang kini di kelola oleh Baskara.
Seperti saat ini ,dia sedang melihat-lihat daftar nama-nama orang yang meminta jasanya, dari semuanya ada satu orang yang menarik perhatian nya , dia adalah Baskara papahnya sendiri.
Cella tertawa pelan saat melihat isi permintaan yang tertulis di e-mail . disana tertera nama orang yang ingin Baskara singkirkan yaitu Gracella yang merupakan dirinya sendiri , Cella tertawa sinis melihat hal tersebut.
'' Pfftt emang yah kalo orang nggak tau diri dan dia tamak , mau sampai mati sekali pun nggak akan sadar. ''
'' Gue kira permintaan maaf mereka tulus ternyata mereka hanya ingin menjaga nama baiknya agar tidak runtuh di kalangan atas. '' ujar Cella.
Cella hendak menghapus e-mail tersebut ,namun ia urungkan saat teringat sesuatu . '' Hm apa gue singkirkan mereka aja yah ,biar hidup gue tenang.''
'' Tapi Gue perlu ijin dari demit itu dulu ,kalo dia marah terus mencabut nyawa gue gimana ? gue kan belum kawin masa gue meninggoy lagi.'' ujarnya lesu.
Cella menyimpan e-mail dari Baskara dan kembali memilih klien yang akan menggunakan jasanya.
Satu jam berlalu ,kini dia sudah mendapatkan lima orang yang akan menggunakan jasanya , Cella mematok harga sesuai kesulitan yang dia terima.
'' Lima klien kayanya cukup deh ,apa lagi yang mereka minta gue harus ngebunuh orang-orang penting negara ini .'' ujarnya lirih.
'' Mamih .'' panggil Sky dari atas ranjang.
Cella menoleh dia tersenyum melihat putranya . '' Kamu kebangun gara-gara mamih hm .''
Sky menggeleng. '' Bukan kok mih ,kenapa mamih belum tidur ?.''
Cella berjalan mendekati putranya . '' Ini mau tidur ,kamu tidur lagi yah mamih temenin .''
Sky mengangguk ,Cella merebahkan tubuhnya di samping Sky dia mengelus lembut rambut putranya.
'' Apa mamih mau ambil rumah sakit yang ada di kakek-kakek itu ?.'' ucap Sky pelan .
Cella terkejut mendengarnya. '' Kamu tau dari mana boy ? mamih perasaan nggak pernah bilang .''
'' Aku pernah dengar waktu itu , kalo mamih mau ambil aku udah dapat dokumen penting rumah sakit itu.'' ujar Sky.
Cella kembali terkejut. '' Kapan kamu dapat nya ?.''
'' Waktu mamih belum sadar .'' jawab sky.
Cella mengangguk .'' Besok kasih liat mamih yah ,nanti mamih yang urus .''
__ADS_1
Sky mengangguk ,tak lama dia menguap dan kembali tidur di pelukan Cella.
...----------------------...
Hari telah berganti ,seperti ucapan nya semalam kini dia sedang bersiap untuk pergi menemui fluffy , tadi setelah dia mengantar putranya Cella langsung kembali kerumah dan mengganti pakaian.
Saat dia sedang memakai sepatu tiba-tiba ponselnya berbunyi ,Cella melihat nama yang tertera di layar namun tidak ada namanya ,itu merupakan nomor baru
'' Perasaan gue nggak pernah bagi-bagi nomor deh .'' ujarnya sebelum mengangkat telfon tersebut.
'' Halo .'' ujar Cella begitu telfon tersambung.
Namun tidak ada jawaban dari sapaan nya , cella melihat hpnya ternyata masih tersambung.
'' Halo.. jawab woy ! kalo nggak gue matiin nih .'' ujar Cella jengkel .
''Grac.''
DEGH.
Cella tertegun mendengar suara yang selama ini dia rindukan. '' Zelon.''
Ya dia Zelon yang menelfon ,Zelon yang mendengar namanya di panggil semakin terkejut.
'' G-grace ,apa itu lo !'' ujar Zelon lirih.
Cella terdiam ,dia bingung harus menjawab apa Cella menghela nafas berat.
'' G-gue .... ck Lo bisa ketemu sama gue hari ini !'' akhirnya kata itu yang keluar dari mulutnya .
'' Lo sebenarnya siapa ?! apa lo Gracella ? apa lo masih hidup ?. '' ujar Zelon beruntun.
'' Semua pertanyaan lo akan gue jawab setelah ketemu ,lo ada waktu !'' tanya Cella lagi .
'' Ada ,kita ketemu hari ini ,lokasinya lo yang tentuin. '' ujar Zelon.
'' Oke ,lo ada di jakarta kan. ''
'' Hm.'' jawab Zelon.
'' Nanti gue kabarin. '' ujar Cella dan menutup telfon tersebut .
Cella menatap pantulan dirinya yang ada di cermin. '' Apa dia bakal percaya sama gue ?! sedangkan wujud gue berubah jadi orang lain.''
Cella menghela nafas lelah. '' Haaahh percaya atau enggak terserah dia deh ,yang penting gue udah kasih tau kalo gue masih hidup dan gue harus nyelamatin mereka dari si brengsek itu.''
Cella kembali merapikan pakaian nya , dia mengambil ransel dan juga hp tak lupa topi yang selalu dia bawa , Cella berjapan keluar kamar dan menuju motornya .
__ADS_1
...see you next time..........