GRACELLA REVENGE (proses revisi)

GRACELLA REVENGE (proses revisi)
Bagian 81


__ADS_3

...✨✨✨✨...


Waktu berlalu begitu cepat ,tanpa terasa satu tahun telah berlalu semenjak cella di lamar oleh tiga pria sekaligus .


Kini cella telah lulus dan menjadi mahasiswi dengan nilai terbaik ,tak hanya itu dia juga berhasil mengembangkan rumah sakitnya menjadi rumah sakit terbaik di negaranya .


Selama satu tahun belakangan ,dia sudah mengunjungi makam orang tua daniel atas permintaan pemilik tubuh yaitu gracella yang asli , dia bermimpi bertemu pemilik tubuh yang meminta cella menemui makam kedua orang tua nya , dia juga sudah menjenguk daniel dua kali di RSJ.


Saat ini cella sedang berada di cafe bersama vania ,dia ingin menjernihkan pikiran.


'' Lo nggak papa cel ?! muka lo kelihatan pucet banget .'' ujar vania khawatir .


Cella menggeleng pelan. '' Gue baik-baik aja , cuma kecapean doang .''


Tiga hari belakangan dia selalu lembur ,dia tidak menyangka menjadi pemilik rumah sakit sangat menguras tenaganya belum lagi dia sedang membuka cabang baru di luar kota ,hal itu menambah rasa lelah yang dia rasakan.


'' Gue nggak nyangka kalo kita udah lulus yah ? perasaan baru kemaren gue masuk kampus deh .'' ujar cella.


Vania mengangguk. '' Bener juga sih ,tapi itu terjadi di lo doang , beda lagi sama gue .''


Cella mengernyit. '' Bedanya dimana ?"


" Lo lulus dengan nilai terbaik hanya perlu waktu satu tahun ,lah gue udah nilai pas-pasan lulusnya nunggu bertahun-tahun .'' keluh vania.


'' Itu mah otak lo aja yang lemot.'' cella menjawab dengan acuh .


Plak .!


Vania menabok lengan cella. '' Ck lo jujur amat sih ,tau aja kalo gue lemot ?''


'' Udah kelihatan dari wajah lo .'' ujar cella sembari meminum kopi miliknya.


Mereka berdua benar-benar menikmati waktu bersama ,setelah lulus vania langsung terjun ke dunia bisnis ,dia mengelola perusahaan papahnya karena itu mereka jarang bertemu.


'' Cel jadinya gimana tentang lamaran lo ? udah setahun loh mereka ngejar lo.'' ujar vania dengan wajah penasaran nya .


Cella mengangkat kedua bahunya acuh. '' Gak tau deh gue malah pusing.''


'' Ck sikat aja kali , mereka ganteng terus tajir terlebih mereka sayang sama lo dan sky .'' ujar vania.


Cella mengangguk. '' Lo bener sih ,yang jadi masalah nya misal gue pilih salah satu yang ada mereka berantem .''


'' Iya juga sih ,mending lo ambil semua aja biar adil.?'' usul vania.


Cella menatap sinis vania. '' Lo kira gue gudang bisa masukin mereka semua ?''


'' Hehe ya kali aja saran gue berguna .'' ucap vania tertawa pelan.


'' Tau lah gue belum mikirin itu ,lagian gue belum yakin sama perasaan gue .'' cella menatap kaca yang menampilkan jalanan.


'' Lo udah liat kondisi zander ?'' ujar vania mengalihkan pembicaraan .


Cella mengangguk. '' Udah kemarin waktu jengukin rafka .''


'' Gimana kondisi dia ?''


'' Masih sama ,dia masih di ruangan ICU .'' cella menghela nafas lelah.


'' Gue balik dulu van ,cape banget rasanya.'' cella mengambil ranselnya.

__ADS_1


Vania mengangguk. '' Hati-hati di jalan cel.''


'' Siap , bye van .'' cella berjalan meninggalkan cafe.


...---------------------...


Hari terus berganti ,selama satu bulan cella memantapkan hatinya dia tidak mau memberi harapan terlalu lama pada mereka bertiga.


'' Apa benar jalan yang gue ambil kali ini yah ?'' dia sedikit ragu namun dia tidak mungkin mengulur waktu lagi.


Setahun lebih mereka benar-benar menunjukan keseriusan nya pada cella.


'' Gue harus yakin ,lagian nggak rugi juga .'' akhirnya cella mengganti pakaian nya dengan gaun panjang berwarna biru gelap yang sangat cantik.


Malam ini dia mengadakan pertemuan dengan ketiga pria yang telah melamarnya .


Tap.! Tap.! Tap.!


Cella menuruni tangga , disana dia di sambut oleh sky dan juga aldrick.


'' Mami cantik banget .'' ucap sky.


Cella tersenyum . '' Kamu juga ganteng sayang .''


Aldrick menatap wajah cella dengan senyum lembut. '' Kamu makin cantik aja.''


'' Jelas dong gue dari lahir udah cantik tau , mending kita berangkat sekarang yuk.'' ajak cella menggandeng tangan sky.


Aldrick mengangguk ,dia sudah terbiasa dengan sikap cella yang terlalu percaya diri , aldrick berjalan di samping sky dari belakang mereka benar-benar seperti keluarga.


Tak sampai dua jam mereka telah sampai di sebuah mansion yang sudah di siapkan oleh aldrick ,ya aldrick pemilik mansion megah tersebut.


Mereka membuka pintu yang langsung di sambut para maid yang sudah berbaris rapi.


'' Selamat datang tuan dan nyonya.!'' ucap mereka serempak.


Aldrick mengangguk begitu juga cella.


'Belum apa-apa gue udah di panggil nyonya?'. batin cella .


Dia menjadi kikuk namun dia berusaha tetap santai ,mereka kembali berjalan menuju tempat kenzo dan zelon berada.


Tap.!Tap. Tap.!


Langkah kaki mereka menggema di ruangan tersebut ,zelon serta kenzo menoleh mereka tersenyum senang menyambut kedatang cella dan juga sky.


'' Cantik banget sih calon istri gue .'' kenzo menatap penuh damba pada cella .


'' Hm bener ,mereka cantik dan juga ganteng .'' zelon menatap cella serta sky .


Zelon memundurkan kursi untuk cella dan sky duduk . kini mereka sudah berkumpul semua di meja makan .


Mereka mulai makan dengan santai selesai makan ,cella meminta mereka bertiga untuk mendengarkan ucapan nya.


'' Pertama , gue minta kalian kumpul di sini untuk membahas soal lamaran kalian satu tahun yang lalu.''


Cella melihat respon mereka bertiga yang terkesan sangat penasaran dengan kelanjutan yang akan cella ucapkan .


'' Selama satu tahun ini ,gue benar-benar menikmati hidup gue berkat support dari kalian ,gue juga bisa ngejalanin apa yang gue inginkan dan yah sekarang waktunya gue menjawab lamaran kalian bertiga.''

__ADS_1


DEGH.!


DEGH.!


DEGH.!


Suara degup jantung ketiga pria yang kini menunggu jawaban cella terdengar sampai ke telinga cella .


'' Gue........terima kalian bertiga .'' jawaban tersebut membuat mereka bersorak.


'' YES.'' ucap aldrick dan zelon bersamaan.


'' AKHIRNYA .'' ujar kenzo kegirangan.


Cella tersenyum , dia menatap ketiga pria di hadapan nya .


'' Kenapa kalian bisa senang banget kaya gitu ?'' ujar cella.


Kenzo menatap wajah cella . '' Ck lo kaya nggak pernah jatuh cinta aja deh ,semua orang pasti bakalan seneng banget ketika cinta mereka di terima .''


Cella mengangguk. '' Oohh gitu toh , gue nggak tau sih semenjak gue mati rasa sama zander , gue nggak kenal cinta lagi .''


'' Serius ? padahal lo cantik banget pasti banyak laki-laki yang ngejar-ngejar lo .'' ujarnya.


Cella mengangkat kedua bahunya acuh. '' Gue nggak tau dan gue nggak perduli.''


Jawaban cella membuat mereka bertiga menggeleng pelan.


'' Kira-kira kapan kamu mau mengadakan acara resmi nya ?'' ujar aldrick.


'' Gue terserah kalian aja .'' jawabnya singkat.


'' Kalo gue boleh tau ,kenapa lo nggak milih salah satu dari kita ?.'' zelon merasa penasaran dengan alasan cella.


'' Gue nggak mau ada pertumpahan darah di antara kalian , lagian di sini nggak ada yang ngelarang perempuan punya banyak suami kan ?'' ujar cella sembari mengambil gelas minumnya.


Dalam hati cella berkata . ' Ternyata usul vania berguna juga '


Mereka mengangguk , aldrick menatap cella. '' Kita akan mengadakan pernikahan minggu depan .''


BYUR.!


Air yang baru masuk ke mulut cella ,langsung menyembur keluar membuat ketiga pria tersebut menjadi terkejut.


'' M-minggu depan.?'' Cella shock sampai-sampai dia tidak sadar jika zelon mengelap bibirnya dengan tisu.


Aldrick mengangguk. '' Lebih cepat lebih baik , kamu tidak perlu menyiapkan apa pun ,biar kita yang siapin kamu cukup jaga kesehatan dan makan yang banyak ,begitu juga sky .''


Sky yang sedari tadi diam ,kini mengangguk antusias. '' Siap om!''


''Jangan panggil om dong ,kamu harus panggil papah oke ganteng .'' ujar aldrick tersenyum simpul.


'' Baik pah .'' ujar sky menurut.


Mereka tersenyum senang sedangkan


Cella tidak menyangka jika hubungan mereka akan secepat ini berkembang , akan kah bahagia menyertai perjalanan nya kali ini ?! boleh kah cella berharap semua akan baik-baik saja dan dia bisa mendapat akhir yang bahagia ?!


...see you next time........

__ADS_1


__ADS_2